Modest Style

Dubai Membuka Bandara Kedua

,

000_nic6258711.4acf3085812.w600
(DUBAI-AFP) – Negara Emirat Dubai pada hari Minggu membuka layanan bagi penumpang di bandara keduanya, Al-Maktoum International, yang diperkirakan bakal menjadi bandara terbesar dunia saat pengerjaannya rampung.

Pesawat Wiss Air yang terbang dari Budapest menjadi pesawat penumpang pertama yang menikmati ragam fasilitas barunya, dan disambut saat menyentuh landasan dengan semburan penghormatan meriam air.

Jazeera Airways, penerbangan tarif-rendah lainnya, akan mengikuti jejak maskapai tersebut pada hari Kamis dengan jadwal penerbangan harian ke dan dari Kuwait, sementara maskapai nasional Bahrain, Gulf Air, akan mulai beroperasi tanggal 8 Desember. Tidak ada maskapai lain yang mengumumkan niatnya untuk menggunakan bandara baru tersebut, yang berjarak kurang-lebih 50 kilometer (30 mil) ke arah selatan dari Dubai International, satu dari sentra tersibuk dunia bagi arus penumpang
pesawat udara.

Paul Griffiths, CEO dari Dubai Airports, optimis bahwa perusahaan-perusahaan lain akan menyusul “dalam bulan-bulan mendatang”.

Ia menyebutkan bahwa 36 pesawat kargo saat ini telah beroperasi di bandara baru tersebut, dibanding di tahun 2010 yang hanya dua pesawat kargo saja.

Dubai International menangani 57 juta penumpang di tahun 2012, menjadikannya pemberhentian utama dalam jalur lalu-lintas udara antara Barat, Asia dan Australasia.

Al-Maktoum International dioperasikan hanya untuk pesawat kargo pada bulan Juni 2010, sementara rencana pengoperasian untuk penumpang berulang kali mengalami penangguhan.

Bandar udara baru ini tersebut terletak di Dubai World Central, sebuah zona ekonomi yang diharapkan pemerintah dapat diubah menjadi apa yang disebut sebagai “metropolis udara”.

Usai rampung pengerjaannya, bandara ini akan menyediakan lima lintasan yang akan sanggup menampung kapasitas tahunan sebesar 160 juta penumpang dan 12 juta ton kargo.

Ia dibangun bersebelahan dengan Zona Dubai Jebel Ali dan pelabuhan-pelabuhannya, yang merupakan salah satu dari pelabuhan terbesar yang pernah dibangun di dunia, dan sebuah terminal kontainer utama.

Hal ini menjadi bagian dari mega-projek yang dicanangkan selama ledakan ekonomi di Dubai, namun laju pembangunannya melambat sepanjang krisis finansial yang menghantam emirat Teluk ini di tahun 2009.

Bandar udara ini “akan memainkan peran penting dalam pembangunan Dubai di masa depan sebagai pusat bisnis, perniagaan, transportasi, logistik dan turisme”, Sheikh Ahmed Bin Saeed Al-Maktoum, pimpinan dari Dubai Airports, menyebutkan dalam sebuah pernyataan.

Bandara terbaru ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan Dubai International, yang pekerjaan ekspansinya terus berlanjut, “paling tidak bukan untuk saat ini,” demikian menurut Griffiths.

“Jika DXB (Dubai International) akan ditutup, maka itu bukanlah keputusan yang akan kami buat mungkin untuk 30, 40 tahun ke depan,” ia menyampaikan kepada para reporter.

Leave a Reply
<Modest Style