Modest Style

Ibu Dominan, Anak Perempuan Tumbuh Negatif

,
Apakah Anda tipe orangtua yang suka mengkritisi putri Anda? Atau terlalu ikut campur? Studi terbaru mengatakan Anda sedang menyabotase kehidupannya.
Apakah Anda tipe orangtua yang suka mengkritisi putri Anda? Atau terlalu ikut campur? Studi terbaru mengatakan Anda sedang menyabotase kehidupannya.

Apakah Anda tipe orangtua yang suka mengkritisi putri Anda? Atau terlalu ikut campur? Studi terbaru mengatakan Anda sedang menyabotase kehidupannya. ©baki/shutterstock.com

Para ibu yang memiliki anak-anak perempuan sebaiknya belajar mengendalikan lidah mereka sebelum melontarkan kritik atau saran tanpa diminta. Pasalnya, sebuah studi terbaru menemukan bahwa ibu yang terlampau dominan dapat menghasilkan generasi wanita dengan keterampilan sosial buruk dan gangguan sikap makan.

Menurut penelitian dari Universitas Georgia, Amerika Serikat, hubungan antara ibu dan anak perempuanlah yang menentukan perkembangan kepribadian seorang wanita dalam kaitannya dengan kompetensi sosial. Faktor ini bahkan berperan lebih besar daripada dinamika keluarga secara keseluruhan.

Ketika para ibu bersikap terlalu ikut campur dan terlewat mengkritisi, anak-anak perempuan cenderung membangun kemampuan yang rendah dalam hal berteman dan bersosialisasi. Hal ini pada akhirnya meningkatkan gangguan sikap makan, seperti kurang bersyukur terhadap tubuh sendiri, gangguan pola makan, metode diet yang tidak sehat dan, secara keseluruhan, harga diri yang terluka.

Untuk penelitian yang minggu lalu diterbitkan di jurnal Communication Monographs ini, para ilmuwan mengumpulkan data dari 286 ‘triad’ atau keluarga beranggota tiga orang yang terdiri dari ibu, anak perempuan berusia dewasa muda (sekitar 21 tahun) dan saudara kandung dewasa lainnya.

Para anak kemudian menilai pola interaksi mereka dengan kedua anggota keluarganya tersebut, dan baik para ibu maupun anak-anak perempuannya menilai keterampilan sosial si anak perempuan serta kemampuannya untuk membentuk hubungan yang positif dengan orang lain.

Para anak perempuan juga menilai tingkat depresi, kepercayaan diri, kesepian, penerimaan terhadap tubuh sendiri, cara diet dan kegemaran mereka terhadap makanan.

Hasilnya? Hubungan tidak harmonis dengan ibu yang terlalu ikut campur dan hiperkritis berisiko merusak pembentukan karakter anak-anak perempuan.

Studi lain dari Inggris juga mengesankan bahwa ada kemungkinan para gadis lebih berisiko terserang depresi jika orangtua mereka saling bermusuhan, atau bila terdapat hubungan ibu-anak yang negatif.

Penelitian dari Universitas Leicester pun menemukan bahwa anak-anak yang menyalahkan diri sendiri atas konflik orangtua mereka kemungkinan besar menunjukkan sikap anti-sosial. Sementara itu, anak-anak yang takut keluarganya berantakan lebih mungkin untuk mengalami depresi.

Leave a Reply
<Modest Style