Pelajaran berhemat untuk mahasiswa

,

Selalu merasa kekurangan uang saku? Ayo pikir lagi, ajak Miranti Cahyaningtyas.

Gambar: Fotolia
Gambar: Fotolia

Halo mahasiswa, apakah kisah ini terdengar seperti kisah Anda?

  • Mulai tanggal 20-an setiap bulan, harga menu makanan Anda adalah menjadi sepertiga harga makanan di awal bulan.
  • Selalu merasa sebal sendiri karena ada saja barang kebutuhan yang tidak bisa Anda miliki?
  • Merasa minder bergaul dengan beberapa teman karena tidak bisa menggunakan barang tertentu atau mengikuti tren tertentu?
  • Merasa jenuh karena belum ke mall pekan ini?
  • Selalu saja memiliki hutang yang harus dibayar bulan depan atau bulan depannya lagi?

Jika ciri-ciri di atas terdengar seperti Anda, kemungkinan besar Anda memiliki “penyakit” boros dan kurang bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Meski mungkin rasanya tidak terlalu merisaukan karena toh kebutuhan Anda masih disokong oleh orangtua Anda, bukankah rasanya tidak menyenangkan terlalu sering berada dalam kondisi seperti di atas? Tidak ada salahnya mempersiapkan diri menghadapi kehidupan mandiri yang pasti masanya akan tiba.

Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk terus-menerus menghindari kejadian-kejadian di atas.

Yang terpenting dan harus selalu ada di pikiran Anda adalah bahwa berhemat itu wajib dilakukan setiap saat. Tentu bukan berhemat yang mengakibatkan kita tidak bisa menikmati hidup. Berhemat yang baik dilakukan adalah berhemat yang cerdas.

1. Belajarlah membedakan kebutuhan dengan keinginan

Pengeluaran untuk ponsel semata wayang yang sudah menolak dinyalakan adalah kebutuhan. Pengeluaran untuk kerudung baru yang sedang jadi tren itu keinginan. Menabung itu kebutuhan. Menunda menabung bisa jadi diakibatkan mental Anda terlalu lemah menolak keinginan.

Terapkan sistem hadiah dan hukuman(reward and punishment) pada diri sendiri untuk mengekang keinginan. Tetapkan target, misalnya, “Jika saya tidak belanja baju baru selama tiga bulan, di bulan ketiga saya akan mengambil satu akhir pekan penuh untuk berlibur seorang diri. Tetapi kalau gagal, saya harus memberikan baju kesayangan saya kepada si A”.

Hadiah tersebut akan mendorong Anga untuk lebih berhemat, karena menerima hadiah sesederhana apapun, jika didapat melalui pengorbanan, akan terasa sangat membahagiakan. Sebaliknya, memberikan barang kesayangan karena gagal meraih sesuatu juga rasanya cukup berat, bukan?

2. Menemukan hobi

Hobi bisa dijadikan “pelarian” saat hasrat bertindak boros tiba-tiba muncul. Kegiatan apa yang Anda sukai? Membaca, mungkin? Merajut? Bereksperimen di dapur? Jalan sehat? Bersepeda?

3. Mencari pekerjaan paruh waktu atau beasiswa

Penghasilan tambahan atau beasiswa akan membantu meringankan beban orangtua Anda sekaligus menambah pemasukan untuk memenuhi keinginan.

4. Jujurlah pada diri sendiri

Gaya hidup seperti apa yang kita inginkan dan apakah keinginan Anda itu realistis? Jangan sekadar ingin memiliki gaya hidup tertentu karena didikte oleh tuntutan sosial dan gengsi. Sebaliknya, berfokuslah pada hal-hal yang ingin kita capai dalam jangka panjang. Misalnya, jika Anda ingin memiliki pekerjaan yang baik di kemudian hari, Anda tentunya harus lebih berfokus pada pengeluaran-pengeluaran yang terkait pendidikan dan peningkatan kualitas hidup Anda.

Leave a Reply
Aquila Klasik