Modest Style

Angelina Jolie: Korban pemerkosaan ‘bukan aib’

,

Aktris AS dan duta khusus PBB Angelina Jolie pada awal Konferensi Dunia untuk Mengakhiri Kekerasan Seksual dalam Konflik yang berlangsung selama empat hari. AFP Photo / Carl Court

LONDON, 10 Juni 2014 (AFP) – Bintang Hollywood Angelina Jolie kemarin menyatakan bahwa konferensi dunia untuk mengakhiri kekerasan seksual dalam perang harus mengirimkan pesan bahwa menjadi korban pemerkosaan “bukan suatu aib” dan bahwa “pelakulah yang seharusnya merasa malu”.

Sekretaris Luar Negeri Inggris William Hague padam pembukaan konferensi empat hari di London tersebut mengatakan bahwa hanya “pria lemah atau rendahan” yang menyakiti wanita – pernyataan yang memancing sorakan hadirin.

Konferensi tersebut merupakan hasil dari kampanye dua tahun oleh duta khusus PBB Jolie dan Hague, yang telah mengunjungi Republik Demokrasi Kongo dan Bosnia untuk menemui para korban pemerkosaan semasa perang.

Dalam penyataan pembukanya di hadapan peserta konferensi Akhiri Kekerasan Seksual dalam Konflik, Jolie mengatakan bahwa ia dan Hague bertemu dengan seorang wanita di Bosnia yang masih merasa sangat malu menceritakan pada putranya bahwa ia telah diperkosa.

“Hari ini didedikasikan untuknya,” ujar Jolie. “Kita yakin konferensi ini bukan konferensi biasa.”

Dalam sebuah pidato yang disambut tepukan meriah, Jolie mengatakan: “Kita harus menyampaikan pesan ke seluruh dunia bahwa menjadi korban kekerasan seksual bukan suatu aib, bahwa pelakulah yang seharusnya merasa malu.”

Ia mengatakan pendapat yang menyatakan bahwa pemerkosaan tidak terhindarkan dalam perang adalah sebuah “mitos’.

“Tidak ada yang tidak terhindarkan soal pemerkosaan, pemerkosaan adalah senjata perang yang ditujukan pada penduduk sipil. Pemerkosaan tidak ada hubungannya dengan hubungan seks, namun sangat berhubungan dengan kekuatan,” ujar bintang “A Mighty Heart” ini.

Jolie mengatakan bahwa ia telah bertemu dengan korban pemerkosaan di berbagai negara, termasuk Afghanistan dan Somalia, dan mereka “sama saja seperti kita, namun dengan satu perbedaan penting”.

“Kita tinggal di negara-negara yang aman dengan dokter-dokter yang dapat dikunjungi saat sakit, polisi yang dapat didatangi saat kita dirugikan, dan lembaga-lembaga yang melindungi kita. Mereka tinggal di kamp-kamp pengungsian, di jalan-jalan yang hancur karena bom, di tempat-tempat di mana tidak ada hukum, perlindungan, dan bahkan harapan akan adanya keadilan.”

Jolie mengatakan bahwa masyarakat internasional berusaha agar “keadilan menjadi norma”.

Ia meminta pencegahan pemerkosaan dalam konflik disertakan dalam pelatihan seluruh angkatan bersenjata, pasukan perdamaian, dan anggota kepolisian.

“Sudah terlalu lama masalah ini dianggap sebagai suatu hal yang tabu,” ujarnya.

Jolie mengatakan stigma yang ada menyebabkan korban menderita rasa “malu” dan “tidak berharga”.

“Hal ini mengembangkan kebodohan, seperti pemahaman bahwa pemerkosaan ada hubungannya dengan dorongan seksual normal. Namun yang terpenting, semua itu membuat pelaku dapat melenggang bebas. Mereka merasa berada di atas hukum karena hukum yang ada jarang menyentuh mereka dan masyarakat menoleransi mereka.”

Hague mengumumkan bahwa Inggris akan mengeluarkan £6 juta lagi untuk membantu para korban kekerasan seksual dalam konflik.

Sekretaris Negara AS John Kerry, yang akan menghadiri konferensi pada hari Jumat, mengatakan delegasi dari 117 negara ingin “menghapus kekerasan seksual dalam catatan sejarah”.

Konferensi tersebut juga terdiri dari 150 acara yang tebuka untuk umum dengan harapan dapat menjadi sebuah langkah besar untuk mengingkatkan kesadaran.

Hampir 150 lembaga pemerintah mensponsori deklarasi komitmen untuk menghentikan kekerasan seksual dalam konflik.

Penyelenggara juga ingin meningkatkan dan memperbaiki dokumentasi pemerkosaan di wilayah perang agar lebih banyak kasus dapat diperkarakan.

Liesl Gerntholtz, dari Pengawasan Hak Azasi Manusia, menyatakan pada AFP bahwa meski kebanyakan korban adalah wanita dan anak perempuan, “semakin banyak bukti riset dan dokumentasi yang jelas menunjukkan bahwa pria juga menjadi sasaran”.

Hague dan Jolie akan meluncurkan protokol internasional hari ini.

Di sela konferensi pada hari Kamis, Hague akan memimpin pertemuan tingkat tinggi untuk membahas keamanan di utara Nigeria berkenaan dengan adanya penculikan ratusan siswi oleh gerakan Boko Haram yang terkait dengan Al-Qaeda.

Leave a Reply
<Modest Style