Modest Style

Generasi film dakwah baru?

,

Film “Hanya Kerudung Sampah” dan “Tausiyah Cinta” memberi warna yang sedikit berbeda di dunia perfilman Indonesia. Oleh Beta Nisa.

WP film dakwah-

Hari Sabtu lalu di Planet Hollywood XXI Jakarta, rumah produksi Bedasinema Pictures bersama komunitas Tausiyahku mengadakan penutupan screening film “Hanya Kerudung Sampah” sekaligus acara pengumuman pemeran utama film terbaru mereka, “Tausiyah Cinta”.

Sebagian pemeran utama Tausiyah Cinta hafal empat hingga lebih dari 10 juz Al-Qur’an

Hanya Kerudung Sampah (HKS) adalah film kedua yang diproduksi Bedasinema pictures setelah Masbukers. Kedua film ini sama-sama bernuansa dakwah. HKS telah menarik ribuan audiens melalui roadshow penayangan di 22 tempat di 12 kota besar Indonesia, di antaranya di Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Andalas Padang, Universitas Padjadjaran Bandung, Telkom University dan beberapa universitas terkemuka lainnya.

Sekilas judul film HKS terdengar aneh dan mengundang kontroversi. Isi film ini pun mengangkat isu-isu yang cukup sensitif untuk dibahas, seperti tentang kehidupan mantan pencandu narkoba, waria dan homoseksual.

Soal isu yang dibahas dalam film ini juga menjadi perhatian sang produser, Suwandi Basyir, yang kerap disapa Ibas. “Pada awalnya saya cukup takut untuk menerima proyek ini karena kurang memiliki ilmu yang mendalam untuk isu-isu tersebut,” demikian tutur Ibas saat penutupan screening film HKS.

Meski judulnya terkesan provokatif, namun pihak rumah produksi memastikan bahwa HKS tidak menyudutkan pemakai hijab sama sekali, tidak seperti kritik yang banyak diterima dari para audiens yang hanya sekadar menilai film ini dari judulnya.

Hal ini saya buktikan sendiri dengan menonton HKS secara langsung.

Film HKS bercerita mengenai seorang gadis berkerudung merah bernama Salma yang menyadari tentang arti berhijab yang sesungguhnya melalui masa lalu tiga orang sahabatnya yang memiliki permasalahan yang berbeda-beda.

Salma, yang diperankan oleh RN Azizah M, digambarkan sebagai seorang muslimah yang agak kaku memegang prinsipnya dan kurang bersikap terbuka terhadap orang-orang di sekelilingnya yang ia anggap tidak berlaku sesuai dengan ajaran-Nya. Misalnya saja, Salma menolak membantu temannya belajar mengaji hanya karena ia belum berkerudung. Di film ini ia juga ditampilkan juga melayangkan tatapan sinis pada waria yang menggodanya di malam hari dan berucap bahwa ia jauh lebih baik dari mereka.

Namun wawasannya mulai terbuka ketika ia menemukan sebuah buku berjudul “Buku catatan harian kami: aku, waria, dan pecandu narkoba yang merindu Tuhan” di rumah kontrakannya. Buku ini berisikan perjalanan tiga orang pria yang dulunya merupakan penghuni rumah tersebut.

Bayu, Pinkan, dan Rio adalah tiga orang sahabat yang saling menerima dan berbagi rahasia masing-masing. Bayu adalah seorang homoseksual, Pinkan adalah seorang waria dan Rio adalah seorang pecandu narkoba. Namun, melampaui ujian hidup mereka, ketiga sahabat ini kemudian mampu menjadi imam keluarga sebagai seorang laki-laki sejati.

Setelah membaca catatan tersebut, Salma merasa tertampar dan malu tehadap kerudungnya yang selama ini ia bangga-banggakan. “Maafkan aku kerudungku,” ucapnya.

[Not a valid template]

Pesan dalam film ini adalah bahwa kerudung merupakan simbol niat mulia terhadap Allah SWT, bukan sekadar objek yang diperlihatkan di depan manusia. Hanya Kerudung Sampah memberi pesan bahwa kerudung di kepala harus dijadikan sesuatu yang mengingatkan pemakainya untuk senantiasa melindungi hati dan bukannya menutup pikiran. Memakai kerudung tidak menjadikan kita sebagai makhluk termulia di sisi-Nya.

Film berdurasi kurang lebih satu jam ini diangkat dari kumpulan puisi karya Rizal Rais berjudul “Aku, Waria, Mantan Pecandu dan Tuhan”. Tidak heran HKS juga dibalut dengan narasi yang puitis. Penyajian dakwah melalui dua sisi sudut pandang membuat film ini tidak terkesan menggurui.

Tausiyah Cinta

Menyambung kesuksesan mereka dalam berdakwah melalui film, pada kesempatan yang sama pihak Bedasinema pictures juga turut memperkenalkan cast pemeran utama untuk film terbaru mereka yang bejudul “Tausiyah Cinta.” Meski mengangkat topik percintaan, namun bisa dipastikan bukan percintaan dangkal yang akan Anda dapatkan dalam film ini. Dengan latar tujuan berdakwah, Tausiyah Cinta merupakan film bertemakan cinta yang bersifat vertikal: cinta terhadap Sang Pencipta. Topik lain dalam film ini ialah seputar ta’aruf (perkenalan).

Tausiyah Cinta bercerita mengenai kehidupan tiga orang dengan latar belakang berbeda yang “digariskan untuk bertemu di suatu titik persinggungan.” Mereka ialah Lefan, seorang eksekutif muda yang diperankan oleh Rendy Herpy, Azka, seorang arsitek yang diperankan oleh Hamas Syahid, dan Rein, seorang gadis cantik yang hafal Al-Qur’an, diperankan oleh Ressa Maherni.

Meski nama-nama baru menghiasi sebagian besar daftar pemain utama, namun proses casting untuk film ini tidaklah mudah, karena mengutamakan kemampuan mengaji. Hal ini bertujuan untuk menjaga orisinalitas film agar tidak usah menggunakan lipsync saat adegan pembacaan Al-Qur’an. Setelah melalui proses casting, didapatkanlah cast yang sebagian besar hafal empat hingga lebih dari 10 juz Al-Qur’an.

Selain beberapa pemain baru, Tausiyah Cinta juga akan melibatkan beberapa nama kondang seperti Teuku Wisnu, Irwansyah, Meyda Sefira dan Peggy Melati Sukma. Film yang dijadwalkan untuk mulai syuting pada September depan ini akan disutradarai oleh Humar Hadi dan direncakan rilis pada Maret 2015.

Adanya film-film seperti Hanya Kerudung Sampah dan Tausiyah Cinta mampu menjadi wadah diskusi bagi isu-isu yang cukup dekat dengan kehidupan kita namun masih jarang dibahas. Besarnya perhatian yang berhasil diraih oleh HKS – hingga menyedot lebih dari tiga ribu penonton – membuktikan betapa bahasan isu-isu kontroversial semacam ini menarik bagi masyarakat.

Film dakwah yang mampu menggambarkan prinsip-prinsip dasar Islam dapat menjadi ruang dakwah baru yang efektif. Tidak hanya menawarkan kesegaran yang baru dalam dunia perfilman, film dakwah juga dapat memberi edukasi bagi masyarakat, khususnya seputar topik-topik yang sering masih dianggap tabu.

Ingin mengetahui informasi terbaru tentang film-film dakwah tersebut? Ikuti akun Twitter Bedasinema dan nantikan rilis film terbaru mereka.

Leave a Reply
<Modest Style