Modest Style

FIFA Hapus Larangan Hijab dalam Sepak Bola

,
Badan pengatur sepak bola dunia menghapus larangan penutup kepala yang memungkinkan penggunaan hijab dan turban saat pertandingan. Oleh Lina Lewis.
Badan Asosiasi Sepak Bola Internasional menyetujui penghapusan larangan penutup kepala pada 1 Maret 2014. AFP photo / Atta Kenare

Pemberian izin penggunaan penutup kepala atas dasar keyakinan beragama selama pertandingan oleh badan pengatur sepak bola dunia FIFA pada 1 Maret 2014 menandai era baru dunia sepak bola.

Badan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) menyetujui perubahan interpretasi “Undang-Undang Nomor 4 – Perlengkapan Pemain”, yang menetapkan ketentuan yang menyatakan bahwa pemain lelaki dan perempuan sekarang dapat mengenakan penutup kepala. Dengan adanya perubahan ini, kini Muslimah dapat mengenakan hijab dan penganut Sikh dapat mengenakan turban dalam sepak bola.

Setelah dua tahun percobaan, IFAB menyatakan tidak terdapat indikasi alasan penggunaan penutup kepala harus dilarang, selama modelnya sesuai dengan rumusan baru UU No. 4. Keputusan ini diumumkan pada rapat tahunan IFAB ke-128 yang dipimpin oleh presiden FIFA Sepp Blatter.

Sampai 2012, penggunaan penutup kepala dilarang dengan alasan resiko cedera kepala atau leher oleh FIFA. IFAB kemudian mengizinkan uji coba penggunaan penutup kepala selama dua tahun menyusul adanya permohonan dari Konfederasi Sepak Bola Asia.

Pada 2011, tim perempuan Iran mengundurkan diri dari pertandingan kualifikasi Olimpiade melawan Yordania sebagai bentuk protes terhadap larangan penggunaan hijab. Kaum Sikh di Kanada juga telah menyerukan penghapusan larangan penggunaan turban.

“Keputusan ini berlaku di seluruh dunia,” sekretaris jendral FIFA Jerome Valcke menyebutkan pada Al Jazeera.

Ia juga menyatakan bahwa penyelenggaraan Piala Dunia perempuan U-17 2016 oleh kerajaan Arab Yordania turut berperan dalam pembuatan keputusan ini.

“Keputusan IFAB ini menjadi nilai tambah bagi mereka karena perempuan jadi dapat bermain. Permintaan ini dibuat oleh negara-negara [Muslim] tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap sepak bola perempuan,” ungkap Valcke.

“Telah diputuskan bahwa pemain perempuan dapat menutup kepala mereka saat bertanding. Pemain lelaki dapat bermain dengan menggunkan penutup kepala juga. Penutup kepala yang dikenakan haruslah yang sederhana dengan warna yang sama dengan jersey tim.”

Leave a Reply
<Modest Style