Modest Style

Enam Rukun Iman dalam Islam

,

Sebagai ilmu yang harus diketahui muslim maupun nonmuslim, enam rukun iman adalah fondasi Islam dan para pengikut setianya. Oleh Afia R Fitriati.

WP-the-six-articles

Mengingat bahwa jumlah umat muslim saat ini kira-kira mencapai seperempat populasi dunia, cukup mengherankan bahwa masih banyak orang sama sekali tidak tahu atau hanya sedikit memahami tentang apa yang membangun keimanan seorang muslim. Mitos dan miskonsepsi tentang Islam, ditambah ketidakpedulian baik umat muslim maupun nonmuslim, melanggengkan pencitraan Islam sebagai agama terbelakang yang mendukung kekerasan dan penindasan terhadap perempuan. Jadi, apa sesungguhnya yang secara hakiki diyakini umat muslim?

1. Percaya kepada Tuhan yang Satu
Islam adalah agama monoteis dan keyakinan bahwa hanya ada satu Tuhan untuk disembah adalah hal mendasar bagi keimanan. Ide tentang tuhan lebih dari satu ditolak dalam Islam, seperti ditekankan berulang kali di dalam Al Quran, seperti halnya dalam ayat berikut:

Sungguh, telah kafir mereka yang mengatakan, ‘Tuhan adalah salah satu dari yang tiga,’ padahal tidak ada tuhan selain Tuhan Yang Esa. (Al Quran 5:73)

Umat muslim seringkali mengacu Tuhan sebagai ‘Allah’, yang sesungguhnya adalah kata lain untuk Tuhan dalam bahasa Arab yang juga digunakan oleh kaum Yahudi dan Kristiani selama berabad lampau sebelum pewahyuan Al Quran.

2. Percaya kepada Para Malaikat
Umat muslim mempercayai keberadaan para malaikat, yang merupakan makhluk istimewa yang disebutkan berulang kali dalam Al Quran. Tuhan telah menciptakan para malaikat untuk bersujud kepada-Nya dan mengemban tugas istimewa yang telah Dia tetapkan atas mereka, seperti tertuang dalam ayat berikut:

Segala puji bagi Allah, sang Pencipta lelangit dan bumi, Dia yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan, yang memiliki sayap – dua, tiga atau empat. (Al Quran 35:1)

Para malaikat memiliki nama-nama yang berbeda. Misalnya, Jibril, atau Gabriel, adalah nama malaikat yang menyampaikan wahyu Tuhan berupa Al Quran kepada Nabi Muhammad SAW, semoga kedamaian besertanya. Izra’il adalah malaikat kematian, dan Raqib adalah nama malaikat yang mencatat segala perbuatan baik kita. Meski malaikat adalah makhluk yang tak kasatmata, Al Quran menyatakan dengan jelas bahwa setiap muslim harus percaya akan keberadaannya, seperti dijelaskan dalam ayat berikut:

Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Al Quran 2:285)

3. Percaya kepada Para Nabi
Umat muslim percaya bahwa sejak awal mula kehidupan manusia, Tuhan telah mengutus sejumlah nabi dan rasul untuk menyampaikan pesan tentang monoteisme kepada dunia. Nabi pertama adalah Adam dan yang terakhir, disebut juga sebagai ‘Penutup’ dari para nabi, yaitu Muhammad SAW. Al Quran mengatakan:

Dia (Allah) telah mensyariatkan kepadamu agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh, dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) serta apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, yaitu tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah-belah di dalamnya. (Al Quran 42:13)

Nabi Muhammad SAW memiliki kedudukan spesial dalam Islam karena beliau adalah nabi penutup dan ia menerima pewahyuan Al Quran, sebuah panduan bagi seluruh umat manusia, sementara para nabi sebelumnya dikirim ke berbagai suku dan bangsa tertentu. Al Quran menyebutkan:

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Al Quran 34:28)

4. Percaya kepada Kitab-kitab Suci
Umat muslim memiliki penghormatan yang tinggi terhadap keberadaan Taurat, Zabur dan Injil. Kitab-kitab ini dipercaya sebagai pesan Tuhan yang disampaikan kepada nabi-nabi sebelum Muhammad SAW. Walau demikian, umat muslim percaya bahwa kitab-kitab ini telah berubah selama sekian abad berlalu. Al Quran kemudian dikirim untuk mengoreksi kesalahan-kesalahan dalam kitab-kitab sebelumnya dan berlaku sebagai panduan paripurna bagi umat manusia sampai akhir zaman. Tuhan menjanjikan bahwa kemurnian Al Quran akan tetap terjaga selamanya, seperti diungkapkan dalam Al Quran surat 15, ayat 9:

Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Quran, dan pasti Kami pula yang akan memeliharanya.

5. Percaya kepada Hari Kiamat dan Kehidupan Akhirat
Umat muslim percaya bahwa , di Hari Kiamat, setiap individu akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap perbuatan yang telah dilakukan selama kehidupannya di dunia. Di hari itu, setiap jiwa akan berhadapan dengan peradilan tertinggi, seperti tercantum dalam Al Quran:

Dan kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit. (Al Quran 21:47)

6. Percaya kepada Takdir
Umat muslim percaya  bahwa takdir adalah sebuah kesalingterkaitan antara pilihan yang dibuat manusia dan sifat Tuhan Yang Maha Mengetahui, Mahakuasa; meskipun manusia memiliki kehendak bebas akan pilihan pribadi dalam hidup, semua yang mewujud dalam kehidupan terjadi hanya karena Kehendak dan dalam Pengetahuan-Nya. Al Quran menyebutkan:

Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya. Tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya; tidak sebutir biji pun dalam kegelapan bumi, tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuuz). (Al Quran 6:59)

Enam kepercayaan ini adalah inti dalam pengajaran Islam. Untuk mengamalkan keyakinannya dalam prinsip-prinsip ini, umat muslim dituntut untuk mempelajari Al Quran dan mengikuti contoh perilaku Nabi Muhammad SAW yang dijabarkan dalam kitab hadis. Umat muslim juga menjalankan lima pilar Islam yang disebutkan dalam Al Quran, yakni pernyataan keimanan dengan ucapan Syahadat, menjalankan shalat lima waktu, berpuasa, memberi zakat kepada mereka yang miskin, dan menunaikan haji ke Mekkah.

Saat ini, praktik politik, sosial dan budaya dalam umat muslim seringkali dihubungkan secara langsung kepada ajaran Islam, sehingga sering pula menimbulkan citra negatif bagi agama Islam. Namun umat muslim yang memiliki pemahaman yang baik atas enam kunci dari Islam akan mempertimbangkan berkali-kali sebelum menyakiti makhluk lain, karena mereka tahu bahwa setiap tindakan disaksikan oleh Tuhan, dicatat oleh para malaikat dan akan dipertanggungjawabkan pada Hari Perhitungan seperti  yang dicontohkan oleh para utusan serta firman-firman dalam kitab-kitab-Nya.

Leave a Reply
<Modest Style