Modest Style

Uni Emirat Arab dukung kecaman dunia terhadap ISIS

,
UAE-GERMANY-DIPLOMACY
Foto fail: Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Abdullah bin Zayed Al-Nahyan berpidato di konferensi pers gabungan pada 31 Mei 2014 di Abu Dhabi. Karim Sahib/AFP

ABU DHABI (AFP) – Uni Emirat Arab pada hari Rabu menyuarakan kesiapan mereka mendukung upaya dunia mengkonfrontasi ancaman dari kaum ekstrimis, di tengah seruan kekuatan Barat untuk perlawanan internasional terhadap ISIS.

UEA memberikan “solidaritasnya untuk upaya regional dan internasional melawa ancaman teroris… dan kesiapannya untuk melakukan tindakan yang diperlukan untuk mengkonfrontasi fenomena ini sejalan sengan Resolusi Badan Keamanan PBB N0 2170,” ujar menteri luar negeri.

Resolusi ini, yang disetujui bulan lalu, berupaya untuk memutus pendanaan dan aliran petarung asing ke ISIS, yang telah menguasai banyak kawasan di Suriah dan Irak, dan ke afiliasi Suriah Al-Qaeda, Front Al-Nusra.

Pihak UEA menyatakan “menentang ancaman teroris yang dihadapi oleh wilayah kita dan dunia, terutama denga pelanggaran hak azasi manusia yang membahayakan oleh kelompok-kelompok teroris di Irak, Suriah, dan negara-negara Arab dan Muslim lain seperti Yaman, Somalia, Libya, dan Afghanistan yang mengalami penderitaan yang disebabkan oleh… gerakan seperti IS, Al-Nusra, dan Al-Qaeda.”

Bulan lalu, Washington mengkonfirmasi laporan tentang pesawat perang UEA yang dua kali membom milisi radikal di Libya.

Abu Dhabi “sangat mengutuk tindakan teroris dan kejahatan berkelanjutan oleh kelompok-kelompok ekstrimis, terutama yang menyebut diri IS… yang merusak stabilitas regional dan internasional,” menurut pernyataan yang disampaikan oleh kantor berita resmi WAM.

Presiden AS Barack Obama pada hari Rabu menyerukan adanya front internasional melawan ekstrimis di Irak dan Suriah setelah mereka memenggal wartawan kedua Amerika, Steven Sotloff.

Sementara itu, Inggris dan Perancis mempertimbangkan pengambilan tindakan militer.

ISIS, kelompok ekstrimis yang menjalankan interpretasi Sunni rakidal mereka sendiri, tenar baru-baru ini karena mendeklarasikan “khilafah” di wilayah yang dikuasainya di Irak dan Suriah.

Leave a Reply
<Modest Style