Modest Style

Pangeran Yordania menjadi ketua hak azasi manusia PBB

,
Utusan Yordania untuk PBB Pangeran Zeid Raad al-Hussein (kanan). AFP Photo / Pool / John Thys

PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA, 16 Juni 2014 (AFP) – Majelis Umum PBB Senin mengesahkan pemilihan Pangeran Yordania Zeid al-Hussein sebagai ketua hak azasi manusia selanjutnya, menjadikannya orang Muslim dan Arab pertama yang menduduki jabatan tersebut.

Diplomat kenamaan tersebut, yang kini menjabat sebagai duta besar Amman untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, akan melaksanakan serah terima jabatan komisaris tinggi PBB untuk hak azasi manusia pada 1 September, menggantikan Navi Pillay dari Afrika Selatan.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengajukan Zeid, yang mendapat gelar PhD dari Cambridge University, untuk menempati jabatan empat tahun tersebut pekan lalu.

Sebagai sosok yang sangat dihormati, Zeid mencemplungkan diri dalam upaya perdamaian dan keadilan internasional dan memiliki peran kunci dalam pendirian Pengadilan Kriminal Internasional.

Selama lebih dari dua tahun, ia memimpin negosiasi rumit berkaitan dengan pelanggaran individu untuk tindak kejahatan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang.

Dalam tanggapan pertamanya, Zeid mengatakan pada Majelis Umum bahwa ia merasa “sangat terhormat atas kepercayaan” yang diberikan padanya, serta menyebutkan bahwa ia akan menjadi komisaris tinggi pertama dari benua Asia, juga dunia Arab dan Muslim.

“Hal ini memperlihatkan kesediaan masyarakat internasional untuk memajukan masalah ini di benua ini juga di bagian dunia lainnya, dengan memperhitungkan independensi dan tugas komisaris tinggi,” tambahnya dalam penyataan singkat berbahasa Arab.

Saat ini Zeid mewakili Yordania di Badan Keamanan PBB, di mana Amman memiliki masa jabatan dua tahun. Ia juga merupakan duta besar negaranya untuk Amerika Serikat dan Meksiko.

Ia telah menikah dan memiliki tiga anak.

Leave a Reply
<Modest Style