Modest Style

Indonesia Larang Pemutaran ‘Noah’ Karena Alasan Keagamaan

,
Reklame “Noah”, film epik yang terinspirasi dari kisah Injil, yang dibintangi oleh Russell Crowe terlihat pada 11 Maret 2014 di Hollywood, California. Badan Islam kenamaan Mesir menyatakan bahwa film Hollywood berbiaya besar yang dibintangi oleh Russell Crowe tersebut tidak agamis dan tidak boleh ditayangkan di negara tersebut. Institut Al-Azhar, salah satu otoritas Islam Sunni utama di wilayah tersebut, menyebutkan bahwa film tersebut, yang dijadwalkan untuk diputar mulai 26 Maret di Mesir, menyinggung Islam dengan membuat penggambaran seorang nabi. AFP Photo / Robyn Beck
Reklame “Noah”, film epik yang terinspirasi dari kisah Injil, yang dibintangi oleh Russell Crowe terlihat pada 11 Maret 2014 di Hollywood, California. Badan Islam kenamaan Mesir menyatakan bahwa film Hollywood berbiaya besar yang dibintangi oleh Russell Crowe tersebut tidak agamis dan tidak boleh ditayangkan di negara tersebut. Institut Al-Azhar, salah satu otoritas Islam Sunni utama di wilayah tersebut, menyebutkan bahwa film tersebut, yang dijadwalkan untuk diputar mulai 26 Maret di Mesir, menyinggung Islam dengan membuat penggambaran seorang nabi. AFP Photo / Robyn Beck

JAKARTA, 25 Maret 2014 – Indonesia telah melarang pemutaran film “Noah” (Indonesia: Nuh), epik Hollywood yang terinspirasi dari kisah Injil yang dibintangi oleh Russell Crowe, ungkap pihak badan sensor pada hari Selasa. Indonesia menjadi negara Muslim terakhir yang melarang pemutaran film tersebut dengan alasan film tersebut bertentangan dengan nilai keislaman.

Badan sensor negara dengan penduduk Muslim terbesar dunia tersebut mengatakan bahwa mereka memutuskan melarang pemutaran film yang direncanakan rilis hari Jumat tersebut karena penggambaran para nabi terlarang dalam hukum Islam.

Selain merupakan tokoh Injil, Nuh juga adalah seorang nabi bagi umat Muslim.

“Kami melarang pemutaran film tersebut di Indonesia,” Zainut Tauhid Saadi, anggota Badan Sensor Indonesia, menyatakan pada AFP.

“Penggambaran visual seorang nabi terlarang dalam Islam,” ujarnya, kemudian menambahkan: “Film tersebut akan menyinggung baik umat Kristiani dan Muslim.”

Film yang diluncurkan oleh rumah film Paramount dan dibuat berdasarkan kisah bahtera Nuh, dibintangi oleh Crowe sebagai Nuh dan disutradarai oleh Darren Aronofsky tersebut telah lebih dulu dilarang diputar di Qatar, Bahrain dan Uni Emirat Arab.

Badan keislaman ternama Mesir, institut Al-Azhar, telah menyerukan untuk tidak memutar “Noah” di negara tersebut.

Film yang sama juga telah membuat murka beberapa institusi Kristiani di Amerika Serikat karena penggambaran Nuh yang tidak biasa oleh Crowe.

Kontroversi yang masih berlanjut terkait film yang turut dibintangi oleh Jennifer Conolly dan Emma Watson ini membuat Paramount bulan lalu mengumumkan bahwa mereka akan menambahkan penjelasan pada film untuk kepentingan pemasaran.

Paramount bersama badan Penyiar Keagamaan Nasional yang berbasis di AS merilis pernyataan gabungan yang menyebutkan bahwa keputusan tersebut diambil “dengan tujuan mempermudah penonton untuk lebih memahami bahwa film tersebut merupakan dramatisasi dari kisah Alkitab terkenal dan bukan penggambaran utuh dari kisah Injil”.

Sebelumnya, Indonesia juga pernah melarang pemutaran berbagai film, termasuk “Balibo” yang mengisahkan tentang beberapa wartawan Australia yang diduga dibunuh oleh pasukan tentara Indonesia di Timor Timur saat Jakarta akan menyerang.

Pihak di Jakarta menyatakan bahwa para wartawan tersebut terbunuh dalam sebuah baku tembak.

“Noah” akan dirilis pekan ini di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat pada hari Jumat.

Leave a Reply
<Modest Style