Modest Style

Inggris Belajar dari Asia Menangani Lansia

,
Warga Inggris pensiunan, Ronald Woolf, 84, mengamati alat olahraga pasca pembukaan resmi taman rekreasi untuk pensiunan yang pertama di Taman Hyde, London tanggal 19 Mei 2010, yang bertujuan untuk membantu kaum lansia agar tetap menjalani kehidupan aktif dan sehat di masa tuanya – populer di Cina namun baru pertama kali ada di London. FOTO AFP / Adrian Dennis
Warga Inggris pensiunan, Ronald Woolf, 84, mengamati alat olahraga pasca pembukaan resmi taman rekreasi untuk pensiunan yang pertama di Taman Hyde, London tanggal 19 Mei 2010, yang bertujuan untuk membantu kaum lansia agar tetap menjalani kehidupan aktif dan sehat di masa tuanya – populer di Cina namun baru pertama kali ada di London. FOTO AFP / Adrian Dennis

LONDON, 18 Oktober 2013 (AFP) – Ratusan ribu warga lansia Inggris  telah diabaikan oleh masyarakat, demikian menteri kesehatan menyampaikan pada hari Jumat, sambil mengatakan bahwa orang-orang sebaiknya meniru Jepang dan Cina untuk belajar perihal cara mengelola “aib nasional” ini.

Survei mengindikasikan adanya 800.000 warga yang “mengalami kesepian kronis”, sementara lima juta warga lainnya mengatakan bahwa TV adalah kawan utama mereka, disampaikan Jeremy Hunt, Menteri Kesehatan.

“Jutaan warga yang terabaikan hidup di sekeliling kita – tersisih layaknya aib negara,” ujarnya.

Seperti negara-negara lainnya, Inggris berjuang mengatasi tantangan perihal populasi lansianya.

Kepedulian terhadap layanan sosial telah ditingkatkan dalam bulan-bulan terakhir terkait serangkaian skandal penyiksaan dan penelantaran di rumah-rumah jompo, yang menjadi hunian bagi 400.000 orang di Inggris.

Sebuah laporan baru-baru ini juga menyalakan peringatan tentang perawatan di rumah sendiri yang diselenggarakan oleh pemerintah lokal kepada warganya, menguak kenyataan bahwa tiga-perempat petugas perawat resmi hanya menghabiskan 15 menit dengan masing-masing pasiennya.

Hunt menyampaikan bahwa pemerintah telah mengambil tindakan namun menyatakan: “Ada permasalahan yang lebih luas dari sekadar persoalan kesepian yang dalam kehidupan  serba-sibuk ini kita sebagai sebuah masyarakat benar-benar gagal mengatasinya.”

Ia menyampaikan bahwa Inggris harus mencari inspirasi ke Jepang dan Cina di mana “sebuah hal yang normal bagi warga senior untuk tinggal bersama anak-anak dan keluarganya”.

“Istri saya adalah keturunan Cina dan saya terkesima dengan ketakziman dan rasa hormat kepada orang-orang yang lebih tua dalam budaya Asia,” ungkapnya.

Hunt menambahkan: “Jika kita mau mengatasi tantangan perihal masyarakat lansia, kita harus mengambil pelajaran darinya – dan membenahi serta memaknai kembali kontrak sosial antargenerasi.

“Dan meski mungkin terdengar canggung, perubahan hanya akan dimulai lewat perlakuan personal kita kepada orangtua dan kakek-nenek kita masing-masing.”

Leave a Reply
<Modest Style