Modest Style

Pesepeda Muslim bersepeda 5.000 km dari Skotlandia ke Suriah

,

Perjalanan amal 45 hari mengantarkan mereka bersepeda melalui tujuh negara untuk mencapai tujuan mereka: desa yang aman untuk para anak yatim dan janda. Oleh Omar Shahid.

0303-WP-02

Tahun lalu, saat konflik Suriah memanas dan tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, Hassan al-Husari, Muslim Skotlandia berusia 19 tahun, bermimpi. Gagasan mengejutkan yang dimilikinya adalah untuk bersepeda ke Suriah untuk menggalang dana bagi warganya yang menderita.

Ide yang terdengar gila bagi orang lain namun brilian baginya. Bahkan, kali pertama ia menyampaikan rencana tersebut, banyak teman dan anggota keluarga yang menertawakannya, menyebut idenya “tidak mungkin”, menyuruhnya “sadar”, dan sebagian lagi menyebutnya “gila”.

Meski begitu di bulan Mei, bersama dengan tim yang terdiri dari delapan pesepeda Inggris, Hassan berangkat dari Skotlandia dalam perjalanan bersepeda sepanjang 45 hari yang melelahkan. Mimpi yang sebelumnya terasa tidak mungkin sedang menjadi nyata.

Sebelumnya di pekan ini, setelah menyelesaikan perjalanan yang meletihkan, Hassan dan tim akhirnya kembali ke rumah. “Saya percaya pada diri sendiri dan, Alhamdulillah, kami berhasil,” ujar Hassan. “Lucu juga memikirkan bahwa orang-orang yang awalnya menertawakan ide saya justru ikut serta dalam perjalanan tersebut.”

Perjalanan epik mereka, yang belum pernah dilakukan sebelumnya, membawa mereka melintasi 5.300 km melalui Inggris ke Perancis, dilanjutkan dengan Swiss, Italia, Yunani, Turki, dan akhirnya ke perbatasan Suriah. Di hadapan cuaca ganas dan menyeramkan seperti hujan es, petir, dan panas terik, mereka menjelajahi wilayah pegunungan dan menembus penghambat mental mereka.

Di hari kelima perjalanan, salah seorang pesepeda, Rameez Mahmood, 19, terjatuh dan terlindas sepeda seorang anggota tim. Cidera parah dan luka infeksinya membuatnya harus beristirahat selama tiga hari. Keyakinan bahwa rasa sakitnya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan derita warga Suriah mendorongnya untuk mulai mengayuh kembali.

“Untung saya terlindas oleh Akram, yang bertubuh paling kecil dalam tim,” ujar Rameez sambil tertawa. “Keseluruhan perjalanan kami berat, dan bukan hanya karena cidera saya, namun karena sebagian dari kami tidak mengenal satu sama lain. Setelah 19 jam yang melelahkan, kami harus mendirikan tempat berkemah, mencuci panci, dan menyiapkan makanan. Jadi terkadang kami merasa marah, hilang akal, dan adu mulut di malam hari. Kami hanya perlu mengingatkan mengapa kami melakukan ini, karena perjalanan kami bukan tentang kami – namun tentang warga Suriah.”

Tahun lalu Hassan mendatangi Human Appeal, sebuah badan amal Inggris, dengan gagasan perjalanannya. Mereka membantunya mengembangkan sebuah kampanye dan merekrut 25 pesepeda lain, delapan di antaranya menyanggupi melakukan perjalanan penuh. Pada awal 2014 para pesepeda memulai latihan dan kemudian, berkorban besar untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sufyan Rashid tidak menghadiri acara kelulusannya, sementara Akram Abouaesha mengundurkan diri dari pekerjaannya.

“Pertama kalinya hal semacam ini dilakukan,” ujar Hassan. “Sangat berat.” Namun perjalanan mereka, tentunya, tidak sia-sia. “Kami melakukan ini dalam rangka menggalang dana untuk membangun sebuah desa di Suriah bagi anak yatim dan janda. Saat kami tiba di Suriah dan bertemu dengan orang-orang yang menjadi alasan kami untuk melakukan ini, semuanya terasa sepadan, sangat mengharukan. Kami ingin berterima kasih pada semua orang – semua orang di seluruh dunia – atas dukungan fantastis mereka. Terima kasih telah membantu kami mendapatkan puluhan ribu poundsterling.”

[Not a valid template]

Hassan berencana melakukan ini lagi tahun depan, setelah menerima banyak ketertarikan dari orang-orang yang ingin bergabung dengannya. Sufyan menyatakan bahwa ia mendapat pengalaman terhebat, dan menambahkan: “Ternyata tidak terlalu parah melewatkan kelulusan saya. Namun saya senang dapat kembali ke rumah; saya rindu keluarga dan teman-teman saya. Namun begitu, saya pasti ingin melakukannya.”

Akankah Anda bergabung dengannya?

Tim mereka masih menerima donasi untuk para anak yatim dan janda di Suriah. Anda dapat membantu dengan mengunjungi: www.justgiving.com/cyclefromscotlandtosyria/

Foto hak milik Cycle from Scotland to Syria Facebook page

Leave a Reply
<Modest Style