Modest Style

Derita di kebun binatang Gaza

,
PALESTINIAN-ISRAEL-CONFLICT-GAZA-ZOO
Singa jantan (kanan) dan betina memandang dari dalam kandang mereka di kebun binatang desa wisata Bisan City di Beit Hanin pada 14 Agustus 2014. Kebun binatang tersebut, yang merupakan bagian dari Al-Bisan City, dibangun oleh pemerintahan Hamas pada tahun 2008 sebagai desa wisata, namun kondisinya kini jauh dari menenangkan dengan kawat-kawat kandang yang terpelintir dan hancur setelah penyerangan, puing dan hewan mati bertebaran di mana-mana, dan sisa-sisa peluncur roket tergeletak di dekatnya. AFP Photo / Roberto Schmidt

Oleh Tom Little

GAZA CITY (AFP) – Singa-singa tersebut duduk diam di bawah bayangan kandang mereka yang rusak, sementara di dekatnya terdapat bangkai membusuk monyet vervet yang terbaring melengkung di atas rumput kebun binatang Gaza.

Hewan-hewan ini terjebak dalam baku tembak yang terjadi dalam pertarungan antara Israel dan pejuang Palestina yang telah berlangsung selama lebih dari sebulan, dan menewaskan lebih dari 1.960 warga Palestina dan 67 orang dari pihak Israel.

Di salah satu kandang di kebun binatang, seekor burung pelikan yang dikerumuni lalat teronggok di sudut bersama seekor bebek. Di seberangnya, seekor buaya kecil diam tidak bergerak di dalam satu inci air berbau busuk, bersebelahan dengan bangkai bangau yang membusuk.

Seekor rusa berbagi kandang lain dengan seekor angsa.

Di satu sudut, seekor babon mengais-ngais tanah di dalam kandang kecil yang ditinggali bersama sisa jasad mengering monyet lainnya.

Di mana-mana, ada bau menyengat dari kandang-kandang hewan yang tidak dibersihkan selama berminggu-minggu.

Shadi Hamad, direktur taman, mengatakan kebun binatang tersebut mengalami kerusakan dan hewan-hewannya mati dalam sebuah serangan udara Israel.

Seorang juru bicara angakatan darat Israel mengatakan pada AFP bahwa pihak militer sedang menghadapi tuduhan menembakkan rudal di wilayah taman Al-Bisan.

Israel meluncurkan serangan udara terhadap Gaza pada 8 Juli untuk menghancurkan tempat-tempat peluncuran roket, diikuti dengan serangan darat sembilan hari kemudian untuk menghancurkan jaringan terowongan lintas perbatasan Hamas menuju negara Yahudi.

Kebun binatang tersebut – bagian dari Al-Bisan City – dibangun oleh pemerintahan Hamas pada tahun 2008 sebagai desa wisata untuk memberi warga Gaza kesempatan menenangkan diri dari ketegangan yang disebabkan kesulitan hidup di Jalur Gaza. Kebun ini dilengkapi sebuah kafetaria serta meja-meja di mana para keluarga dapat bersantai.

Hewan-hewan diselundupkan melalui terowongan yang menghubungkan Mesir ke Gaza, sebelum keseluruhan jalur ditutup tahun lalu dengan tergulingnya presiden Mesir Mohamed Morsi, pendukung kunci gerakan Hamas.

Kini, Al-Bisan jauh dari kata menenangkan, dengan kawat-kawat kandang yang terpelintir dan hancur setelah penyerangan, puing dan hewan mati bertebaran di mana-mana, dan sisa-sisa peluncur roket tergeletak di dekatnya.

“Sebelum perang, wilayah tersebut sangat cantik. Ada pepohonan, banyak tanaman hijau, pohon palem. Tempat tersebut tersedia untuk anak-anak, terdapat lapangan bermain dan tempat-tempat untuk meluangkan waktu bersama keluarga,” ujar penjaga kebun binatang Farid al-Hissi.

Hissi mendapat pekerjaan di Al-Bisan setelah bekerja di sebuah kebun binatang di Israel dan karena cintanya pada hewan.

Kematian hewan-hewan yang dirawatnya jelas sekali membuatnya syok.

“Delapan monyet terbunuh, dan seekor burung unta juga terbunuh. Kandang singa rusak dan kebun binatang hancur total. Kebun binatang Al-Bisan benar-benar hancur,” ujarnya.

Pusat administrasi rata dengan tanah dan beberapa pohon palem yang berdiri di sepanjang jalan dari pintu masuk hingga kandang-kandang hewan tercerabut.

“Kerusakan ini membuat saya sedih”

Kerusakan kebun binatang ini sangat mengguncang Hissi.

“Anda dapat melihat kandang-kandang hewan rusak parah. Melihatnya membuat Anda merasa sedih karena mereka terpenjara kini,” ujarnya, berdiri di sebelah kandang singa.

Seekor singa jantan dan betina berbaring di dalam kotak baja di kandang mereka, yang atapnya runtuh karena guncangan ledakan di dekat-dekat sana.

Mereka tidak banyak bersuara, hanya berdiri saat Hissi melempar dua ekor ayam mati.

Dan di dalam 3×3 meter kandang, tujuh anjing liar kudisan berjalan zig zag tanpa henti.

Hissi bersikeras tidak ada senjata di dalam kebun binatang.

Namun sistem-sistem roket besi kotak terikat teronggok di antara puing-puing di pinggir taman, di dekat sebuah bangunan besar yang juga terkena serangan udara Israel. Beberapa terlihat masih berisi roket.

Hamad, direktur taman, dengan tegas menyatakan bahwa roket-roket tersebut tidak ditembakkan dari dalam taman.

“Mungkin terdapat pangkalan bersenjata di sekitar desa Al-Bisan atau di sebelahnya. Namun musuh memutuskan terus menyerang desa Al-Bisan,” ujar direktur yang berbusana rapi tersebut.

“Mereka menyerang taman karena keberadaan roket di dekat sini, walaupun di dalam desa tidak ada,” ujarnya.

Wilayah Jabaliya di utara Gaza City adalah rumah bagi taman kedua Jalur Gaza, Kebun Binatang Jabaliya, yang lolos dari kerusakan besar.

Selesai didirikan hanya enam bulan lalu, taman ini memamerkan beragam burung merpati dan seekor anjing German Shepherd di dalam kandang hingga enam singa. Semuanya diselundupkan dari terowongan-terowongan dari Mesir.

Meski taman di Jabaliya relatif tidak tersentuh, bombardir berdampak pada hewan-hewan secara psikologis.

“Kebisingan-lah yang sangat mempengarungi hewan-hewan di sini. Suara pengeboman menakuti para hewan. Saat burung-burung mendengar suara tembakan, mereka akan beterbangan dan berputar-putar di dalam kandang dengan panik karena terlalu ketakutan,” ujar Aamir Abu Warda, direktur taman Jabaliya.

“Selanjutnya, berulangnya hal-hal ini membunuh beberapa burung, dan hewan-hewan lain meninggalkan anak mereka, beberapa di antaranya mati,” ujarnya.<

Leave a Reply
<Modest Style