Modest Style

Gelar Kontes Kulit Putih di Thailand, Unilever Minta Maaf

,
Seorang pembeli melewati iklan kosmetik yang dipajang pada pusat perbelanjaan di jantung kota Bangkok, Thailand, 1 Februari 2006. AFP PHOTO/ SAEED KHAN
Seorang pembeli melewati iklan kosmetik yang dipajang pada pusat perbelanjaan di jantung kota Bangkok, Thailand, 1 Februari 2006. AFP PHOTO/ SAEED KHAN

BANGKOK, 23 Oktober 23, 2013 (AFP) – Anak perusahaan raksasa penyedia produk konsumen Unilever di Thailand, Rabu (23/10), meminta maaf atas kontes kontroversial untuk mahasiswi yang digelar demi mempromosikan produk pemutih kulit. Menurut mereka, iklan tersebut tidak dimaksudkan untuk memperlihatkan “diskriminasi ras”.

Kontes “Citra 3D Brightening Girls Search” menawarkan sejumlah hadiah, termasuk “beasiswa” dalam bentuk uang tunai dengan nilai sekitar 100.000 baht (Rp 36 juta). Para pemenangnya dipilih dari peserta mahasiswi yang mengirimkan foto diri mereka sambil memegang produk losion tubuh tersebut.

Tetapi, sejumlah tulisan di media sosial mengkritik Unilever Thailand karena terkesan menghubungkan pendidikan dengan kulit lebih putih—di Thailand, hal ini sangat terkait dengan status ekonomi yang lebih tinggi.

“Kampanye yang dikembangkan di Thailand ini tidak berniat menunjukkan diskriminasi ras,” ujar Unilever Thai Trading Ltd. dalam pernyataan resmi mereka.

“Kami meminta maaf atas segala kesalahpahaman yang terkait kampanye tersebut. Di masa mendatang, label Citra akan lebih sensitif lagi dalam melaksanakan kampanye aktivasi merek (brand activation).”

Dalam menghadapi reaksi masyarakat, Unilever Thailand kemudian mengumumkan mereka telah memutuskan untuk memodifikasi iklan TV kontes tersebut “sesegera mungkin”.

Iklan yang dimaksud menampilkan dua presenter sedang bertanya pada dua mahasiswi di sebuah kampus tentang apa yang akan membuat  mereka tampak “luar biasa saat mengenakan seragam”.

Gadis pertama, yang memiliki kulit lebih gelap, kelihatan bingung oleh pertanyaan tersebut dan berkata dia tidak tahu. Namun, gadis berkulit jauh lebih putih yang menurut penilaian kedua presenter tersebut dikaruniai kulit yang “indah” menjawab dengan menggunakan slogan produk Citra.

“Sekarang, Anda bisa mendapat beasiswa lantaran kulit putih bukan karena giat belajar, tetapi tidak kalau Anda miskin dan berkulit gelap,” tulis seseorang dengan nama samaran MyOwnDream di kolom komentar situs online terkenal pantip.com yang sebagian besarnya ditulis dalam bahasa Thailand.

Penulis komentar lain, yang memakai nama aekapopG, mengatakan masyarakat Thailand telah “dicuci otaknya” supaya mendambakan kulit putih.

Akan tetapi, ada beberapa orang yang membela iklan tersebut.

“Perusahaan itu menjual produk pemutih, jadi mereka memutuskan untuk memberi hadiah karena berkulit putih, apa sih masalahnya?” tulis Valentika.

Unilever, dengan lebih dari 400 merek dagang yang dijual di lebih dari 190 negara, memiliki kantor-kantor pusat di Inggris dan Belanda.

Di Thailand, produk krim pemutih kulit sangat laris berkat popularitas model dan aktor berkulit putih yang kerap tampil di papan reklame dan layar televisi.

September lalu, perusahaan Amerika Serikat Donkin’ Donuts mengatakan telah menarik iklan mereka di Thailand yang menampilkan seorang perempuan dengan riasan wajah hitam, setelah kelompok HAM menggambarkannya sebagai rasis.

Meski demikian, iklan “charcoal donut (donat arang)” itu sempat menimbulkan sedikit perdebatan di Thailand. Sementara itu, sejumlah situs media sosial di sana berbeda pendapat tentang apakah iklan tersebut bersifat menyinggung atau tidak.

Leave a Reply
<Modest Style