Modest Style

Slam poetry gadis Palestina dan Yahudi menjembatani perbedaan

,

Perdamaian adalah mimpi dua anak remaja ini.

Oleh Miranti Cahyaningtyas.

WP slam poetry

Meski belum terlalu populer di Indonesia, poetry slam (secara harfiah berarti bantingan puisi, karena cara penyampaiannya yang seakan impromptu dan penuh ekspresi tegas) adalah suatu bentuk ekspresi seni yang telah cukup berkembang dan mendapat banyak perhatian di negara-negara lain seperti Amerika Serikat dan Malaysia.

Tahun lalu, seorang remaja Muslim, Amina Iro, dan seorang gadis Yahudi, Hannah Halpern, bersama membacakan poetry slam dalam kompetisi Brave New Voices (BNV) 2013.

Dalam penampilan mereka yang direkam pada perempat final BNV 2013 di Washington, D.C. berikut, kedua wanita muda yang berbeda latar belakang ini berkisah tentang bagaimana mereka ingin hidup tanpa beban sejarah, berteman tanpa dibatasi agama, dan berkegiatan tanpa diikuti prasangka.

Meski tidak terlalu baru, penampilan ini bisa menjadi bahan refleksi di tengah terbelahnya masyarakat negara kita akibat pemilihan presiden, serta di tengah meluasnya agresi militer Israel terhadap Palestina.

Pada akhirnya, kemanusiaan adalah satu.

We’re just a little too caught up in the way the world sees us,

In 1996, a Jewish girl was born, with the Shabbat candles glistening in her eyes.

In 1996, a Muslim girl was born, with the Adhan ringing in her ears.

She only knew of her own, um

But–but it’s 2013,

Right?

So all that’s done.

Right? So why is it that every time

A penny falls, I’m assumed to be the one to pick it up? Stealing from every man’s pocket,

And every time

The airport security check line moves forward, I’m the one who’s pulled aside and patted down?

In Habron, a 14-year-old Palestinian girl was killed when a Jewish settler shot a bullet into her right eye. She’ll never get to witness her holy land come back to her.

In Herzliya, a 14-year-old Israeli girl was killed by a Palestinian pipe bomb. She was just trying to eat her dinner at her favorite restaurant by the beach.

We are told to stay within the confines of our religion,

Of our tradition,

This world would rather chew up and spit out our history than help these two girls

Dunia ini lebih senang memuntahkan sejarah kami daripada membantu dua perempuan itu

We are connected. We are one.

Like Adonai.

Like Allah.

Like God.

 

///

 

Kami terlalu terpaku pada cara dunia melihat kami,

Pada tahun 1996, seorang perempuan Yahudi dilahirkan, cahaya lilin Sabat menyinari matanya.

Pada tahun 1996, seorang perempuan Muslim dilahirkan, Adzan memenuhi telinganya.

Ia hanya tahu tentang, um

Namun ini tahun 2013,

Bukan?

Jadi itu semua telah berakhir,

Bukan? Jadi mengapa setiap saat

Ada koin jatuh, saya dianggap sebagai orang yang mengambilnya? Mencopet setiap orang,

Dan setiap saat

Antrian keamanan bandara bergerak, saya jadi orang yang diminta bergeser dan digeledah?

Di Habron, seorang perempuan Palestina berusia 14 tahun dibunuh oleh seorang penjajah Yahudi yang menembakkan sebutir peluru ke mata kanannya. Ia tidak akan pernah menyaksikan tanah sucinya kembali kepadanya.

Di Herzliya, seorang perempuan Israel berusia 14 tahun terbunuh oleh bom pipa Palestina. Ia hanya ingin makan malam di restoran kesukaannya di tepi pantai.

Kami diperingatkan untuk tetap berada di dalam batasan agama kami,

Tradisi kami,

Kami saling terhubung. Kami satu kesatuan.

Seperti Adonai.

Seperti Allah.

Seperti Tuhan.

Leave a Reply
<Modest Style