Modest Style

Satu perbuatan baik yang berbuah seribu kebaikan

,

Seorang pria Saudi yang meletakkan sebuah kulkas di luar rumahnya untuk memberi makan orang miskin telah menempatkan semangat memberi ke dalam kemasan yang modern dan praktis. Oleh Lina Lewis.

Kelangsungan hidup berlanjut, dari satu orang ke orang yang lainnya. (Gambar: iStock)
Kelangsungan hidup berlanjut, dari satu orang ke orang yang lainnya. (Gambar: iStock)

“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. ‘Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.’” (QS Al-Insan 76:8-9)

Islam menekankan pentingnya memberi makan orang lapar dan menolong yang membutuhkan, terlepas dari ras dan agamanya. Zakat, satu dari lima pilar Islam, merupakan pelaksanaan amal berdasarkan total kekayaan.

Namun kita tidak perlu menjadi kaya untuk membantu sesama. Perbuatan kecil seperti berbagi makanan dengan yang lapar dapat berdampak besar – terutama karena ada 842 juta orang di dunia yang kelaparan.[i]

Seorang pria telah menyederhanakan tindakan memberi makan orang miskin dengan lebih jauh.

Gulf News melaporkan bahwa pria ini, yang tinggal di kota Hail sebelah utara Saudi, meletakkan sebuah kulkas di luar rumahnya agar para tetangga dapat meninggalkan makanan bagi yang memerlukan. Tindakan tersebut membuat mereka yang membutuhkan tidak perlu merasa malu karena mengemis makanan, ujar pria tersebut yang tidak ingin dikenali.[ii]

Kulkas tersebut menarik banyak perhatian setelah kemunculan tweet Syekh Mohamad al-Arefe. Posting oleh ulama Saudi terkemuka yang memiliki lebih dari 8 juta pengikut tersebut di-tweet ulang oleh lebih dari 7.000 kali.

Menurut Gulf News, seorang pengguna internet dengan nama samaran Sniper memuji ide tersebut. “Itulah yang kita butuhkan: ide yang sederhana namun brilian yang berdampak besar dalam membantu orang. Ide ini harus mulai dicontoh dan seluruh masjid besar di negara ini harus meletakkan kulkas untuk membagikan makanan.”

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Gulf News mengutip warga Bahrain Salah mengatakan: “Ini merupakan tidakan amal yang hebat yang dapat membuat banyak orang bahagia dan puas karena faktor makanan, serta spiritual, terutama dalam bulan suci di mana orang-orang giat beramal.”

Kebanyakan kita kemungkinan tidak memiliki alat maupun tempat untuk meletakkan kulkas di luar rumah kita, namun tidak berarti kita tidak dapat membuat perubahan dalam hidup seseorang.

Tidak harus sesuatu yang besar – perbuatan baik yang sederhana dapat berdampak besar.

Berbagi dapat dilakukan sesederhana caffe sospeso atau gerakan “kopi tertunda”, yang dimulai dari sebuah kafe di Naples, Italia, lebih dari seabad yang lalu. Pelanggan membayar kopi mereka sekaligus satu kopi lain yang tidak dikonsumsi, yang dapat diminta oleh seseorang yang membutuhkan nantinya.

Konsep menyebar kebaikan tersebar ke bagian dunia lain. Di Singapura, Chope Food For The Needy lahir tahun lalu. Orang-orang yang membutuhkan dapat meminta makanan yang telah dibayar oleh pelanggan sebelumnya yang berbelanja di konter-konter yang turut berpartisipasi.

“Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: ‘Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan’. Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allan Maha Mengetahuinya.” (QS Al-Baqarah 2:215)

________________________________________

[i] Food and Agriculture Organization of the United Nations, ‘The State of Food Insecurity in the World 2013’, dapat dibaca di sini
[ii] Habib Toumi, ‘Man installs ‘charity fridge’ outside his house’, Gulf News, 6 May 2014, dapat dibaca di sini

Leave a Reply
<Modest Style