Modest Style

Persiapan berpuasa di musim kemarau

,

Bagaimana mempersiapkan ketahanan tubuh untuk berpuasa saat matahari panas terik? Beta Nisa berbagi beberapa tips.

(Gambar: SXC)
(Gambar: SXC)

Iklan sirup segar dan mentega mulai menghiasi televisi; tidak terasa sebentar lagi bulan Ramadhan akan tiba. Berbeda dengan beberapa tahun lalu di mana Ramadhan jatuh pada akhir tahun yang cenderung lebih sejuk, kini Ramadhan jatuh pada pertengahan tahun, bertepatan dengan pergantian ke musim kemarau di Indonesia.

Dengan cuaca yang lebih panas dan matahari yang lebih terik, berpuasa di musim kemarau perlu persiapan lebih agar tidak mengganggu aktifitas sehari-hari dan kita dapat mengoptimalkan ibadah di bulan suci ini. Tentu persiapan yang paling utama dalam menghadapi musim kemarau adalah untuk menjaga tubuh terhidrasi setelah seharian berkeringat. Bagaimana caranya agar tubuh tetap terhidrasi tanpa meminum air seharian? Berikut adalah beberapa persiapan yang dapat dilakukan selama berpuasa di musim kemarau.

1. Minum yang cukup

Cara terbaik untuk menjaga hidrasi tubuh selama bulan puasa di musim kemarau adalah dengan mengonsumsi air putih yang cukup. Saat sahur dan sebelum tidur, minumlah air putih banyak-banyak agar tubuh tidak dehidrasi selama berpuasa. Bangun dan jaga hidrasi tubuh dengan minum sedikit-sedikit tetapi sering di malam hari atau saat sahur. Hal ini penting agar air dapat dicerna dan diserap oleh tubuh secara optimal.

2. Mengonsumsi air kelapa

Selain air putih, minuman lain yang patut ditambahkan dalam menu Ramadhan adalah air kelapa. Tidak hanya menawarkan kesegaran yang pas di lidah saat berbuka puasa, air kelapa juga mengandung elektrolit yang penting bagi tubuh . Jumlah elektrolit dalam air kelapa sama dengan yang ada dalam plasma tubuh manusia, membuatnya lebih mudah diserap dan dicerna tubuh serta menjadi salah satu pengganti cairan tubuh yang paling baik.

3. Menyantap mentimun dan tomat

Selain mengonsumsi air putih dan air kelapa, cara lain untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah dengan mengonsumsi mentimun dan tomat saat makan. Hal ini dikarenakan sembilan puluh persen dari keseluruhan berat mentimun dan tomat terdiri dari air. Menyantap lalapan mentimun dan tomat ketika buka dan sahur dapat menambah pasokan cairan dalam tubuh yang dibutuhkan sepanjang hari.

4. Perbanyak buah-buahan dan sayuran

Dalam kondisi cuaca panas dan sedang berpuasa, tubuh tidak hanya membutuhkan cairan yang cukup, namun juga membutuhkan asupan nutrisi dan vitamin yang banyak.

Hindari makanan cepat saji dan tambahkan lebih banyak buah-buahan dan sayuran ke dalam menu sahur dan berbuka Anda. Buah-buahan dan sayuran menawarkan nutrisi dan vitamin yang berbeda-beda, sehingga dapat membantu memenuhi berbagai variasi asupan yang dibutuhkan oleh tubuh. Pilihlah buah-buahan dengan kandungan air tinggi seperti semangka dan blewah yang tidak hanya memiliki banyak vitamin dan nutrisi, namun juga dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang selama berpuasa.

5. Hindari kopi

Meskipun kopi memiliki beberapa manfaat bagi tubuh, namun sebaiknya konsumsi kopi dikurangi pada saat bulan puasa, khususnya di musim kemarau. Kopi menyebabkan sering buang air kecil dan membuat kerja jantung lebih cepat sehingga tubuh mudah berkeringat, yang pada akhirnya membuat tubuh dehidrasi.

Selama bulan puasa, kebiasaan meminum kopi sebaiknya digantikan dengan mengomsumsi jus buah-buahan yang memberi lebih banyak hidrasi bagi tubuh.

Leave a Reply
<Modest Style