Modest Style

Israel kembali membombardir Gaza, anak-anak terbunuh di pantai

,
israel
Sejauh ini, operasi militer Israel, kini mencapai hari kesembilan, telah menewaskan 220 warga Palestina. Kelompok hak azasi manusia yang berpusat di Gaza menyebutkan lebih dari 80 persennya merupakan warga sipil. AFP Photo / Menahem Kahana

GAZA CITY, 16 Juli 2014 (AFP) – Israel meningkatkan pengeboman terhadap Gaza pada hari Rabu, yang menewaskan empat anak di pantai dalam berondongan tembakan angkatan laut dan peluncuran serangan udara mematikan, saat para pemimpin wilayah berusaha menghentikan pembunuhan yang berlangsung.

Serangan udara mematikan yang ditujukan untuk menghentikan roket lintas perbatasan kelompok militan Hamas bermula saat upaya perdamaian oleh Mesir gagal pada hari Selasa.

Sejauh ini, operasi militer Israel, kini mencapai hari kesembilan, telah menewaskan 220 warga Palestina. Kelompok hak azasi manusia yang berpusat di Gaza menyebutkan lebih dari 80 persennya merupakan warga sipil.

Di saat yang sama, kelompok militan telah menembakkan lebih dari 1.2o0 roket ke arah Israel, yang untuk pertama kalinya telah menewaskan seorang warga Israel pada hari Selasa.

Hamas menyatakan penolakan upaya damai oleh Mesir dilakukan karena pihaknya tidak diikutsertakan dalam diskusi.

Meski begitu, inisiatif perdamaian berlanjut pada hari Rabu dengan pertemuan antara seorang pejabat Hamas dan pemimpin-pemimpin Mesir bersamaan dengan kedatangan presiden Palestina Mahmud Abbas di Kairo untuk bergabung dengan upaya diplomatik tersebut.

Dalam serangan terakhir, empat anak tewas dan beberapa lainnya terluka dalam sebuah serangan oleh angkatan laut Israel ke sebuah pantai di Gaza City pada Rabu siang, ujar tim medis.

Serangan pertama diluncurkan sekira pukul 1300 GMT, yang menyebabkan anak-anak dan orang dewasa yang ketakutan berlarian di sekitar pantai. Serangan kedua dan ketiga diluncurkan saat mereka sedang berlari, dan membakar pondokan-pondokan yang ada di pantai.

Serangan tersebut tampaknya merupakan hasil dari penyerangan angkatan laut Israel ke arah wilayah dengan pondokan-pondokan yang digunakan oleh nelayan.

Beberapa jam kemudian seorang juru bicara tentara menyatakan bahwa pihak militer masih memeriksan laporan-laporan yang masuk.

Beberapa anak lari memasuki sebuah hotel di mana wartawan AFP melihat setidaknya tiga anak memiliki luka dari pecahan peledak.

Mereka dievakuasi menggunakan ambulans, yang juga mengangkut lebih banyak korban luka dari pantai, termasuk seorang pria yang sebagian kakinya putus.

Keempat tubuh anak lelaki tersebut kemudian dibawa ke masjid Abu Hasira, dekat tempat mereka tewas.

Mereka, semuanya berasal dari keluarga Bakr, dibaringkan berbungkus bendera kuning partai Fatah, di hadapan para pelayat.

Pihak militer Israel menjatuhkan selebaran dan mengirimkan pesan singkat yang memperingatkan 100.000 orang di timur laut Gaza untuk mengevakuasi rumah mereka sebelum serangan udara yang ditujukan pada “mata-mata dan wilayah teror” di Zeitun dan Shejaiya, dua kabupaten yang merupakan titik pergolakan di timur Gaza City.

Pesan yang sama dikirim ke Beit Lahiya di sebelah utara, yang berisi peringatan militer serupa pada hari Minggu, saat lebih dari 17.000 penduduk wilayah utara menyelamatkan diri, kebanyakan mencari perlindungan di sekolah-sekolah yang dikelola PBB.

Namun bagi pasien rumah sakit Al-Wafa di Shejaiya, yang kebanyakan dalam keadaan lumpuh atau koma, peringatan tersebut hanya menimbulkan ketakutan.

“Kami tidak dapat meninggalkan pasien kami, mereka tidak berdaya,” ujar direktur Basman Alashi pada AFP, yang juga menerangkan bahwa kebanyakan pasien dalam keadaan lumpuh total dan sama sekali tidak dapat dipindahkan.

“Tidak ada tempat yang aman di Gaza. Jika rumah sakit tidak aman, di mana lagi?” ujarnya di antara suara tembakan yang menggetarkan jendela.

Peringatan

Peringatan Israel tampaknya tidak memiliki dampak langsung, dengan hanya sejumlah kecil orang terlihat meninggalkan rumah mereka. Anak-anak memungut sebagian besar selebaran dan memainkannya, ujar seorang koresponden AFP.

“Ke mana kami harus pergi?” tanya Faisal Hassan, seorang ayah lima anak yang tinggal di Zeitun.

Hamas menganggap peringatan tersebut sebagai taktik untuk menakut-nakuti, dan mengatakan pada para penduduk bahwa mereka “tidak perlu khawatir”.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Selasa bersumpah untuk meningkatkan serangan militer setelah Hamas menolak usulan gencatan senjata Mesir, dengan meluncurkan sejumlah besar roket melintasi perbatasan meski para tentara telah menahan serangan selama enam jam.

“Hal ini akan lebih baik diselesaikan secara diplomatis… namun Hamas tidak memberi kami pilihan selain memperbesar dan meningkatkan serangan terhadap mereka,” ujarnya.

Pada hari Rabu, kabinet keamanannya menyetujui pengerahan tambahan 8.000 serdadu cadagan, menurut laporan media, untuk bergabung dengan 43.000 tentara cadangan yang telah digerakkan.

Azzam al-Ahmad, anggota senior gerakan Fatah presiden Abbas, mengatakan seorang pejabat Hamas berada di Kairo pada hari Rabu untuk mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Mesir.

Ahmad mengatakan ia berharap pembicaraan di Kairo akan “menghasilkan rumusan pasti untuk inisiatif Mesir” atau menjelaskan rencananya, yang telah mengajukan usulan untuk dihentikannya ketegangan sejak 0600 GMT pada hari Selasa.

Dalam sebuah konferensi berita gabungan dengan Netanyahu di Yerusalem, Menteri Luar Negeri Italia Federica Mogherini mengatakan ia berharap Hamas bersedia “mengubah posisinya dan meneriman usulan yang akan diajukan dalam beberapa jam atau hari.”

Abbas sendiri kemudia tiba di Kairo untuk bergabung dengan upaya diplomatik tersebut dan direncanakan berkunjung ke Ankara pada hari Kamis dalam pencarian dukungan regional untuk penghentian perang secepatnya.

Juga di Kairo, utusan perdamaian Timur Tengah Tony Blair bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dan Menteri Luar Negri Samed Shoukri, dalam kunjungan keduanya ke ibu kota Mesir dalam sepekan.

Blair menyampaikan dalam sebuah konferensi media bahwa inisiatif Mesir dirancang “agar inti masalah kejadian ini… dapat ditangani dengan benar hingga tuntas.”

Leave a Reply
<Modest Style