Modest Style

Karakter Komik Terbaru Marvel Menampilkan Remaja Pakistan-Amerika

,
Sebaran gambar-seni karya Sara Pichelli, yang diterima tanggal 7 November 2013 ini menampilkan sampul depan dari “Ms. Marvel” dari Marvel Comics. Januari mendatang, Marvel Comics, penerbit dari “Spiderman”, “Hulk” dan “Captain America” akan meluncurkan komik bulanan teranyar Ms. Marvel, yang akan menokohkan karakter gadis 16 tahun, Kamala Khan, seorang remaja muslim Pakistan-Amerika yang bermukim di New Jersey. Layaknya remaja lain, kesempatan baginya terbentang luas dan ia penuh dengan potensi, namun pengharapan tinggi kedua orangtuanya hadir sebagai beban berat di pundaknya dan memaksa Kamala menekuni masa depan yang tidak diminatinya. “Pada dasarnya, Kamala hanyalah seorang gadis 16 tahun, yang sedang menggali beragam sudut pandang perihal identitasnya saat ia secara mendadak dianugerahi kekuatan super yang membuatnya harus menjalani petualangan seumur hidupnya,” ujar kepala editor Marvel Comics, Axel Alonso. FOTO AFP / SARA PICHELLI / MARVEL ENTERTAINMENT, LLC / HO
Sebaran gambar-seni karya Sara Pichelli, yang diterima tanggal 7 November 2013 ini menampilkan sampul depan dari “Ms. Marvel” dari Marvel Comics. Januari mendatang, Marvel Comics, penerbit dari “Spiderman”, “Hulk” dan “Captain America” akan meluncurkan komik bulanan teranyar Ms. Marvel, yang akan menokohkan karakter gadis 16 tahun, Kamala Khan, seorang remaja muslim Pakistan-Amerika yang bermukim di New Jersey. Layaknya remaja lain, kesempatan baginya terbentang luas dan ia penuh dengan potensi, namun pengharapan tinggi kedua orangtuanya hadir sebagai beban berat di pundaknya dan memaksa Kamala menekuni masa depan yang tidak diminatinya. “Pada dasarnya, Kamala hanyalah seorang gadis 16 tahun, yang sedang menggali beragam sudut pandang perihal identitasnya saat ia secara mendadak dianugerahi kekuatan super yang membuatnya harus menjalani petualangan seumur hidupnya,” ujar kepala editor Marvel Comics, Axel Alonso. FOTO AFP / SARA PICHELLI / MARVEL ENTERTAINMENT, LLC / HO

WASHINGTON, 7 November 2013 (AFP) – Marvel — raksasa komik AS yang berada di balik nama-nama besar Spiderman, The Hulk, Captain America dan banyak lainnya – memperkenalkan Ms. Marvel, namun kali ini ia adalah seorang remaja muslim Pakistan-Amerika dari New Jersey.

Komik bulanan teranyar, yang akan tampil perdana di bulan Februari, akan memberikan karakter klasik ini sebuah alter ego baru: Kamala Khan, demikian disampaikan pihak Marvel dalam jumpa pers.

Kamala “hanya seorang gadis 16 tahun, yang sedang menggali beragam sudut pandang perihal identitasnya saat ia secara mendadak dianugerahi kekuatan super yang membuatnya harus menjalani petualangan seumur hidupnya,” ujar kepala editor Marvel Comics, Axel Alonso.

Penulis utamanya G. Willow Wilson, adalah seorang perempuan Amerika yang berpindah keyakinan menjadi penganut Islam dan telah menuliskan beberapa buku komik juga artikel-artikel tentang agama modern.

Ia berkata bahwa ia menelusuri masa-masa remajanya sendiri demi serial baru ini, bertujuan untuk menciptakan sebuah karakter Ms. Marvel yang “bukan rekayasa, sesuatu yang bisa akrab dengan kehidupan nyata orang pada umumnya, terutama remaja.”

“Karya ini dipersembahkan bagi para remaja putri culun di luar sana, dan siapa pun yang pernah merasakan tersisih dalam kehidupannya,” ujarnya.

Ilustrasinya akan dikerjakan oleh Adrian Alphona.

Ms. Marvel versi lama tampil berambut pirang, mayor Angkatan Udara bermata biru, bernama Carol Danvers, yang kemudian bermetamorfosis menjadi Captain Marvel.

Kamala akan menukar pakaian sehari-harinya, sepatu kets dan baju hangat gombrong, dengan kostum superhero klasik, celana ketat warna merah dan terusan mini warna biru.

Bagi editor serial ini, Sana Amanat, inspirasi karakter Kamala datang dari “sebuah hasrat untuk mengeksplorasi penyebaran muslim-Amerika dari sudut pandang otentik.”

Namun, lanjutnya, “kisah ini bukan tentang apa artinya menjadi seorang muslim, orang Pakistan atau Amerika.”

“Ini sepenuhnya sebuah kisah tentang apa artinya menjadi muda, tersesat di tengah-tengah ekspektasi yang dibebankan pada kita, dan apa yang terjadi jika kita harus memilih,” demikian ucapnya.

Leave a Reply
<Modest Style