Modest Style

Buka Terowongan Bosphorus, Turki Wujudkan Mimpi Sultan

,
Feri Kadikoy bertolak dari pelabuhan Besiktas pada 28 Oktober 2013 di Istanbul. Turki, akan membuka terowongan laut pertama di dunia yang menghubungkan dua benua pada 29 Oktober 2013. ©AFP PHOTO/Bulent KILIC
Feri Kadikoy bertolak dari pelabuhan Besiktas pada 28 Oktober 2013 di Istanbul. Turki, akan membuka terowongan laut pertama di dunia yang menghubungkan dua benua pada 29 Oktober 2013. ©AFP PHOTO/Bulent KILIC

(ISTANBUL – AFP) – Turki Selasa (29/20)  akan membuka terowongan laut pertama di dunia yang menghubungkan dua benua, memenuhi mimpi sultan 150 tahun yang lalu. Tetapi mega proyek tersebut juga memicu sentimen anti-pemerintah baru-baru ini.

“Nenek moyang kita mengerjakannya (proyek). Menjadi tugas kita untuk mewujudkannya,” kata Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan dari terowongan rel di bawah Bosphorus yang menghubungkan sisi Eropa dan Asia kota Istanbul yang ramai.

Proyek berani ini pertama kali dibayangkan oleh Sultan Kekaisaran Ottoman, Abdoul Medjid, pada tahun 1860, tetapi ia tidak memiliki teknologi dan dana untuk mewujudkan idenya lebih lanjut.

Erdogan, mantan walikota Istanbul, menghidupkan kembali rencana itu pada tahun 2004 sebagai salah satu proyek konstruksi megahnya untuk kota itu yang juga mencakup bandara ketiga, sebuah kanal paralel, dan jembatan ketiga – semuanya dikecam sebagai “kefiraun-firaunan” oleh para kritikus.

Ambisinya menjadi sumber keresahan dalam protes massal anti-pemerintah yang melanda negara itu pada bulan Juni, di mana penduduk setempat mengeluh bahwa rencana pembangunan perkotaan sang perdana menteri mengusir orang-orang dari rumah mereka dan menghancurkan ruang hijau.

Meskipun secara resmi dibuka pada hari Selasa, terowongan kereta api itu tidak akan sepenuhnya operasional.

“Bagian yang berfungsi melayani akan sangat terbatas. Semua ditunda sampai jauh hari,” kata Tayfun Kahraman, presiden Istanbul Chamber of Urban Planners. “Kami bertanya-tanya mengapa peresmian ini terjadi begitu cepat.”

Perdana Menteri Shinzo Abe dari Jepang akan hadir pada pembukaan resmi, karena Bank of Japan adalah penanggung dana utama yang menyumbang 735 juta Euro ($1 miliar) untuk proyek yang diperkirakan telah menelan biaya tiga miliar euro.

Pembangunan terowongan yang terbentang sepanjang 1,4 kilometer di bawah Selat Bosphorus telah dijadwalkan berlangsung selama empat tahun tapi ditunda setelah serangkaian penemuan arkeologi besar.

Sekitar 40.000 benda digali dari situs itu, yang nampaknya berupa pemakaman sekitar 30 kapal Bizantium, armada abad pertengahan yang terbesar yang pernah diketahui.

Tapi penemuan tak terduga ini akhirnya membuat Erdogan frustrasi. Dua tahun yang lalu ia mengeluh bahwa artefak tersebut mengganggu rencananya untuk mengubah cakrawala kota Istanbul.

“Pertama (mereka mengatakan) ada benda-benda arkeologi, lalu ternyata pot-pot tanah liat, lalu ini, lalu itu. Apakah hal-hal ini lebih penting daripada rakyat?”

Terowongan ini berada lebih dari 50 meter di bawah dasar laut di daerah dengan aktivitas seismik yang kuat. Kanal yang dipendam ini dirancang tahan gempa.

Transportasi adalah masalah utama di Istanbul, yang memiliki populasi lebih dari 15 juta dan setiap hari dua juta di antaranya menyeberangi Bosphorus melalui dua jembatan yang biasanya macet.

“Dengan menciptakan sumbu transportasi antara titik timur dan barat kota, saya percaya (terowongan) itu akan meredakan masalah… dengan kapasitas penumpang 150.000 per jam,” kata walikota Istanbul Kadir Topbas.

“Ini proyek penting yang dibutuhkan kota… ini akan mengurangi gas rumah kaca,” tambah Kahraman.

Leave a Reply
<Modest Style