Setelah 35 tahun, Yusuf Islam kembali mengadakan tur musik

,
Cat Stevens back with album, rare North America tour
Dalam foto fail tanggal 23 Mei 2011 ini, Yusuf Islam sedang tampil di festival musik internasional Mawazine ke-10 “World Rythms” di Rabat, Maroko. Pemusik yang dulu dikenal sebagai Cat Stevens ini kembali dengan album bernuansa R&B dan akan melakukan tur Amerika Utara untuk pertama kalinya dalam lebih dari 35 tahun, ujar labelnya pada 15 September 2014. AFP PHOTO / FADEL / FILES

NEW YORK (AFP) – Pemusik yang dulu dikenal sebagai Cat Stevens kembali dengan album bernuansa R&B dan akan melakukan tur Amerika Utara untuk pertama kalinya dalam lebih dari 35 tahun, ujar labelnya pada hari Senin lalu.

Cat Stevens – yang mengganti namanya menjadi Yusuf Islam setelah masuk Islam pada tahun 1977 – menulis sendiri lagu-lagu beraliran blues dalam tur ini dan akan menyanyikan ulang lagu-lagu klasik dari album “Tell ‘Em I’m Gone”, yang akan dirilis pada 27 Oktober.

Penyanyi Inggris yang terkenal dengan lagu folk dan pop-nya ini merilis lagu pertama dari album baru tersebut yang merupakan versi yang sangat mirip dengan versi asli lagu Edgar Winter tahun 1971, “Dying to Live”.

Yusuf, 66, dalam sebuah pernyataan menyebutkan ia menyadari bahwa ia memiliki “jiwa R&B yang menanti dibebaskan” saat melakukan “eksplorasi musikal dan spiritual 50 tahunan”.

“Yang begitu kuat dan menggugah, bagi saya, adalah keseluruhan pesan yang muncul dalam batin saya,” ujar Yusuf.

“Tiba-tiba saja di hadapan saya muncul perjuangan batin untuk kebebasan! Bukankah itu hal yang diimpikan oleh kebanyakan manusia? Musik dan blues merupakan alat untuk melarikan diri bagi kebanyakan orang yang terpenjara takdir kekayaan dan kekuasaan,” ujarnya dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Legacy Recordings.

Yusuf mengumumkan enam konser di Amerika Utara yang dimulai pada 1 Desember di Toronto dan berakhir 14 Desember di Los Angeles.

Cat Stevens terakhir kali tampil di Amerika Utara pada tahun 1976 saat penyanyi dengan lagu hit semacam “Wild World”, “Father and Son”, dan “Peace Train” ini sedang dalam puncak kejayaannya.

Yusuf berhenti melakukan tur setelah menjadi mualaf, hanya tampil di pertunjukan terbatas – kebanyakan yang berkaitan dengan keyakinannya – hingga kemunculannya kembali pada tahun 2006 dengan album “An Other Cup”.

Ia mengadakan pertunjukan-pertunjukan kecil di New York pada 2006 dan Los Angeles tiga tahun kemudian, namun tur Amerika Utara yang semula rencananya diadakan setelah pertunjukan tahun 2009 dibatalkan masalah visa kerja.

Yusuf tidak diizinkan memasuki Amerika Serikat pada tahun 2004 setelah namanya muncul dalam daftar larangan terbang.

Ia menyalahkan adanya identifikasi yang salah, karena namanya menyerupai nama orang lain. Ia kemudian memenangkan tuntutan atas pencemaran nama baik melawan dua koran Inggris yang memunculkan klaim bahwa ia mendukung terorisme.

Leave a Reply
Aquila Klasik