Modest Style

Konsumsi Bir Bebas Alkohol di Timur Tengah Melonjak

,
Konsumsi bir bebas alkohol meningkat pesat di antara peminum Muslim yang memilihnya demi kesenangan. ©kazoka/shutterstock.com
Konsumsi bir bebas alkohol meningkat pesat di antara peminum Muslim yang memilihnya demi kesenangan. ©kazoka/shutterstock.com

Bir bebas alkohol menjadi bisnis besar di Timur Tengah, di mana sebagian anak muda dan kalangan fashionistanya beralih ke bir jenis ini demi hasrat untuk menjadi bagian dari citra glamor sosialita yang bebas dan tanpa beban.

Dilaporkan majalah The Economist, Timur Tengah menyumbang hampir sepertiga dari penjualan dunia untuk bir nonalkohol. Pasar terbesar adalah Iran, Arab Saudi, Mesir dan Uni Emirat Arab, rumah bagi masyarakat Arab Muslim yang dilarang mengonsumsi alkohol.

Pada 2012, angka konsumsi melonjak 80 persen dibandingkan lima tahun lalu. Menurut data dari biro riset pasar global Euromonitor, bir yang kembali ditenggak golongan antialkohol itu mencapai 2,2 miliar liter.

Salah satu pemain utama dalam industri bir bebas alkohol ialah Delster, merek dari Iran yang diproduksi oleh perusahaan Behnoush yang membuatnya dari gandum yang direndam air dan hop (sejenis tanaman merambat) untuk meniru rasa bir serta tersedia dalam pilihan rasa seperti lemon, peach dan nanas.

Raksasa bir Heineken dan Carlsberg juga menawarkan bir bebas alkohol untuk para peminum Muslim di bawah brand seperti Birell, yang juga populer di Republik Ceko, serta Moussy, yang terkenal di Timur Tengah dan menyasar para anak muda pencipta tren.

Tetapi pergeseran menuju bir bebas alkohol tidak hanya ditujukan bagi wilayah Timur Tengah. Di penjuru dunia, bar-bar untuk pengunjung yang tidak berniat mabuk (sober dry bar) yang menyajikan minuman non-alkohol telah bermunculan di seluruh dunia untuk menjawab kebutuhan kalangan non-peminum.

Bar The Other Side di Chicago menjadi bahan perbincangan ketika baru-baru ini dibuka untuk melayani mantan pecandu dan pemakai narkoba yang sedang menjalani pengobatan.

Lounge Accents di Dublin, Irlandia, yang buka hingga tengah malam, beroperasi untuk meluncurkan kampanye ‘make sober sexy’ (tidak mabuk itu seksi). Selain itu, bar Mr. Fitzpatrick di Lancashire, Inggris, sudah dikenal sebagai bar antiminuman keras yang masih tersisa, di mana pengunjung dapat memesan minuman retro vintage seperti soda krim buatan tangan.

Leave a Reply
<Modest Style