Modest Style

Ditemukan Makam Kuno ‘Perdana Menteri’ Wanita Cina

,

 

Foto ini memperlihatkan batu nisan dengan prasasti di dalam makam Shangguan Wan’er, politisi wanita abad ke-7 yang pernah menjadi salah satu wanita paling berkuasa dalam sejarah Cina kuno. Makam tersebut baru ditemukan di dekat Bandara Xianyang, Provinsi Shaanxi, sebelah barat laut Cina. AFP Photo / Shaanxi Provincial Cultural Relics Bureau
Foto ini memperlihatkan batu nisan dengan prasasti di dalam makam Shangguan Wan’er, politisi wanita abad ke-7 yang pernah menjadi salah satu wanita paling berkuasa dalam sejarah Cina kuno. Makam tersebut baru ditemukan di dekat Bandara Xianyang, Provinsi Shaanxi, sebelah barat laut Cina. AFP Photo / Shaanxi Provincial Cultural Relics Bureau

BEIJING, 12 September 2013 (AFP)—Sekelompok arkeolog telah menemukan makam seorang politisi wanita abad ke-7 yang pernah menjadi salah satu wanita paling berkuasa dalam sejarah Cina kuno. Demikian menurut media lokal, Kamis (12/9).

Shangguan Wan’er—yang hidup dari tahun 664 hingga 710 pada masa pemerintahan Dinasti Tang—merupakan orang kepercayaan kaisar wanita pertama Cina, Wu Zetian, dan kadang digambarkan sebagai perdana menterinya dalam praktik.

Dia menikah dengan putra Wu, tetapi juga menjalin hubungan dengan kekasih dan keponakan laki-laki sang kaisar wanita.

Setelah serangkaian pembunuhan, kudeta dan perselingkuhan yang melingkupi pemerintahan Dinasti Tang, suami Shangguan Wan’er, Li Xian, sempat menjadi kaisar—hanya untuk dibunuh oleh istri tuanya, yang kemudian mengambil tampuk kekuasaan.

Pada akhirnya sang istri tua pun digulingkan oleh Li Longji, yang kemudian mengeksekusinya beserta Shangguan Wan’er.

Situs makam ini ditemukan di dekat Bandara Xianyang, Provinsi Shaanxi, sebelah barat laut Cina, dan ditegaskan oleh sebuah prasasti. Demikian dikabarkan China Radio International pada situs webnya.

Beberapa foto menunjukkan adanya penggalian besar-besaran pada lorong-lorong melengkung makam yang berwarna kuning tua serta sejumlah patung kuda dari keramik.

‘Penemuan makam lengkap dengan nisannya adalah temuan yang sangat penting untuk mempelajari sejarah Dinasti Tang,’ tulis harian China Daily, mengutip sejarawan yang khusus mempelajari era tersebut, Du Wenyu.

Makam itu rusak parah,  diduga karena adanya pengrusakan ‘berskala besar yang terorganisasi’ dan kemungkinan ‘dilakukan oleh para pemerintah’, ungkap Geng Qinggang, arkeolog asal Shaanxi, kepada kantor berita China News Service, Kamis (12/9).

Tidak ditemukan harta karun berupa emas atau perak, maupun tulang-belulang yang masih lengkap, di situs tersebut, tambahnya.

Shangguan Wan’er juga dikenal berkat puisi-puisinya.

Leave a Reply
<Modest Style