Modest Style

Tidak perlu jadi miliuner untuk berbagi bahagia

,

Kebesaran hati untuk berbagi dimiliki setiap orang, terlepas dari keterbatasan yang dimiliki. Miranti Cahyaningtyas berbagi beberapa contoh.

Gambar: Fotolia
Gambar: Fotolia

Banyak dari kita selalu merasa bermasalah dengan pengelolaan uang dan merasa kekurangan uang. Beberapa dari kita berjanji pada diri sendiri bahwa ketika kaya suatu saat nanti, kita akan mulai beramal jauh lebih banyak, entah untuk membuat lebih banyak orang tersenyum, untuk mengurangi jumlah orang yang serba kekurangan atau untuk menunjukkan rasa syukur atas rezeki yang berlimpah.

Mengapa harus menunggu suatu saat nanti jika kita bisa memulai sekarang dengan apa yang sudah kita miliki? Bahkan senyum pun adalah bentuk ibadah yang dapat membahagiakan dan meringankan beban pikiran orang lain.

Berikut beberapa contoh kejadian yang memperlihatkan bahwa mereka yang serba kekurangan pun bisa membahagiakan orang lain.

1. Warga Gaza ucapkan selamat hari kemerdekaan untuk Indonesia

Sumber: Twitter Aksi Cepat Tanggap
Sumber: Twitter Aksi Cepat Tanggap

Paling tidak dari tangkapan kamera media, kita semua tahu bagaimana kondisi warga Palestina yang hidup dalam kepungan di Gaza. Namun di foto ini mereka mengucapkan selamat hari kemerdekaan untuk Indonesia dengan senyum lebar, yang tentunya juga disertai syukur karena bantuan dari Indonesia telah tiba.

2. Tunawisma berbagi uang dengan orang asing

Eric dan Robert adalah dua tunawisma yang tidak saling kenal dan dipertemukan oleh kedua pembawa acara untuk adu panco. Mereka dijanjikan akan mendapat $100 jika menjadi pemenang dalam adu panco ini, atau tidak mendapat sepeser pun jika kalah. Padahal, pembawa acara memiliki kejutan $50 untuk yang kalah. Eric, si pemenang adu panco, ternyata justru mendapat $200 dan tanpa ragu memberi Robert setengah hadiahnya. Saya rasa, bahkan si pembawa acara pun ikut terharu hingga malah memberi keduanya tambahan masing-masing $100.

3. Kekurangan fisik tidak menghentikan spontanitas pria ini membantu orang lain

Kelima orang narasumber acara bincang-bincang terkenal di salah satu stasiun TV swasta yang tayang pada tanggal 16 September 2011 ini masing-masing memiliki kekurangan tersendiri.

Video di atas adalah potongan wawancara narasumber pertama, Bapak Rinto Kanafi, yang membantu seorang ibu yang anaknya sakit keras meski ia sendiri harus berjalan dengan sangat susah payah.

Banyak dari kita yang mungkin akan menyebut orang-orang di atas kurang beruntung, memiliki keterbatasan, atau lain sebagainya. Namun ternyata, kekurangan dan keterbatasan orang-orang ini tidak menghalangi mereka untuk menjadi berkah bagi orang lain.

Bagaimana dengan kita sendiri? Apakah masih merasa harus menunggu menjadi hartawan untuk membagi apa yang kita miliki dengan sesama?

Leave a Reply
<Modest Style