Modest Style

Piala Dunia: Halilhodzic kecam pertanyaan wartawan seputar Ramadhan

,
FBL-WC-2014-ALG-TRAINING
BRASIL, Sorocaba:Pelatih Aljazair yang berasal dari Bosnia Vahid Halilhodzic (C) ambil bagian dalam sesi latihan pada tanggal 28 Juni 2014 di Sorocaba pada pertandingan sepakbola Piala Dunia FIFA 2014. AFP PHOTO / KIRILL KUDRYAVTSEV

Oleh Ryland JAMES

PORTO ALEGRE, 29 Juni 2014 (AFP) – Pelatih Aljazair Vahid Halilhodzic pada hari Minggu memarahi wartawan yang terus-menerus menanyakan apakah para pemain melaksanakan puasa pada pertandingan melawan Jerman.

Jerman berhadapan dengan Aljazair di Porto Alegre pada hari Minggu dalam babak terakhir 16 besar, namun pertanyaan berulang-ulang terkait bulan puasa bagi Muslim memancing kemarahan pelatih.

“Berhenti menanyakan tentang Ramadhan atau saya akan pergi,” omel Halilhodzic yang kelahiran Bosnia menjelang Ramadhan yang dimulai pada hari Sabtu.

“Menanyakan hal itu menunjukkan rasa tidak hormat Anda dan saya ingin Anda fokus ke sepakbola dan bukan yang lain.

“Ini bukan pertama kalinya saya melatih tim beranggotakan pemain Muslim, saya juga seorang Muslim.

“Saya selalu mempersilakan para pemain untuk membuat keputusan mereka sendiri.”

Pelatih berusia 61 tahun tersebut terganggu dengan kritik dari pers Aljazair yang menuduhnya mendorong para pemain untuk tidak berpuasa.

“Sayangnya, saya membaca beberapa koran, dan ada satu yang terus menjatuhkan citra saya dan mempertanyakan kehormatan dan integritas saya,” tegasnya.

“Mereka memancing kebencian dan serangan terhadap Vahid dan para anggota, menjijikkan!”

Pertandingan di Stadion Beira-Iro, Porto Alegre memancing banyak pertanyaan terkait ‘Aib Gijon’ yang masih menorehkan luka pada Aljazair setelah tiga decade berlalu.

Meski mengalahkan Jerman Barat 2-1 dalam pertandingan grup, Aljazair tetap tereliminasi dari Piala Dunia 1982 setelah Jerman mengalahkan Austria 1-0 di Gijon.

“Tidak seorang pun melupakan kejadian 1982, para pemain akan terdorong untuk melaksanakan balas dendam mereka, namun Jerman juga akan melakukan segalanya untuk sampai pada perempat final,” ujar Halilhodzic.

Pertandingan seri 1-1 melawan Rusia di tahap kelompok menempatkan Aljazair dalam fase gugur dan Halilhodzic menyatakan pihaknya mengimpikan tepat di perempat final pada hari Jumat melawan Perancis atau Nigeria di Rio de Janeiro.

“Banyak yang kami pertaruhkan dalam melawan Rusia, namun tidak dalam melawan Jerman,” ujar Halilhodzic.

“Kami sedang melalui masa-masa baik dan kami ingin masa ini terus berlanjut, kami ingin ke Rio untuk, paling tidak, mengunjungi Copacobana – pasti menyenangkan.

“Pemain Jerman sangat mengagumkan, mereka menyelesaikan dengan sangat baik dan mereka sangat bugar.

“Saya telah berbicara dengan para pemain dan mencoba membuang rasa rendah diri mereka.

“Kami akan bersiap untuk bertanding seakan pertandingan ini adalah yang terpenting dalam karir kami.

“Kami akan bermain sepenuh hati, namun akan berusaha meninggalkan turnamen hebat ini sebaik mungkin.”

Leave a Reply
<Modest Style