Modest Style

Umat Muslim Australia hadapi ancaman, hinaan Islamofobia

,
AUSTRALIA-RELIGION-ISLAM-EID
Foto fail: Seorang jamaah menyimak ceramah shalat Idul Fitri di sebuah masjid di Sydney. Saeed Khan/AFP

SYDNEY (AFP) – Pemimpin keagamaan Islam Australia pada hari Rabu menyerukan agar umat Muslim mengendalikan diri menyusul penemuan bahwa umat Muslim dan masjid sedang dijadikan target dalam serangan yang terjadi dikarenakan ketakutan adanya kemungkinan serangan teror.

Pengacara Mariam Veiszadeh dari Islamophobia Register menyebutkan pada reporter bahwa baru-baru ini kepala babi ditusukkan ke salib, masjid-masjid dirusak, dan pesan-pesan mengancam dituliskan di berbagai bangunan dan mobil.

“Sejumlah wanita, terutama yang berhijab, dan anak-anak dilecehkan dan diancam secara lisan,” ujarnya.

“Dalam satu kasus, seorang ibu di barat Sydney dan bayinya diludahi dan kereta bayinya ditendang. Dalam kasus lain, seorang pria di Perth berusaha merenggut kerudung seorang wanita.”

Australia telah meningkatkan peringatan terornya dan mengetatkan undang-undang anti-terornya, dengan kesadaran bahwa 60 warganya yang pergi untuk berperang bersama kelompok-kelompok ekstremis di Irak dan Suriah bisa saja kembali.

Pada hari Selasa, seorang remaja Muslim ditembak mati oleh petugas kepolisian setelah menusuk dua petugas. Kejadian ini hanya berjarak beberapa hari setelah pihak berwenang mengadakan razia di Sydney dan Brisbane untuk menghancurkan plot yang kabarnya dibuat oleh pendukung ISIS untuk menculik dan memenggal seorang anggota masyarakat.

ISIS juga telah menyerukan agar umat Muslim membunuh warga Australia tanpa pandang bulu, dalam sebuah pesan yang juga menyebutkan AS, Kanada, dan Perancis. Pihak berwenang Australia menanggapi pesan dengan serius.

Imam besar Australia, Ibrahim Abu Mohammed, dan pemimpin keagamaan lain pada hari Rabu menyeru kepada umat Muslim untuk menolak ISIS, yang telah merampas wilayah Irak dan Suriah dan mendeklarasikan “khilafah” Islam.

“Fatwa palsu dari luar negeri, yang menyebut Australia sebagai target, tidak memiliki landasan keagamaan dan harus ditolak,” ujar mereka dalam sebuah pernyataan.

“Kami menyerukan agar setiap orang mengendalikan diri dan bersikap beradab. Kita tidak boleh membiarkan emosi mengalahkan hati nurani.”

Kematian Abdul Numan Haider yang berusia 18 tahun pada hari Selasa menimbulkan kekhawatiran akan reaksi lebih lanjut terhadap umat Muslim.

Majelis Islam Victoria menyebutkan bahwa pihaknya telah menerima ancaman “berisi pandangan yang saya rasa sangat mengerikan” terkait insiden tersebut, ujar sekretaris Ghaith Krayem pada wartawan.

“Masyarakat kita secara keseluruhan sudah merasa cukup gelisah dan takut, dan hanya perlu kejadian semacam ini untuk kehilangan semua itikad baik yang telah terbangun di antara masyarakat selama bertahun-tahun,” ujarnya.

Pihak kepolisian mengatakan mereka telah memberi petunjuk kepada para pemimpin Muslim segera setelah penembakan pada hari Selasa dan akan terus membuka jalur komunikasi.

“Akan ada ketegangan antar-ras, tidak diragukan lagi,” ujar komisioner kepala Kepolisian Victoria, Ken Lay.

“Sangat penting untuk memberikan dukungan dan informasi pada komunitas keagamaan di Victoria. Kami mempersilakan mereka berbagi kekhawatiran dengan kami.”

Leave a Reply
<Modest Style