Modest Style

7 kiat hindari panik saat BBM naik

,

Serangkaian tips untuk mengantisipasi membengkaknya anggaran belanja akibat BBM naik. Dikumpulkan oleh Khairina Nasution.

INDONESIA-ECONOMY-FUEL
Seorang petugas pom bensin terlihat saat pengendara di Indonesia mengantri untuk bensin di Denpasar, Bali pada 26 Agustus 2014 ketika kekurangan BBM bersubsidi memaksa munculnya antrian panjang dan penutupan stasiun layanan bensin di kota-kota besar di seluruh Indonesia. Para ekonom mengatakan Indonesia harus mengurangi subsidi BBM besar yang membuat harga bensin di Indonesia termasuk yang termurah di Asia tetapi melahap sekitar 20 persen dari anggaran negara. Subsidi ini secara historis menyebabkan isu politik dan ketegangan di Indonesia, di mana kenaikan harga BBM untuk sering disertai dengan protes besar-besaran dan menyebabkan perpecahan antara mitra koalisi dalam pemerintahan. AFP PHOTO / SONNY Tumbelaka

Kenaikan harga bahan bakar minyak alias BBM masih berupa rencana. Namun, gaungnya sudah menembus ke relung hati masyarakat Indonesia. Masyarakat, terutama kaum ibu, panik karena kenaikan harga BBM berarti kenaikan harga-harga, termasuk harga bahan pokok yang tidak bisa dikurangi penggunaannya.

Agar tidak terlalu pusing saat harga BBM naik nanti, sejumlah ibu berbagi kiat untuk mengurangi tekanan anggaran belanja sehari-hari akibat kenaikan BBM. Berikut adalah beberapa tips yang mereka bagi:

1. Mengubah moda angkutan

Fathia, seorang guru dari kawasan Sunter, Jakarta Utara berkisah bahwa kini ia lebih banyak menggunakan sepeda saat berbelanja keperluan sehari-hari. Pagi hari, Fathia mengayuh sepedanya ke pasar tradisional dan berbelanja. Tidak hanya ia menghemat BBM, tetapi ia juga merasa lebih sehat.

“Saya berolahraga sekaligus menghemat. Menyenangkan bersepeda di pagi hari seperti ini,” ujar ibu empat anak itu.

Mengubah moda angkutan juga dilakukan Ervina, ibu rumah tangga di Colomadu, Karanganyar. Selain bersepeda di pagi hari, ia juga memilih menggunakan sepeda motor untuk berbagai urusan yang membutuhkan mobilitas tinggi. Mobil ia gunakan saat mengantar jemput tiga anaknya atau bepergian bersama keluarga.

Saya sendiri menghemat penggunaan BBM dengan lebih banyak menggunakan angkutan umum. Untuk jarak yang bisa dijangkau oleh bus, misalnya, saya akan naik bus saja. Selain lebih santai, saya juga jadi tidak terlalu banyak terpapar polusi kendaraan di jalan raya.

2. Memperbanyak jalan kaki

Biasakan berjalan kaki untuk menuju lokasi yang tidak terlalu jauh dan masih bisa dijangkau dengan perjalanan kaki. Misalnya, pergi ke warung sayur atau minimarket untuk membeli keperluan yang mendesak atau beribadah ke mesjid.

Jalan kaki tidak hanya menyehatkan, namun juga mempererat silaturahmi dengan tetangga. Saat berjalan kaki, otomatis kita akan saling menyapa dengan orang yang kita kenal, bertanya kabar, dan sebagainya. Saat mengendarai kendaraan bermotor, hal itu tidak bisa kita lakukan karena perhatian kita lebih terfokus pada jalan raya.

3. Tidak sering-sering mengunjungi mal

Tari, pengusaha katering di Gentan, Sukoharjo, punya cara lain. Dia kini berbelanja di pasar tradisional dan tak lagi rajin menyambangi mal. Kepada dua anaknya, Tari memilihkan aktivitas bermain dan berjalan-jalan yang tidak harus dilakukan di mal. Padahal, sebelumnya Tari tergolong rajin window shopping dan anak-anaknya senang bermain di mal.

“Sebenarnya segala sesuatu tergantung kita. Anak-anak juga bisa enjoy tidak bermain ke mal,” ujar Tari.

Saya baru belanja ke mal jika supermarket yang berada di mal tersebut mengeluarkan diskon yang cukup banyak untuk berbagai produk yang saya butuhkan. Saat akhir pekan, biasanya supermarket mengeluarkan harga promo untuk produk-produk tertentu. Biasanya, harganya memang miring sehingga saya biasa membeli produk diskon dalam jumlah banyak. Barulah pada momen-momen seperti ini, keluarga kami mengunjungi mal.

4. Rajin servis kendaraan bermotor

Ervina mengatakan, dia memilih melakukanservis kendaraan – baik mobil atau motor – secara berkala dibandingkan hanya pada saat terjadi kerusakan. Dengan servis kendaraan bermotor secara berkala, selain performa kendaraan lebih optimal, bahan bakar lebih irit dan biaya yang dikeluarkan pun lebih murah.

5. Bercocok tanam di halaman rumah

Seorang kenalan saya menyiasati kenaikan harga dengan menanam berbagai bumbu dapur yang diperlukan untuk memasak sehari-hari. Di halaman rumahnya yang tak lebih dari 20 meter persegi itu, ia menanam cabe, tomat, jahe, aneka bawang, hingga aneka buah-buahan seperti jeruk, stroberi dan markisa. Saat hendak memasak, ia tinggal memetik hasil kebun dari halaman rumahnya sendiri.

“Selain lebih hemat, saya juga lebih sehat karena pupuk yang digunakan adalah sisa-sisa dari dapur saya,” katanya.

6. Memasak sendiri

Memasak sendiri makanan untuk disantap seluruh keluarga jauh lebih hemat dibandingkan jika makan di luar rumah. Selain itu, masak sendiri juga jauh lebih bersih dan sehat. Tari mengaku, kini keluarganya hanya makan di “luar” saat akhir pekan saja.

7. Menggunakan energi alternatif

Meski belum populer, penggunaan energi alternatif untuk menghemat BBM mulai banyak dilakukan. Tetangga saya memilih menggunakan motor listrik dibandingkan motor berbahan bakar premium. Motor listrik selain hemat, juga ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan polusi.

Leave a Reply
<Modest Style