Modest Style

5 persiapan untuk mendaftar S2 ke luar negeri

,

Najwa Abdullah merangkum beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mendaftar ke program pascasarjana di luar negeri.

WP S2 ke luar negeri (Fotolia)
Gambar: Fotolia

Melanjutkan studi ke luar negeri merupakan impian sebagian orang. Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan melanjutkan studi di negeri asing. Selain tersedianya pilihan jurusan yang lebih variatif dibandingkan di Indonesia, tinggal di negeri orang juga dapat memberikan pengalaman hidup yang tak ternilai.

Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dan dipersiapkan sebelum mendaftar ke program pascasarjana di luar negeri?

1. Siapkan waktu

Karena ada banyak hal yang harus dilakukan dan dipersiapkan, rencanakan proses aplikasi sekolah pascasarjana Anda sejak dini. Rentang waktu minimal yang harus Anda persiapkan adalah sekitar satu tahun. Jadi contohnya, jika Anda berminat untuk kuliah di tahun 2016, sebaiknya Anda memulai persiapan aplikasi sejak tahun 2014. Waktu persiapan ini terutama dibutuhkan untuk hal-hal yang menyangkut administrasi dan syarat masuk universitas, seperti tes kemampuan berbahasa inggris, tes kemampuan akademik dan tes kesehatan.

Selain itu, semakin dini Anda memasukkan aplikasi, semakin besar pula peluang Anda untuk dipertimbangkan dan diterima di sekolah pilihan Anda, karena sebagian universitas di luar negeri biasanya memiliki kuota yang cukup terbatas. Perlu juga dipertimbangkan bahwa ada beberapa kampus yang membuka lebih dari satu kali masa penerimaan mahasiswa di setiap tahun akademik.

2. Lakukan riset tentang jurusan dan universitas yang diminati

Rencanakan sejak awal di mana Anda ingin melanjutkan studi: di universitas mana, jurusan apa, berapa lama dan yang terpenting, mengapa?

Lakukan riset sebanyak mungkin, baik mengenai pilihan universitas, jurusan maupun latar belakang negara terkait yang Anda tuju. Selami dalam-dalam profil universitas, departemen dan jurusan yang mereka tawarkan melalui berbagai situs. Lebih baik lagi jika Anda membaca sekilas mengenai riset-riset yang menjadi fokus di universitas-universitas tersebut. Apakah cukup sesuai, lengkap dan sepadan dengan minat Anda? Kecocokan ini sangat penting bagi penyusunan esai rencana studi Anda, yang biasanya merupakan salah satu syarat aplikasi universitas di luar negeri.

Setelah melakukan riset, cermati syarat-syarat masuk dari tiap universitas dan bandingkan satu sama lain untuk mengukur peluang Anda diterima di universitas tersebut.

3. Siapkan ijazah dan transkrip sarjana

Ketersediaan dua hal ini merupakan syarat mutlak untuk melanjutkan studi ke tingkat pascasarjana (biasanya universitas di luar negeri tidak menerima Surat Keterangan Lulus). Jadi, pastikan Anda telah memiliki ijazah dan transkrip asli sarjana strata 1 lengkap dengan terjemahannya dalam bahasa Inggris dari lembaga bahasa bersertifikat atau penerjemah tersumpah.

Selain itu, perlu diperhatikan bahwa beberapa negara kemungkinan memiliki tingkat dan skala prestasi akademik yang berbeda. Inggris, contohnya, menggunakan skala prestasi akademik yang bernama British Undergraduate Degree Classification yang memiliki beberapa tingkatan berbeda. Sedangkan Indonesia menggunakan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) atau Grade Point Average (GPA) sebagai skala. Jadi ketika Anda hendak melanjutkan studi di Inggris, maka Anda perlu menerjemahkan IPK Anda ke dalam format klasifikasi yang berlaku di Inggris untuk mengetahui apakah Anda memenuhi syarat masuk. Panduan mengenai hal ini biasanya dapat ditemui di situs kampus tujuan atau situs pemerintah negara tersebut.

4. Ikuti tes kemampuan berbahasa asing

Setelah ijazah dan transkrip, sertifikat hasil tes kemampuan berbahasa asing adalah salah satu hal yang paling penting dalam aplikasi Anda. Hampir semua universitas di luar negeri mensyaratkan Anda untuk melakukan tes kemampuan berbahasa Inggris dan mencapai skor tertentu untuk dapat diterima.

Salah satu tes kemampuan bahasa Inggris yang paling populer saat ini adalah International English Language Testing System (IELTS) dengan kisaran skor 0 – 9.0 untuk setiap aspek kemahiran berbahasa. Ada empat aspek kemahiran berbahasa yang diuji: Mendengar (Listening), Membaca (Reading), Menulis (Writing) dan Berbicara (Speaking). Idealnya, Anda harus mencapai setidaknya skor rata-rata 6.5 hingga 7.0 untuk memiliki peluang masuk yang cukup tinggi. Tes lain yang juga popular adalah Test of English as Foreign Language (TOEFL).

Usahakan nilai Writing Anda minimal mencapai skor 6.0 karena hal ini merupakan salah satu penilaian penting yang dilihat universitas. Hal ini dikarenakan studi pascasarjana menuntut keahlian menulis yang baik dalam bahasa Inggris, terutama untuk menulis disertasi.

5. Persiapkan diri untuk tes GRE/GMAT

Terutama jika Anda ingin melanjutkan studi pascasarjana di Amerika Serikat, tes General Record Examination (GRE) atau Graduate Management Admission Test (GMAT)adalah salah satu tes yang wajib diikuti. Di beberapa negara lain, GRE juga merupakan salah satu syarat untuk mendaftar di beberapa jurusan. GRE/GMAT didesain khusus untuk mengukur tingkat kemampuan seseorang dalam memahami bacaan yang kompleks serta menganalisa informasi kuantitatif. Untuk mengambil salah satu tes ini, dibutuhkan waktu untuk belajar dan mempersiapkan diri – satu alasan lagi mengapa Anda harus meluangkan waktu jauh-jauh hari untuk melanjutkan studi ke tingkat pascasarjana.

Melanjutkan studi memang membutuhkan perjuangan tersendiri. Namun, siapa bilang perjuangan menuntut ilmu itu mudah? Untuk membantu persiapan Anda, nantikan artikel berikutnya tentang melanjutkan studi ke tingkat pascasarjana di Aquila Style.

Leave a Reply
<Modest Style