Modest Style

Kota di Tiongkok larang janggut tebal, hijab, cadar di bis

,
CHINA-XINJIANG-RIGHTS-RELIGION-UNREST-RAMADAN
Pasangan Muslim Tiongkok berjalan di samping masjid di Hami, sebelah barat Xinjiang pada tanggal 2 Agustus 2012. Pejabat di Karamay membatasi mobilitas populasi Muslim. AFP Photo / STR

BEIJING, 6 Agustus 2014 (AFP) – Sebuah kota di wilayah Xinjiang yang warganya mayoritas Muslim memberlakukan larangan terhadap orang-orang dengan janggut tebal maupun pakaian Islami untuk menggunakan bis umum, menurut media negara tersebut, yang memancing kegeraman kelompok hak azasi manusia luar negeri pada hari Rabu.

Pejabat di Karamay melarang orang-orang yang mengenakan hijab, niqab, burka, maupun pakaian dengan simbol Islami bintang dan bulan sabit menggunakan bis setempat, lapor Karamay Daily.

Larangan tersebut juga berlaku untuk “janggut tebal”, menurut koran tersebut, sekaligus menambahkan: “Mereka yang tidak bekerja sama dengan tim inspeksi akan ditangani oleh kepolisian.”

Xinjiang, wilayah yang kaya sumber daya alam dan berbatasan dengan Asia tengah merupakan kampung halaman minoritas Uighur yang kebanyakan menganut agama Islam. Wilayah ini telah terkena dampak perseteruan antara warga setempat dan aparat keamanan yang menewaskan ratusan orang tahun lalu.

Tiongkok menyalahkan “teroris” yang menginginkan kemerdekaan wilayah tersebut atas beberapa serangan mematikan terhadap warga sipil di Xinjiang pada bulan-bulan terakhir ini.

Kelompok-kelompok hak azasi manusia menyebutkan bahwa pembatasan atas kebebasan beragama dan berbudaya Uighur-lah yang memicu ketegangan.

Bulan lalu Tiongkok memberlakukan larangan melakukan puasa Ramadhan terhadap pelajar dan pegawai pemerintahan, sementara para pejabat juga berupaya mendorong penduduk Xinjiang untuk tidak mengenakan kerudung Islami.

Larangan Kawamay ini merupakan “tindakan diskriminatif umum… yang memperkeruh konfrontasi antara Uighur dan Beijing,” Dixlat Raxit, seorang juru bicara Kongres Uyghur Dunia (WUC) yang terasing, menyampaikan dalam sebuah pernyataan pada AFP.

Media negara Tiongkok pada hari Minggu menyebutkan bahwa hampir 100 orang, termasuk 59 “teroris” tewas dalam sebuah serangan di Xinjiang pekan lalu.

Berita tersebut muncul beberapa hari setelah kepala masjid terbesar di salah satu kota tertua wilayah tersebut, Kashgar, yang ditunjuk oleh pemerintah Tiongkok, dibunuh setelah memimpin shalat subuh.

Tiongkok mengumumkan pemberantasan terorisme setahun penuh mengikuti serang bom mematikan di ibu kota Xinjiang, Urumqi, pada bulan Mei, dan ratusan terduga teroris ditahan.

Keamanan di transportasi umum juga telah diperketat.

Larangan Karamay diberlakukan selama kompetisi olahraga yang akan berakhir pada 2 Agustus menurut berita tersebut.

Pihak berwenang di Urumqi bulan lalu memberlakukan larangan atas serangkaian benda, termasuk korek gas dan yogurt untuk penumpang kendaraan, lanjut media negara tersebut.

Leave a Reply
<Modest Style