Modest Style

Efektifkah rencana pembagian 250.000 Qur’an gratis di Piala Dunia?

,

Inisiatif membagikan tafsir Qur’an dalam empat bahasa secara gratis sebagai bentuk dakwah, meski niatnya baik, kemungkinan tidak efektif, tulis Lina Lewis.

Gambar: iStock
Gambar: iStock

Kementerian Wakaf Kuwait berencana membagikan 250.000 cetakan tafsir Qur’an pada saat Piala Dunia FIFA mendatang di Brazil, berdasarkan harian Kuwait Al-Qabas. Badan Qur’an menyebutkan bahwa tafsir gratis tersebut – tersedia dalam bahasa Spanyol, Portugis, Inggris, dan Perancis – akan dibagikan di hotel, stadion, dan tempat umum lainnya.

Bagi penggemar sepakbola yang akan ke Brazil, akan tersedia juga buku panduan Salam Brasil setebal 32 halaman untuk membantu mereka menjelajahi negara tersebut saat Piala Dunia FIFA. Diterbitkan oleh Persatuan Asosiasi Islam Brazil bekerja sama dengan kedutaan Oman di Brazil, buku ini akan membekali penggemar Muslim informasi seputar alamat-alamat pusat keislaman, masjid, dan restoran halal. Ketua persatuan Muhammad Hussein Al-Zuqbi mengatakan bahwa buku panduan tersebut juga akan dilengkapi dengan daftar pusat-pusat hiburan dengan kegiatan yang sejalan dengan hukum Syariah.

Cetakan Salam Brasil telah dibagikan pada maskapai penerbangan di negara-negara Islam dan Arab untuk diberikan kepada penumpang Muslim yang bepergian ke Brazil.

Ini mengingatkan pada saat saya menerima Injil gratis dalam perjalanan ke sekolah. Saat itu pukul 7 pagi, otak saya belum bekerja baik karena baru bangun tidur. Saya sedang berjalan lunglai dari perhentian bis menuju gerbang sekolah saat sebuah Injil didorong ke dalam genggaman saya.

Saya harus mengucapkan “Tidak, terima kasih” beberapa kali sebelum akhirnya berhasil melarikan diri dari dua orang yang sedang berusaha menghentikan gelombang siswa di luar lingkungan sekolah. Teman-teman sekolah saya, yang mungkin terlalu mengantuk untuk menolak, sekadar menerima dan terus berjalan.

Saya tidak mau menerima Injil tersebut karena tahu tidak akan membacanya, dan tidak akan tahu cara membuangnya. Meskipun seorang Muslim, bukan berarti saya tidak akan merasa bersalah sembarangan melempar kitab suci agama lain.

Saat memasuki sekolah, saya terkejut melihat gunungan Injil gratis di dalam tong sampah. Tong sampah tersebut sudah terlalu penuh dan beberapa Injil juga berserakan di tanah, beberapa di antaranya tidak sengaja tertendang hingga ke sudut jalan. Saya merasa sedih melihat kitab yang tersia-sia.

Jika tujuan membagikan tafsir Qur’an di Piala Dunia FIFA adalah untuk menyentuh non-Muslim dan mengingatkan umat Muslim pada prinsip menyerukan kebaikan dan meninggalkan kekejian (3:1103:114), maka saya khawatir hal ini akan menjadi penyia-nyiaan tenaga dan sumber daya.

Saya tidak anti pekerjaan misionari. Namun jika dilakukan bersamaan dengan sebuah acara penuh adrenalin seperti Piala Dunia FIFA, pesan-pesan Islam kemungkinan besar tidak akan tersampaikan. Sulit membayangkan adanya penggemar sepakbola yang akan berhenti menonton untuk mendalami kajian agama.

Lebih jauh lagi, FIFA melarang pembagian bahan-bahan keagamaan dalam jarak 5 kilometer dari kota-kota tempat pertandingan diadakan. Dengan adanya penyerangan terhadap Islam di mana-mana, hal terakhir yang dibutuhkan oleh umat Muslim adalah terlibat masalah.

Saya harap Kementerian Wakaf bersedia mempertimbangkan kembali rencana ini. Saya sangat tidak ingin melihat tafsir Qur’an berserakan di tanah-tanah Brazil.

Leave a Reply
<Modest Style