Modest Style

Digelar Upacara Peringatan untuk Korban Penembakan Mal Nairobi

,
Seorang wanita Muslim Kenya meletakkan mawar di lokasi peringatan pada tanggal 21 Oktober 2013 di Nairobi, untuk memperingati serangan Mall Westgate di ibukota Kenya. AFP PHOTO / SIMON Maina
Seorang wanita Muslim Kenya meletakkan mawar di lokasi peringatan pada tanggal 21 Oktober 2013 di Nairobi, untuk memperingati serangan Mall Westgate di ibukota Kenya. AFP PHOTO / SIMON Maina

NAIROBI, 21 Oktober 2013 (AFP) – Para pelayat dari berbagai warna kulit dan agama di  Kenya berkumpul di ibu kota Nairobi, Senin (21/10) untuk mengikuti upacara mengharukan yang menandai satu bulan sejak kelompok bersenjata membantai hampir 70 orang di sebuah mal.

Sanak saudara para korban pengepungan empat hari di mal kelas atas Westgate itu menanam pohon, menyalakan lilin serta membacakan doa untuk para korban jiwa. Dalam kesempatan itu, anggota masyarakat Kenya, baik yang berkulit hitam, putih maupun keturunan Asia, berbaur menjadi satu.

Uthra Krishnan, teman salah seorang korban, mengaku masih terkejut atas kejadian ini.

“Setiap kami di pusat perbelanjaan, masih terbayang sosok para korban, proses penyelamatan yang kami lihat di TV—semuanya masih tertinggal di benak kami. Dan, entah bagaimana, kami berusaha menghilangkan bayangan itu,” ujarnya.

“Inilah tindakan yang tepat untuk dilakukan dalam rangka mengenang korban yang kehilangan nyawa mereka yang berharga dalam peristiwa itu. Menanam pohon menjadi semacam latihan, paling tidak kami telah memberikan kehidupan kepada makhluk hidup lain setelah kejadian ini. Jadi, kami bisa mengenang mereka saat menyaksikan alam,” tambahnya.

Njoroge Karanja, ketua organisasi Friends of Karura Forest yang membantu mengurus upacara peringatan ini mengungkapkan peristiwa tersebut adalah bagian penting dari proses pemulihan.

“Di Kenya, ada semua jenis orang dari berbagai lapisan kehidupan, dari segala penjuru dunia, yang menyebut Kenya rumah mereka. Dan itulah yang seharusnya kami bangun hari ini. Peristiwa ini memang menyakitkan dan membuat kami sedih, tetapi tidak menghancurkan kami. Kami adalah satu bangsa,” tuturnya.

Pemimpin perusahaan keamanan swasta Securex yang bertanggung jawab terhadap keamanan di Westgate menyatakan keberadaannya di sana untuk menghormati petugas keamanan terbaiknya, salah seorang korban pertama yang tewas saat kelompok bersenjata memasuki mal di siang hari bolong, 21 September lalu.

“Orang yang bertanggung jawab atas keamanan di sini adalah yang pertama tewas ditembak. Dia berusaha memperingatkan para pengunjung mal. Namun sayang, dia tertembak dan meninggal dunia. Itulah kenapa saya berada di sini hari ini,” ungkap Tony Sahni.

“Yang terjadi di sini adalah pembunuhan brutal… Kami tidak bisa menjelaskan seberapa mengerikannya peristiwa ini,” kata Thiagarajan Ramamurthy, direktur regional jaringan supermarket Nakumatt—yang cabangnya di Westgate menjadi tempat kejadian sebagian besar penembakan.

Kelompok pemberontak Somalia Al-Shebab yang terinspirasi Al Qaeda mengklaim serangan itu dilakukan para pejuang mereka sebagai pembalasan atas kehadiran militer Kenya di Somalia.

Upacara peringatan ini berlangsung di tengah kritikan terhadap tentara Kenya. Pasalnya, rekaman baru CCTV sepertinya memperlihatkan pasukan Kenya membawa keluar barang jarahan dari mal setelah mengamankannya.

Sejumlah foto yang diperoleh AFP menunjukkan beberapa prajurit bersenjata memasuki kompleks mal dan kemudian keluar sambil membawa banyak tas belanja. Foto-foto ini menambah kecurigaan para pemilik toko yang mengeluhkan barang-barang mereka telah dijarah.

Akan tetapi, sejumlah anggota parlemen yang mengadakan penyelidikan minggu lalu menuduh beberapa pemilik toko melancarkan keluhan supaya memperoleh kompensasi dari perusahaan asuransi mereka.

Leave a Reply
<Modest Style