Modest Style

India Meresmikan Bank Pemerintah Pertama bagi Perempuan

,
Para staf bank yang seluruhnya perempuan bergambar bersama di tempat kerjanya masing-masing pada saat peresmian bank pertama dari Bharatiya Mahila Bank (BMB), bank perempuan pertama yang dimiliki pemerintah India, di Mumbai pada tanggal 19 November 2013. Bharatiya Mahila Bank, perusahaan layanan finansial perbankan India, mulai beroperasi pada tanggal 19 November 2013 bertepatan dengan hari kelahiran mantan perdana menteri India, Indira Gandhi, perdana menteri perempuan pertama negara tersebut. Berkantor pusat di Delhi, bank tersebut merencanakan akan membuka 25 cabang di seluruh India sebelum 31 Maret 2014. Foto AFP / Indranil Mukherjee
Para staf bank yang seluruhnya perempuan bergambar bersama di tempat kerjanya masing-masing pada saat peresmian bank pertama dari Bharatiya Mahila Bank (BMB), bank perempuan pertama yang dimiliki pemerintah India, di Mumbai pada tanggal 19 November 2013. Bharatiya Mahila Bank, perusahaan layanan finansial perbankan India, mulai beroperasi pada tanggal 19 November 2013 bertepatan dengan hari kelahiran mantan perdana menteri India, Indira Gandhi, perdana menteri perempuan pertama negara tersebut. Berkantor pusat di Delhi, bank tersebut merencanakan akan membuka 25 cabang di seluruh India sebelum 31 Maret 2014. Foto AFP / Indranil Mukherjee

MUMBAI, November 19, 2013. By Rachel O’Brien (AFP) – Perdana Menteri India di hari Selasa meresmikan bank pemerintah pertama untuk perempuan, bertujuan untuk memperkuat keamanan finansial setelah terjadi rentetan kejahatan seksual yang menyoroti ketidaksetaraan gender.

Perdana Menteri Manmohan Singh meresmikan Bharatiya Mahila Bank (Bank Perempuan India) terletak di sebelah selatan ibukota finansial Mumbai, lokasi bagi satu dari tujuh cabang-cabangnya di seluruh penjuru negeri yang kini telah beroperasi.

Bank ini diumumkan keberadaannya di bulan Februari saat India masih terguncang dari aksi fatal pemerkosaan-berkelompok terhadap seorang siswi di ibukota, yang mencetuskan kemarahan dan perenungan mendalam atas perlakuan terhadap perempuan.

Di sebuah negara di mana hanya 26 persen perempuannya memiliki rekening di institusi finansial, bank ini memfokuskan pemberian pinjaman bagi perempuan dan berniat untuk mempekerjakan mayoritas pegawai perempuan, meski kaum laki-laki pun bisa membuka rekening di sini.

“Fakta yang menyedihkan adalah perempuan di India menghadapi diskriminasi dan kesulitan di rumah, sekolah, tempat kerja dan di ruang publik. Pemberdayaan sosial, eonomi dan politik bagi mereka masih jauh dari harapan,” ungkap Singh saat peresmian.

“Pendirian Bharatiya Mahila Bank adalah langkah mula menuju pemberdayaan ekonomi perempuan,” tambahnya.

Bank khusus perempuan ini adalah inisiatif perdana pemerintah, tapi telah terdapat beberapa bank koperasi yang dijalankan dan diperuntukkan bagi perempuan, seperti Mann Deshi Mahila Sahakari Bank di negara bagian barat Maharashtra.

Mann Deshi didirikan pada tahun 1997 dan kini menjadi bank mikro-finansial terbesar di negara tersebut dengan lebih dari 185.000 nasabah, menurut keterangan di situs jejaringnya.

Bharatiya Mahila Bank (BMB) yang baru, dengan semboyan “memberdayakan perempuan, memberdayakan India”, direncanakan akan memiliki 25 cabang pada bulan Maret depan dan 771 cabang setelah melewati periode tujuh tahun.

Dewan direksi terdiri dari delapan orang perempuan, papar Menteri Keuangan P. Chidambaram, yang menyediakan dana 10 juta rupee ($161 juta) untuk memodali bank baru ini dalam anggaran 2013/14.

“Ini akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi perempuan dan akan memberikan perhatian khusus kepada kelompok yang lebih rapuh dan tersisihkan dari kaum perempuan,” ia menyampaikan kepada wartawan saat pembukaan cabang terbaru di Mumbai, di mana para stafnya yang berseragam biru-dan-kuning ikut hadir.

Chidambaram mengatakan bahwa bank ini dapat mengatasi “bias gender yang dibangun dalam sistem”, seperti fakta bahwa sebuah harta properti tak boleh diatasnamakan perempuan, yang berarti bahwa ia tidak bisa menjadikannya sebagai agunan.

Jika seorang perempuan membutuhkan pinjaman ringan mencapai 25.000 rupee ($400), “kredit seperti itu tidak membutuhkan agunan apa pun,” ujarnya.

Produk-produk lain yang ditawarkan termasuk pinjaman khusus bagi perempuan mencoba untuk mengembangkan layanan-layanan jasa katering atau pusat pengawasan-anak.

Bank ini menerima respons beragam di kalangan mereka yang hadir saat peresmian, yang sebagian besar adalah perempuan.

“Karena bank ini dioperasikan oleh perempuan, maka sudah pasti akan menolong perempuan. Ini adalah masyarakat yang didominasi laki-laki,” terang Usha Kannan, seorang pegawai Central Bank India.

Seorang pegawai senior di bank yang lain, menolak untuk disebut namanya, mengatakan bahwa kebanyakan perempuan perkotaan telah memiliki rekening di bank, dan BMB dapat mengupayakan untuk menjangkau mereka yang membutuhkannya di area-area pedesaan.

“Mereka harus menjadi sangat inovatif,” ujarnya.

Bank tersebut saat ini telah memiliki 86 karyawan di seluruh negeri dan lebih dari 55 persennya adalah perempuan, demikian petugas seniornya menyampaikan kepada AFP pada hari Senin di kantor pusatnya di Delhi, pada lantai sembilan di gedung kaca pencakar langit yang terletak di pusat komersil kota itu.

“Bank ini direncanakan untuk alasan yang baik dan karenanya kami melihat banyak pelamar yang sangat menginginkan untuk bekerja di sini,” ungkap petugas tersebut yang tak berkenan disebut namanya.

Cabang di Delhi dan kantor perusahaan diharapkan akan mulai dibuka setelah setelah penyelenggaraan pemilihan umum di bulan Desember.

Bank yang diresmikan tepat saat hari kelahiran Perdana Menteri India yang satu-satunya perempuan, Indira Gandhi, akan dikepalai oleh Usha Ananthasubramanian, mantan eksekutif direktur Punjab National Bank.

Leave a Reply
<Modest Style