Modest Style

Biaya pembangunan ulang Gaza: Rp 91 triliun

,
TOPSHOTS-PALESTINIAN-GAZA-ISRAEL-CONFLICT
Warga Palestina duduk di dalam rumah mereka yang hancur sekembalinya mereka ke Tufahdi, timur Gaza City pada 31 Agustus 2014. Ketenangan kembali menyelimuti wilayah pesisir pada gencatan senjata 26 Agustus, dan warga Gaza perlahan mulai membangun kembali hidup mereka setelah perang berdarah 50 hari yang menghancurkan dan paling mematikan selama bertahun-tahun. Mahmud Hams/AFP

RAMALLAH (AFP) – Pembangunan kembali Jalur Gaza, yang hancur pada perang 50 hari dengan Israel, akan memakan biaya enam miliar euro (Rp91 triliun), menurut para ahli Palestina dalam sebuah laporan pada hari Kamis.

Badan Ekonomi Palestina untuk Pengembangan dan Pembangunan, sebuah badan Otoritas Palestina yang mengawasi implementasi proyek yang dibiayai para penyandang dana, menyebutkan bahwa prosesnya bisa berjalan selama “lima tahun jika Israel menghentikan blokade terhadap Gaza secara keseluruhan.”

Sejak 2006, Gaza telah menjadi korban blokade yang antara lain menghalangi masuknya bahan-bahan bangunan, yang bisa digunakan pejuang Palestina untuk membangun terowongan dan benteng.

Berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang baru-baru ini ditanda tangani di Kairo, pembatasan-pembatasan ini seharusnya dihilangkan, namun belum ada bahan-bahan yang telah diizinkan masuk ke perbatasan Gaza dengan Israel.

Wilayah pesisir tersebut, rumah bagi 1,8 juta orang dan berbatasan dengan Israel dan Mesir, diporak-porandakan antara tanggal 8 Juli dan 26 Agustus dalam perang ketiga selama enam tahun.

Konflik ini menyebabkan kematian lebih dari 2.140 warga Gaza, menghancurkan ribuan rumah, merusak parah satu-satunya pembangkit listrik wilayah tersebut, dan menghanguskan puluhan pabrik.

Namun perkiraan 1,8 juta hingga 2,2 juta ton puing hasil penghancuran gedung-gedung juga bisa digunakan untuk memperluas wilayah ke laut, menurut laporan yang disusun 13 ahli Palestina tersebut.

Sebuah konferensi penyandang dana internasional untuk pembangunan kembali Gaza rencananya akan diadakan akhir bulan ini di Mesir atau Norwegia.

Leave a Reply
<Modest Style