Modest Style

Keyakinan Berbeda Bersatu Melawan Perbudakan

,
(Dari kiri) Uskup Anglikan Davis John Moxon, miliarder tambang Andrew Forest, Uskup Katolik dan Rektor Pontificial Academy of Sciences Marcelo Sanchez Sorondo, dan Penasihat Imam Besar Universitas al-Azhar Mahmoud Azab pada penandatanganan perjanjian “Jaringan Kebebasan Global”. AFP Photo / Andreas Solaro
(Dari kiri) Uskup Anglikan Davis John Moxon, miliarder tambang Andrew Forest, Uskup Katolik dan Rektor Pontificial Academy of Sciences Marcelo Sanchez Sorondo, dan Penasihat Imam Besar Universitas al-Azhar Mahmoud Azab pada penandatanganan perjanjian “Jaringan Kebebasan Global”. AFP Photo / Andreas Solaro

VATICAN CITY, 17 Maret 2014 (AFP) – Katolik, Anglikan dan Muslim minggu lalu bersatu dalam melawan perbudakan dengan peluncuran sebuah jaringan global untuk mengatasi perdagangan manusia, prostistusi paksaan, dan pekerja anak.

Jaringan Kebebasan Global (Global Freedom Network), yang digagas pengusaha Australia miliarder Andrew Forest, akan mendesak pemerintahan dan perusahaan untuk membebaskan para lelaki, perempuan, dan anak-anak dari belenggu perbudakan di seluruh dunia pada 2020.

“Kini, eksploitasi ekonomi sesama manusia menyebabkan hampir 30 juta orang terjebak perbudakan, lebih banyak dari kapan pun sepanjang sejarah manusia,” ujar Forest pada acara peluncuran.

Vatikan, Komuni Anglikan, dan Universitas Islam al-Azhar memimpin inisiatif tersebut, yang “menyatukan hampir tiga miliar anggota masyarakat beragama – hampir setengah populasi dunia – dan akan mengajak seluruh keyakinan beragama untuk bergabung,” ia menambahkan.

Dalam mengatasi ketegangan hubungan antara Vatikan dan al-Azhar, yang memburuk pada masa pemerintahan Paus Benedict XVI, jaringan tersebut mempertemukan Paus Francis, Uskup Agung Canterbury Justin Welby, dan Imam Besar al-Azhar Ahmed el-Tayeb.

Perwakilan ketiganya bertemu di Vatikan untuk menandatangani inisiatif yang disebut Forest akan menyatukan “jutaan gereja dan masjid dalam satu laskar besar untuk berperang melawan perbudakan”.

Jaringan tersebut akan meminta 50 perusahaan terbesar dunia untuk membasmi eksploitasi pekerja dalam rantai distribusi mereka dan meminta 20 negara paling maju untuk mengumpulkan dana global untuk membiayai program penanganan perbudakan.

“Terdapat berbagai macam bentuk perbudakan di seluruh sektor industri,” ungkap Forest, yang telah mendapatkan dukungan dari rekan miliarder Bill Gates dan Richard Branson.

Mahmoud Azab, mewakili al-Azhar, menyebutkan pada AFP bahwa jaringan tersebut merupakan “seruan keras terhadap keegoisan negara-negara kaya, terhadap masyarakat materialistis yang harus menghentikan setiap bentuk agresi terhadap umat manusia”.

“Perbudakan dan perdagangan manusia modern merupakan salah satu skandal terbesar dan tragedi masa kini, yang menyentuh setiap bagian dunia dalam satu dan lain cara,” ujar David John Moxon, yang mewakili Welby.

Pada 2013, Walk Free Foundation menerbitkan Indeks Perbudakan Global, mencakup seluruh bentuk perbudakan dari perdagangan manusian hingga paksaan menikah pada anak, yang memperkirakan bahwa 29,8 juta orang hidup di bawah bayang-bayang perbudakan di seluruh dunia.

Negara Afrika barat Mauritania menduduki posisi tertinggi dalam praktek perbudakan, diikuti oleh Haiti dan Pakistan.

Leave a Reply
<Modest Style