Modest Style

Kemenangan sutradara Turki di Cannes dirayakan di tanah air

,
Nuri Bilge Ceylan ©AFP PHOTO / LOIC VENANCE
Nuri Bilge Ceylan ©AFP PHOTO / LOIC VENANCE

Turki pada hari Minggu merayakan kesuksesan sutradara Nur Bilge Ceylan pada festival film Cannes, melalui media yang mengelu-elukannya karena mendedikasikan penghargaan Palme d’Or untuk para korban pertikaian politik di negaranya.

Ceylan meraih penghargaan bergengsi tersebut di Festival Film Cannes pada hari Sabtu untuk drama epik “Winter Sleep” dan mendedikasikannya untuk para “pemuda Turki yang kehilangan nyawa mereka” dalam demonstrasi anti pemerintah yang telah mengguncang Turki sepanjang tahun lalu.

“Penghormatan hebat,” pampang kepala berita koran Posta.

“Berita terbaik dalam berbulan-bulan!” tulis koran Sozcu di situsnya, seraya menyebutkan bahwa sang sutradara tidak “lupa” memberikan penghormatan pada mereka yang meninggal dunia.

“Negara yang indah dan kesepian ini bangga padamu,” tulis koran Hurriyet, mengacu pada pidato penerimaan lama oleh Ceylan, yang mendedikasikan penghargaan sutradara terbaiknya pada Festival Film Cannes 2008 untuk “negara saya yang indah dan kesepian, yang sangat saya cintai”.

Sementara itu, dalam sambungan telepon setelah acara, Perdana Menteri Recep Tayyip “Erdogan menyelamati Ceylan karena telah membuat bangga negerinya sekali lagi,” ungkap kantornya dalam sebuah pernyataan.

Pendedikasian penghargaan oleh Ceylan bertepatan dengan kemunculan kembali ketegangan di negara tersebut menjelang peringatan pertama demonstrasi anti pemerintah senegara yang mematikan dan kejadian bencana tambang yang menewaskan 301 jiwa awal bulan ini.

Delapan orang tewas dalam kerusuhan yang pecah pada 2013 saat polisi melakukan tindak kekerasan pada demonstrasi damai dalam rangka menyelamatkan sebuah taman kecil di Istanbul dari rencana pembangunan.

Dua orang lainnya tewas pekan lalu saat polisi bersitegang dengan para demonstran yang memperingati kematian seorang lelaki remaja karena luka-luka yang didapatkan pada kerusuhan tahun lalu dan melakukan demonstrasi perihal kecelakaan tambang – bencana industri terparah yang pernah terjadi di negara tersebut.

Berbicara dalam sebuah konferensi pers di Cannes pekan lalu, di mana ia mengenakan pita hitam sebagai bentuk penghormatan pada para pekerja yang meninggal dunia di dalam tambang di kota Soma, Turki, Ceylan menyampaikan penyesalannya atas ketiadaan pengunduran diri satu pun pejabat pemerintah perihal bencana tersebut.

“Di Jepang, jika ada yang meninggal (dalam kecelakaan industri), seseorang akan mengundurkan diri. Tidak begitu di Turki. Saya tidak tahu mengapa, mungkin karena perbedaan budaya,” ujarnya.

Ribuan orang menyampaikan terima kasih kepada sang sutradara melalui Twitter atas berita baik yang diberikan setelah perkabungan berhari-hari di Turki.

“Terima kasih Nuri Bilge Ceylan untuk berita baik yang sangat kami butuhkan namun jarang dapatkan,” tulis seorang pengguna yang menyebut dirinya Melinka.

“Akhirnya kita dapat berbahagia… Berkat Nuri Bilge Ceylan dan seluruh kru filmnya,” kritikus film Omur Gedik menuliskan.

“Winter Sleep” menandai kemenangan pertama Turki atas penghargaan bergengsi tersebut pada perhelatan film terbesar dunia sejak 1982, saat “Yol” karya Yilmaz Guney berbagi posisi dengan “Missing” karya Cota Gavras.

“Hari bersejarah bagi perfilman Turki setelah 32 tahun,” tulis harian Milliyet.

Ceylan telah memenangkan berbagai penghargaan di Cannes untuk film “Uzak”, “Climates”, “Three Monkeys”, dan “Once Upon a Time in Anatolia”.

Leave a Reply
<Modest Style