Modest Style

Apakah Islamofobia telah memasuki dunia perbankan?

,

HSBC telah menutup rekening tiga organisasi Muslim di Inggris yang dianggap “berisiko”.

BRITAIN-HONGKONG-BANKING-EARNINGS-COMPANY-HSBC
Langkah yang diambil bank ini mengecewakan banyak pihak. AFP Photo / Andrew Cowie

HSBC, salah satu bank terbesar di Inggris, telah menutup rekening milik tiga organisasi Muslim: Masjid Finsbury Park, Cordoba Foundation, dan Ummah Welfare Trust. Ketiga organisasi ini dianggap sebagai nasabah “berisiko” oleh bank, sehingga tidak termasuk dalam “selera risiko” bank, sebagaimana dilaporkan oleh The Independent.

Tabloid Inggris The Daily Mail mengutip surat yang dikirimkan ke Ummah Welfare Trust sebagai berikut: “Penyediaan layanan perbankan untuk Ummah Welfare Trust kini berada di luar selera risiko kami.” Ummah Welfare Trust terdaftar di Charity Commission (komisi lembaga amal di Inggris) sebagai Amanat Charity Trust. Badan amal tersebut menyediakan bantuan bagi korban bencana di seluruh dunia dan memfasilitasi rehabilitasi.

Pada perang Gaza tahun 2008, Barclays juga menutup rekening bank Ummah Welfare Trust. Badan amal yang berpusat di Bolton tersebut kemudian menyebutkan dalam sebuah pernyataan: “Ummah Welfare Trust memastikan pada para pendukung bahwa, sebagai reaksi, badan amal akan meningkatkan dukungan untuk yatim piatu, janda, dan warga sipil yang terluka di Gaza melalui rekening bank lain.”

Organisasi lain yang rekeningnya juga ditutup oleh bank tersebut termasuk badan-badan amal non-Muslim dan nasabah yang dicurigai oleh bank memiliki keterkaitan dengan penjualan narkoba.

Masjid Finsbury Park di dekat Stadion Emirates, yang dipimpin oleh imam Abu Hamza al-Masri, memiliki sejarah sebagai pusat Islamisme radikal di London. Namun sejak diambil alih oleh pemiliknya saat ini pada tahun 2005, masjid tersebut dikenal sebagai penghubung masyarakat. Dan rekening bank HSBC mereka dibuka baru sejak manajemen baru mengambil alih pengelolaan masjid.

Manajer masjid, Mohammed Kozbar, menuduh HSBC bersikap Islamofobia. Namun bank tersebut menekankan bahwa langkah yang diambil hanya merupakan bagian pratinjau gobalnya. “Mereka tidak memberikan alasan, mereka hanya mengirimi kami surat yang menyatakan bahwa mereka memiliki hak untuk menutup rekening mana pun, dan kami memiliki tenggat dua bulan,” ujar Kozbar pada Hackney Gazette.

Sebagai reaksi penutupan rekening bank, manajemen masjid ini kemudian merencanakan demonstrasi di depan cabang HSBC di Seven Sisters Road di London pada 6 Agustus lalu.

Mr Kozbar, sebagaimana dikutip oleh Hackney Gazette, mengatakan, “Kami telah berhubungan dengan pihak kepolisian dan Dewan Islington, dan kami akan beraksi di depan HSBC. Kehormatan dan kredibilitas kami dijadikan taruhan dan kami tidak akan [] berdiam diri.”

Berdasarkan laporan Asharq al-Awsat, pendiri Cordoba Foundation, Anas Altikriti, merasa terkejut dengan penutupan tersebut dan merasa sedih akibat kediaman bank yang berlanjut terkait masalah ini. Ternyata bahkan rekening keluarganya di bank tersebut telah ditutup.

Ia mengungkapkan pada koran nasional berbahasa Arab yang berpusat di London tersebut: “Saya sudah memiliki rekening di HSBC selama lebih dari 29 tahun, sejak saya masih berkuliah. Kami juga membuka rekening untuk Cordoba Foundation, dan istri serta anak saya juga memiliki rekening di bank tersebut.

Kediaman HSBC terkait masalah ini juga tidak diterima oleh salah satu komisaris masjid, Khalid Oumar. Ia mengatakan pada The Independent bahwa keputusan bank ini “telah membuat kita percaya bahwa satu-satunya alasan hal ini terjadi adalah karena adanya kampanye Islamofobia yang menyerang badan-badan amal Muslim di Inggris”.

Leave a Reply
<Modest Style