Modest Style

Indonesia Menggelar ‘Jawaban Islam terhadap Miss World’

,
INDONESIA, JAKARTA : Para kontestan ajang Muslimah World, Nanzin Sultana Liza (T, kerudung merah) dari Bangladesh, Obabiyi Aishah (Ka) dari Nigeria dan yang lainnya dari Indonesia berpartisipasi dalam jalan-santai di Jakarta tanggal 15 September 2013. Kontes Muslimah World akan diselenggarakan tanggal 18 September di ibukota Indonesia, Jakarta, adalah ‘Jawaban Islam terhadap Miss World’, ujar sang pencetus kontes Eka Shanti tanggal 15 September 2013. FOTO AFP / ADEK BERRY
INDONESIA, JAKARTA : Para kontestan ajang Muslimah World, Nanzin Sultana Liza (T, kerudung merah) dari Bangladesh, Obabiyi Aishah (Ka) dari Nigeria dan yang lainnya dari Indonesia berpartisipasi dalam jalan-santai di Jakarta tanggal 15 September 2013. Kontes Muslimah World akan diselenggarakan tanggal 18 September di ibukota Indonesia, Jakarta, adalah ‘Jawaban Islam terhadap Miss World’, ujar sang pencetus kontes Eka Shanti tanggal 15 September 2013. FOTO AFP / ADEK BERRY

Oleh Angela Dewan: JAKARTA, 14 September 2013 (AFP) – Kontes kecantikan Miss World, yang telah memicu penolakan sengit oleh kelompok Islam garis keras di negara penyelenggara Indonesia, kini menghadapi tantangan baru – kontes tandingan yang diadakan eksklusif untuk umat muslim.

Kontes Muslimah World digelar hari Rabu di ibukota Indonesia, Jakarta, yang merupakan ‘Jawaban Islam terhadap Miss World’, demikian tutur pencetusnya Eka Shanti pada hari Sabtu.

‘Muslimah World adalah kontes kecantikan, namun persyaratannya sangat berbeda dengan Miss World – harus shalehah, menjadi panutan positif dan menunjukkan bagaimana menyeimbangkan kehidupan spiritual dalam dunia modern masa kini,’ Shanti menyampaikan kepada AFP.

Kontes ini adalah respons terkini menentang Miss World, yang telah meniadakan pemakaian bikini dari babak fesyen-pantai dan telah menuai protes selama lebih dari sebulan lamanya dari muslim garis-keras yang menuntut pagelaran itu dihentikan.

Kelompok radikal telah membakar boneka tiruan serupa para penyelenggaranya dan menjuluki kontes itu sebagai tindak ‘erotis’ dan ‘pornografi’.

Dua puluh finalis Muslimah World dipilih dari lebih dari 500 kontestan, yang berpartisipasi dalam babak penilaian online, membacakan ayat-ayat Al Quran dan menuturkan pengalamannya mengenakan kerudung Islami, sebuah persyaratan dari kontes ini.

Para finalis, dari Iran, Malaysia, Brunei, Bangladesh, Nigeria dan Indonesia, akan memamerkan fesyen Islami yang dikatakan Shanti sebagai sebuah kesempatan untuk menunjukkan para perempuan muslimah muda bahwa mereka tak perlu mempertontonkan bagian-bagian ‘aurat’ mereka – termasuk rambut dan bahu terbuka – untuk menjadi cantik.

Namun Shanti mengatakan tidak mendukung upaya para pengikut garis-keras untuk membatalkan penyelenggaraan kontes Miss World, mengingat bahwa Indonesia adalah negara majemuk yang terdiri dari penganut beragam keyakinan.

‘Kami tak ingin sekadar berteriak “tidak” terhadap Miss World. Kami lebih memilih untuk menunjukkan kepada putra-putri kami bahwa mereka punya pilihan. Apakah kalian ingin seperti perempuan di ajang Miss World? Atau mereka yang mengikuti Muslimah World?’ ujar Shanti.

Para finalis Muslimah World akan disambut dengan hangat, bersama ratusan perempuan berkerudung yang direncanakan akan ambil bagian dalam aksi yang mereka sebut sebagai ‘pawai keanggunan’ hari Minggu untuk menyambut para kontestan dan menawarkan suara moderat atas perdebatan tersebut, kata Shanti.

Sebaliknya, para kontestan Miss World menjadi bahan cemoohan pada hari Sabtu, dengan hadirnya 300 anggota kelompok radikal Front Pembela Islam (FPI) yang berkumpul di ibukota, mengacungkan poster yang bertuliskan ‘Miss World adalah kontes para pelacur’.

Pihak pemerintah menyerah kepada para pengikut garis-keras minggu lalu dan mengumumkan bahwa ajang final Miss World akan dipindahkan dari daerah pinggiran Jakarta menuju pulau resor Bali, di mana kontes telah dimulai minggu lalu tanpa adanya penolakan dari penganut mayoritas Hindu di sana.

Kendati ada keputusan untuk menempatkan seluruh aktivitas Miss World di luar pulau Jawa dengan penduduk mayoritas muslim, pemrotes dari kelompok Islam Hizbut Tahrir Indonesia tetap berdemo pada hari Sabtu di kota Jawa Tengah, Yogyakarta, di mana rencananya para kontestan akan mengunjungi daerah tersebut namun dipaksa untuk membatalkan perjalanan mereka.

‘Miss World sama sekali tak diterima di Indonesia,’ demikian disampaikan seorang juru bicara perempuan untuk organisasi itu di Yogyakarta.

Grup MNC, penyelenggara dan penyiar Miss World, menyampaikan minggu ini bahwa mereka tidak sepakat dengan keputusan pihak pemerintah dan mengatakan bahwa ‘mustahil’ untuk mengadakan pemindahan di saat-saat terakhir.

Keputusan untuk membatasi aktivitas Miss World di Bali adalah kemenangan terkini bagi kelompok Islam minoritas, yang telah bertambah kekuatan dan berhasil mengubah rencana atau menggagalkan beberapa acara yang mereka cap sebagai tidak-Islami dalam beberapa tahun belakangan.

Tahun lalu, bintang pop sensasional Lady Gaga membatalkan konsernya setelah kelompok garis-keras mengancam akan membakar lokasi pelaksanaan dan mengkritiknya karena hanya mengenakan ‘penutup-dada dan celana dalam’.

Leave a Reply
<Modest Style