Modest Style

Indonesia memblokir Vimeo

,
Indonesia menuduh Vimeo sebagai wadah konten pornografi. Foto AFP
Indonesia menuduh Vimeo sebagai wadah konten pornografi. Foto AFP

JAKARTA, 13 Mei 2014 (AFP) – Indonesia mengadakan pemblokiran terhadap sebuah situs berbagi video populer, Vimeo, setelah menuding situs tersebut menyebarkan konten porno.

Kementerian komunikasi mengumumkan bahwa situs berbasis di AS akan diblokir mengikuti penemuan laman Vimeo dengan nama seperti “Art of Nakedness” dan “Nudie Cutie”, yang menampilkan wanita bugil dan hampir bugil.

“Baru-baru ini kami menerima laporan dari masyarakat tentang situs yang menampilkan konten negatif dan porno… Salah satunya adalah situs Vimeo.com,” ujar kementerian dalam sebuah pernyataan yang dirilis Senin lalu.

Kementerian yang dipimpin oleh Menteri Komunikasi Tifatul Sembiring, yang telah menggerakkan kampanye melawan konten vulgar di internet, mengatakan bahwa Vimeo telah ditambahkan ke dalam daftar berisi 119 situs lain yang diblokir karena berisi konten porno.

Melalui akun Twitternya, Vimeo mengumumkan bahwa situsnya “diblokir dari beberapa pengguna Indonesia, namun hal tersebut hanya berlaku di Indonesia dan kami tidak dapat membukanya”.

Beberapa pengguna tampaknya masih memiliki akses pagi kemarin, namun juru bicara kementerian menyatakan bahwa seluruh penyedia layanan internet harus mematuhi keputusan pemerintah.

Indonesia, Negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, mencanangkan hukum anti pornografi yang ketat pada tahun 2008 yang menetapkan karya apapun yang dianggap vulgar sebagai tindak kejahatan.

Pengguna media sosial Indonesia bereaksi keras terhadap berita pemblokiran situs yang menyediakan layanan untuk berbagai jenis video yang diunggah oleh anggota.

“Ini gila… Dunia akan menertawakan Indonesia karena menganggap Vimeo sebagai situs porno,” ujar sebuah tweet dari Savic Ali.

Pengguna Twitter lain, Adi Dzikrullah Bahri, mengatakan: “Sayang sekali… Banyak orang mengunggah video mendidik dan kreatif di Vimeo.”

Peraturan Vimeo menyatakan bahwa situs tersebut “tidak mengizinkan video yang (dalam banyak kasus) berisi penggambaran ketelanjangan atau tindakan seksual yang terang-terangan”. Namun ditambahkan pula bahwa situs tersebut mengizinkan “penggambaran ketelanjangan dan seksualitas yang memiliki tujuan kreatif, artistik, estetik, atau naratif yang jelas”.

Pada 2011, produsen ponsel pintar Blackberry memblokir akses ke situs porno di Indonesia untuk menindaklanjuti ancaman pemerintah untuk menarik izin operasinya. Pemblokiran tersebut masih berlaku.

Leave a Reply
<Modest Style