Modest Style

Jumlah anak-anak Palestina di sel isolasi Israel meningkat

,
Anak-anak yang ditahan oleh tentara Israel dilaporkan “menjalani isolasi”. AFP Photo
Anak-anak yang ditahan oleh tentara Israel dilaporkan “menjalani isolasi”. AFP Photo

YERUSALEM, 12 Mei 2014 (AFP) – Israel meningkatkan jumlah anak Palestina yang ditahan di sel isolasi, ungkap sebuah kelompok hak azasi anak internasional dalam sebuah laporan yang diterbitkan kemarin.

Laporan tersebut muncul hanya beberapa bulan setelah tentara Israel, yang berada di bawah tekanan internasional untuk mengadakan reformasi, menyetujui uji coba perlakuan alternatif untuk anak-anak yang ditahan di Tepi Barat.

Pada satu dari lima kasus yang dicatat oleh Defence for Children International pada tahun 2013, anak-anak yang ditahan untuk diinterogasi oleh tentara dilaporkan “menjalani isolasi”, ujar DCI dalam sebuah pernyataan.

Angka ini menunjukkan kenaikan dua persen dari angka tahun 2012, ungkapnya.

“Penggunaan isolasi pada anak-anak Palestina sebagai alat interogasi sedang menjadi tren yang berkembang,” ujar Ayed Abu Eqtaish dari DCI di wilayah Palestina. “Hal ini merupakan pelanggaran hak azasi anak dan masyarakat internasional harus menuntut keadilan dan pertanggungjawaban.”

DCI mengatakan: “Secara global, pelaku kejahatan anak dan remaja seringkali ditempatkan di sel isolasi baik sebagai upaya pendisiplinan atau untuk memisahkan mereka dari populasi dewasa. Penggunaan sel isolasi oleh Israel tidak terlihat memiliki keterkaitan dengan tindakan disipliner, proteksi, atau medis manapun.”

Riset oleh DCI mengikutsertakan pernyataan tersumpah dari 98 anak Palestina berusia 13 hingga 17 tahun.

Pada bulan Oktober, Badan PBB untuk Anak-Anak (UNICEF) menyebutkan bahwa Israel telah menyetujui uji coba perlakuan alternatif untuk anak-anak Palestina yang ditahan di Tepi Barat, termasuk memberikan surat panggilan dan bukannya menangkap anak-anak dari rumah mereka di malam hari.

Namun UNICEF mengatakan bahwa pelanggaran yang “terus dilakukan” oleh para tentara marak terjadi serta mencakup kekerasan fisik dan verbal.

Berdasarkan temuan UNICEF, sejak sepuluh tahun terakhir tentara Israel telah menangkap, menginterogasi, dan menghukum sekira 7.000 anak dengan rentang usia 12 hingga 17 tahun, kebanyakan di antaranya laki-laki. Angka tersebut sama dengan “rata-rata dua anak setiap hari.”

Leave a Reply
<Modest Style