Modest Style

Amerika Serikat kenang 9/11

,
US-ATTACKS-9/11-ANNIVERSARY
Albert Biatta dari Queens, New York, berdoa di depan pahatan nama pamannya, Antoine Biatta, di tepi Kolam Utara pada hari peringatan serangan teror 9/11 ke-13, di tempat berdirinya World Trade Center di New York pada 11 September 2014. AFP PHOTO/POOL/JUSTIN LANE

NEW YORK (AFP) – Warga Amerika pada hari Kamis lalu memperingati peristiwa serangan 11 September ke-13, saat Presiden Barack Obama bersumpah negara tersebut tidak akan “menyerah pada rasa takut”.

Upacara peringatan syahdu diadakan di New York dan Washington, berlatar sumpah Obama untuk “menghancurkan” pejuang ISIS di Irak dan Suriah – wajah baru peperangan terhadap Islam radikal yang digalakkan sejak 13 tahun lalu.

“Sebagai warga Amerika, kita mendapat kekuatan dari Anda, karena cinta Anda adalah kecaman tertinggi terhadap kebencian orang-orang yang menyerang kita pada pagi yang cerah itu,” ujar Obama pada kerabat para korban di Pentagon – tempat kejadian salah satu serangan 9/11.

“Anda terus menghidupkan cinta yang tidak mampu dikalahkan oleh aksi teror manapun,” ujarnya.

“Kita melanjutkan hidup karena sebagai warga Amerika, kita tidak menyerah pada rasa takut. Tidak akan pernah.”

Obama, istrinya Michelle, dan Wakil Presiden Joe Biden sebelumnya turut mengheningkan cipta di kebun selatan Gedung Putih, bersama 300 staff. Bendera-bendera di Washington dinaikkan setengah tiang.

Di New York, kerabat korban yang tewas saat pesawat bajakan menabrak gedung World Trade Center berkumpul di Titik Nol untuk mengenang para korban.

Seperti biasa, upacara tersebut dimulai dengan mengheningkan cipta pada pukul 8:46 waktu setempat, saat pesawat pertama menabrak Menara Kembar.

Para anggota keluarga kemudian memulai proses panjang pembacaan nama-nama hampir 3.000 orang yang tewas dalam penyerangan ke New York, Pentagon dan Shanksville, California tersebut.

Proses mengheningkan cipta juga lain dilakukan sepanjang di Big Apple, termasuk dua lainnya untuk menandai waktu runtuhnya menara.

Tahun ini adalah kali pertama museum 9/11 di New York akan dibuka pada hari peringatan serangan.

Tahun ini juga merupakan peringatan 9/11 pertama bagi walikota baru Bill de Blasio, penerus Michael Bloomberg.

Mantan walikota Rudolph Giuliani, yang menjabat pada waktu serangan terjadi, menghadiri upacara hari ini.

Di Pentagon, Obama menyampaikan penghormatan pada lebih dari 6.800 tentara yang gugur di Afghanistan dan Irak sejak 2001, sekaligus menyatakan bahwa angkatan bersenjata AS akan mengakhiri misi perang mereka di Afghanistan pada akhir tahun.

“Hari ini, kita memperingati mereka yang telah melakukan pengorbanan tertinggi selama 13 tahun ini,”ujarnya, setelah meletakkan karangan bunga di tempat Penerbangan 77 American Airlines menghantam Pentagon.

“Kita berterima kasih pada mereka yang menantang mara bahaya demi menjaga keamanan negara dan menghadapi ancaman masa kini.”

Meski sebagian besar tentara Amerika dijadwalkan meninggalkan Afghanistan pada bulan Desember, pada hari Rabu Obama mengumumkan pengiriman sekira 475 anggota militer lain untuk membantu pelatihan angkatan bersenjata Irak mengalahkan ekstremis ISIS, yang menjadikan jumlah total tentara Irak di negara tersebut mencapai 1.600.

Leave a Reply
<Modest Style