Modest Style

Ditawan Taliban empat tahun, bapak ini malah mendidik anak-anak mereka

,
PAKISTAN-UNREST-NORTHWEST-KIDNAP
Ajmal Khan (ka), wakil rektor Islamia College University Peshawar, ditawari manisan oleh seorang kolega selepas konferensi pers di Peshawar pada 29 Agustus 2014, sehari setelah ia diselamatkan dari Taliban. Tentara Pakistan telah menyelamatkan akademisi ternama yang ditawan selama empat tahun oleh Taliban ini di barat laut negara tersebut yang bermasalah, menurut pejabat setempat pada 29 Agustus. A Majeed/AFP

PESHAWAR (AFP) – Seorang akademisi Pakistan, yang dibebaskan setelah empat tahun berada dalam tawanan Taliban, pada hari Jumat lalu menceritakan bagaimana ia mengajarkan matematika dan bahasa Inggris pada anak-anak kelompok militan tersebut dan bertemu dengan mantan pemimpin mereka yang ditakuti, Hakimullah Mehsud.

Taliban Pakistan menculik Ajmal Khan, wakil rektor Islamia College Unversity Peshawar, ibu kota Provinsi Khyber Pakhtunkhwa di bagian barat laut negara yang bermasalah tersebut pada September 2010.

Pihak militer mengatakan bahwa “pasukan keamanan menyelamatkan” sang profesor, namun tidak menjelaskan bagaimana hingga akhirnya ia dapat dibebaskan.

Khan, 63, juga enggan membicarakan detil pembebasaanya namun mengatakan bahwa ia sangat bahagia dapat bersatu kembali dengan keluarganya.

“Syukur pada Tuhan, saya telah kembali pulang,” ia mengatakan pada para wartawan.

“Mereka tidak menyiksa saya, namun berada jauh dari rumah saja sudah merupakan siksaan. Saya tidak bisa menjelaskan rasanya bisa bertemu anak-anak setelah empat tahun.”

Ia mengatakan semasa penawanan telah menghabiskan waktu bersama Mehsud, yang dulunya adalah komandan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), yang tewas oleh pesawat tak berawak AS pada November 2013.

Khan, yang memiliki janggut panjang dan tampak sehat terlepas dari penawanan panjangnya, mengatakan bahwa kelompok militan memperlakukannya dengan baik, memberinya obat-obatan untuk penyakit jantungnya dan sebuah radio agar ia bisa terus mengikuti perkembangan berita.

Ia telah tampil dalam beberapa pesan video meminta pemerintah untuk menegosiasikan pembebasannya dengan TTP, yang memulai pemberontakan berdarah melawan negara pada tahun 2007.

Pejabat pemerintahan mengatakan terlepas dari banyaknya pembicaraan jalan belakang pada masa lalu, Taliban menolak membebaskan Khan, dan menuntut pembebasan komandan-komandan penting Taliban yang ditahan oleh pasukan keamanan.

Khan berkata ia sudah terbiasa hidup di wilayah-wilayah terpencil tempat ia ditawan dan bahkan telah membantu mendidik anak-anak para militan.

“Awalnya saya sangat khawatir, namun kemudian terbiasa dengan situasinya – mereka biasanya menghubungkan saya dengan keluarga setiap delapan atau sembilan bulan,” ujarnya.

“Semasa penawanan, suatu hari dua anak mendatangi saya dan saya mulai mengajari mereka. Jumlah anak yang datang meningkat dan pada akhirnya saya mengajarkan bahasa Inggris dan Matematika kepada 32 anak-anak Taliban.”

Aktivis hak azasi manusia, staf pengajar universitas, dan pelajar di barat laut telah melakukan demonstrasi melawan penculikan Khan berkali-kali namun segala upaya untuk membebaskannya sia-sia.

Daerah barat laut Pakistan amat rawan karena banyak berbatasan dengan kawasan adat semi otonomi dekat perbatasan Afghanistan.

Pembebasan Khan memunculkan kembali harapan akan kembalinya para putra dua politisi ternama yang ditahan oleh Taliban, namun Khan menyebutkan bahwa ia tidak tahu apa-apa tentang keberadaan mereka.

Leave a Reply
<Modest Style