Modest Style

Sedikit Sufor Mungkin Dapat Meningkatkan Pemberian ASI

,
Sedikit susu formula dapat memperbaiki pemberian ASI dalam jangka panjang, demikian temuan sebuah studi baru. © Mageon/shutterstock.com
Sedikit susu formula dapat memperbaiki pemberian ASI dalam jangka panjang, demikian temuan sebuah studi baru. © Mageon/shutterstock.com

Memberikan sejumlah kecil susu formula—sekitar satu botol selama beberapa hari—untuk bayi baru lahir yang kehilangan terlalu banyak berat badan dapat meningkatkan durasi waktu mereka menyusu pada ibu, demikian sebuah studi baru menyimpulkan.

Ibu baru tidak segera menghasilkan banyak ASI dan bayi mereka dapat kehilangan berat badan selama periode ini, kata para peneliti dari University of California, San Francisco.

‘Banyak ibu mengkhawatirkan produksi ASI mereka, ini merupakan alasan paling umum mereka berhenti menyusui dalam tiga bulan pertama,’ kata penulis penelitian, Dr Valerie Flaherman.

‘Tapi penelitian ini menunjukkan, memberikan sedikit susu formula secara dini kepada bayi dapat mengurangi kekhawatiran para ibu dan membuat mereka percaya diri untuk terus menyusui,’ tambahnya.

Flaherman dan rekan-rekannya meneliti 40 bayi lahir cukup bulan antara usia 24 hingga 48 jam yang telah kehilangan lebih dari lima persen berat lahir mereka. Beberapa bayi diberi sejumlah kecil susu formula dengan spuit setelah setiap sesi menyusui, tetapi kemudian berhenti diberi susu formula jika ibu mereka mulai lebih banyak memproduksi ASI, sekitar dua sampai lima hari setelah kelahiran.

Setelah tiga bulan, 79 persen dari bayi yang mendapat susu formula masih menyusu, dibandingkan dengan 42 persen dari bayi-bayi dalam kelompok kontrol, yang diberi ASI saja, menurut penelitian ini.

Selain itu, 95 persen dari bayi yang mendapat susu formula dalam jumlah terbatas selama beberapa hari pertama cenderung terus menyusu pada ibu sampai batas tertentu pada usia tiga bulan, dibandingkan dengan 68 persen dari bayi yang tidak mendapat susu formula.

Temuan ini dipublikasikan secara online pada 13 Mei dalam jurnal Pediatrics.

‘Hasil penelitian ini provokatif dan bertentangan dengan anjuran konvensional,’ kata Dr James Taylor, direktur medis untuk University of Washington Medical Center’s Newborn Nursery, dalam rilis berita.

Penelitian-penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa bayi yang mendapat ASI berisiko lebih rendah terkena infeksi dan alergi selama masa kanak-kanak, dan semakin lama mereka menyusui, semakin besar manfaat kesehatan yang mereka peroleh.

Leave a Reply
<Modest Style