Modest Style

Kepala Dokter Hewan Inggris Minta Penyembelihan Halal Lebih Manusiawi

,
000_Del6256712
Menurut, Presiden terpilih Asosiasi Dokter Hewan Inggris John Blackwell, penyembelihan halal dan kosher menyebabkan lima atau enam detik rasa sakit pada hewan, yang dianggap terlalu lama. AFP Photo / Aamir Qureshi

LONDON, 6 Maret 2014 (AFP) – Kepala baru lembaga dokter hewan profesional Inggris kemarin meminta praktek penyembelihan hewan tradisional Yahudi dan Muslim dilarang jika keduanya tidak dapat menggunakan metode yang dianggap lebih manusiawi.

John Blackwell, presiden terpilih Asosiasi Dokter Hewan Inggris (British Veterinarian Association, BVA), menyatakan membiarkan hewan mengeluarkan darah hingga mati untuk mendapat daging halal dan kosher menyebabkan penderitaan tidak perlu.

Dalam sebuah wawancara dengan koran The Times, ia mendorong Muslim dan Yahudi membius domba, unggas, dan hewan ternak sebelum menyayat tenggorokan. Jika para kelompok kepercayaan tersebut tidak memenuhi permintaan tersebut secara sukarela, Blackwell meminta pemerintah Inggris mempertimbangkan mengikuti jejak Denmark yang melarang penyembelihan hewan yang tidak disetrum terlebih dahulu.

Blackwell menyatakan bahwa ia menghormati kepercayaan agama namun “pelarangan unilateral Denmark (dilakukan) sepenuhnya untuk kesejahteraan hewan, yang merupakan hal yang benar [untuk dilakukan]. Kita mungkin perlu melakukan hal yang sama.

“Akan lebih produktif jika kita dapat bekerja sama dan bukannya menuding, ‘Anda tidak dapat melakukan itu’. (Karena jika tidak) larangan mungkin menjadi satu-satunya jalan untuk mengemukakan masalah ini.”

The Times menyebutkan lebih dari 600.000 hewan mengeluarkan darah hingga mati dalam penjagalan agamis di Inggris setiap pekan, sementara pasar produk halal diperkirakan bernilai mencapai £2 miliar (Rp 37,5 triliun). Disebutkan pula bahwa kebanyakan hewan yang dijual sebagai produk halal disetrum sebelum disembelih, hal yang tidak diketahui kebanyakan pembeli Muslim.

Blackwell menyatakan penyembelihan halal dan kosher menyebabkan “lima atau enam detik” rasa sakit pada hewan, waktu yang “terlalu lama”. “Mereka akan merasakan sayatannya,” ujarnya. “Mereka akan merasakan luka besar pada jaringan di leher. Mereka akan merasakan aroma darah yang akan mereka hirup sebelum kehilangan kesadaran.”

Blackwell mengatakan bahwa hal tersebut adalah “satu dari masalah terpenting” yang menjadi perhatian ahli bedah hewan.

BVA, dengan sekitar 14.000 anggota, telah bertahun-tahun berkampanye untuk penyetruman hewan sebelum penyembelihan.

Ramadhan Foundation, sebuah organisasi Muslim yang bertujuan menanamkan pemahaman di antara non-Muslim, mengecam pernyataan Blackwell sebagai “pemukulrataan”. “Masyarakat Muslim dan Yahudi bersatu untuk melawan kampanye fanatis yang berusaha menghalangi hak kami mempraktekkan keyakinan kami yang berkaitan dengan daging halal dan kosher,” ujar kepala eksekutif Mohammed Shafiq. “Beberapa mungkin menyatakan hal ini adalah tentang kesejahteraan hewan namun Yahudi dan Muslim tahu bahwa ini adalah sebuah alasan bagi rasisme dan fanatisme.”

Leave a Reply
<Modest Style