Modest Style

Turki kirimkan armada baru untuk hancurkan blokade Gaza

,
TURKEY-ISRAEL-DIPLOMACY-PALESTINIAN-GAZA
Kapal Turki Mavi Marmara tiba di Pelabuhan Sarayburnu Istanbul disambut oleh orang-orang yang melambaikan bendera Turki dan Palestina pada 26 Desember 2010. Angkatan laut Israel menyerang kapal Turki Mavi Marmara, yang merupakan bagian armada kapal bantuan dengan tujuan Gaza, pada 31 Mei 2010 hingga menewaskan beberapa penumpang dan memicu kemarahan dunia internasional. Sebuah kelompok bantuan Turki pada hari Senin mengatakan akan mengirimkan armada kapal-kapal baru untuk menghancurkan kepungan Israel atas Gaza. AFP Photo / Mustafa Ozer

ISTANBUL, 11 Agustus 2014 (AFP) – Sebuah kelompok bantuan Turki pada hari Senin mengatakan akan mengirimkan armada kapal-kapal baru untuk menghancurkan kepungan Israel atas Gaza, empat tahun setelah serangan mematikan terhadap kapalnya yang dilakukan oleh pasukan Israel.

Penyerangan Israel terhadap kapal Turki Mavi Marmara pada Mei 2010 di perairan internasional dalam perjalanan menuju Gaza memicu kecaman masyarakat luas dan menimbulkan krisis diplomatis besar antara Turki dan Israel.

Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH), yang mengatur pengiriman armada pertama, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa aktivis dari 12 negara telah mengadakan pertemuan di Istanbul dan memutuskan untuk mengirimkan kapal-kapal tersebut “mengikuti serangan terbaru Israel ke Gaza”.

“Karena kebanyakan pemerintahan ikut terlibat, maka tanggung jawab untuk menantang blokade Israel terhadap Gaza jatuh pada masyarakat sipil,” ujar pernyataan tersebut.

IHH akan mengadakan konferensi pers pada hari Selasa, tambah pernyataan tersebut lebih lanjut. Kelompok ini dianggap dekat dengan pemerintah Turki.

Sembilan warga Turki tewas pada penyerangan lalu dan satu lainnya meninggal di rumah sakit tahun ini setelah empat tahun berada dalam kondisi koma.

Sebagai bagian dari sidang tindak kejahatan yang masih berlangsung oleh IHH dan para keluarga korban pada tahun 2012, pengadilan Turki pada bulan Mei memerintahkan penahanan atas empat mantan kepala militer Israel yang terlibat dalam penyerangan tersebut.

Pembahasan atas kompensasi dimulai setahun yang lalu setelah Israel menyampaikan permintaan maaf resmi pada Turki dalam penyelesaian masalah dengan perantara Presiden AS Barack Obama.

Namun pembahasan tersebut terhenti setelah Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan, yang menganggap dirinya sebagai pembela warga Palestina dan kini terpilih sebagai presiden, mengeluarkan pernyataan keras yang menentang Israel atas serangan di Gaza.

Leave a Reply
<Modest Style