Modest Style

Aksi warga Tunisia untuk gadis yang dibakar ayahnya

,

Perempuan Tunisia membawa spanduk saat melakukan gerak jalan bisu mengenang gadis berusia 13 tahun yang dibakar oleh ayahnya dalam pembunuhan atas nama kehormatan. AFP Photo / Fethi Belaid

TUNIS, 19 Juni 2014 (AFP) – Sebanyak 300 orang melakukan gerak jalan di Tunisia pada hari Kamis untuk mengutuk perbuatan seorang pria yang diduga membakar putrinya yang berusia 13 tahun hingga tewas karena berjalan dengan seorang lelaki.

“Katakan tidak pada kekerasan terhadap wanita dan anak”, “Tidak ada tempat yang aman”, dan “Eya adalah korban ekstremisme dan fanatisme” adalah sebagian dari pesan yang tertulis di spanduk demonstrasi, yang disebut “Gerak jalan bisu untuk Eya”.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, ayah gadis tersebut bulan lalu menyemprotnya dengan bensin dan membakarnya setelah melihat Eya berada di jalan dengan seorang lelaki, ujar juru bicara jaksa penuntut umum Allala Rhouma kepada AFP.

Pria tersebut telah dipenjara dan Eya, yang tinggal di Tunis, meninggal di rumah sakit beberapa hari kemudian.

Penyelidikan untuk menentukan penyebab kematian Eya yang sebenarnya masih berlangsung, dan ayahnya sedang berada dalam pemeriksaan psikiatris, ujar Rhouma.

“Ini merupakan tindak kejahatan yang menjijikkan dan menyeramkan. Gerak jalan ini adalah teriakan kesengsaraan. Saya benar-benar merasa takut atas masa depan anak-anak kami,” ujar salah satu pendemo, Radhia Ammar.

Penyelenggara mendesak otoritas dan masyarakat sipil Tunisia untuk “bertindak agar tindak kejahatan semacam ini tidak pernah mendapat toleransi, tidak pernah menjadi berterima”, dan untuk melindungi hak azasi wanita dan anak-anak “terhadap seluruh penyerangan fisik maupun lisan yang terjadi di balik topeng bimbingan”.

Leave a Reply
<Modest Style