Modest Style

Diancam di Video, Para Tokoh Muslim Inggris Diminta Waspada

,
File foto : Gedung Parlemen di London. AFP Photo/Justin Tallis
File foto : Gedung Parlemen di London. AFP Photo/Justin Tallis

LONDON, 18 Oktober 2013 (AFP) – Beberapa tokoh muslim Inggris terkemuka mengatakan pada hari Jumat bahwa polisi telah memperingatkan mereka mungkin berada dalam bahaya, setelah disebut sebagai musuh-musuh Islam dalam sebuah video yang konon dibuat oleh ekstremis yang terkait dengan kelompok militan Somalia, Shebab.

Polisi Metropolitan London mengatakan sedang menyelidiki film berdurasi satu jam tersebut, yang diunggah di YouTube pada Rabu tetapi sejak itu telah dihapus.

“Kami mengetahui bahwa video itu dilaporkan dirilis oleh al-Shebab,” kata juru bicara Scotland Yard kepada AFP.

“Kami sedang mengevaluasi isinya. Sejumlah orang telah kami hubungi setelah video itu dirilis.”

Setidaknya empat pengamat muslim – yang semuanya pernah berbicara menentang ekstremisme – mengatakan mereka telah dikunjungi oleh polisi setelah disebut-sebut dalam film itu.

Lembaga monitor SITE Intelligence Group yang berbasis di AS telah mengidentifikasi video itu buatan Shebab, kelompok Somalia yang mengaku bertanggung jawab atas serangan berdarah di sebuah pusat perbelanjaan di Nairobi bulan lalu.

Kabarnya dinarasikan oleh seorang pria beraksen Inggris, video itu menyebut para pengamat itu “memutilasi ajaran Islam”, menurut surat kabar The Guardian.

Ajmal Masroor, seorang imam dan wartawan yang berbasis di London, menulis di halaman Facebook-nya bahwa polisi telah mengatakan kepadanya “supaya lebih waspada”.

“Pesan utamanya… hidup saya terancam bahaya oleh teroris,” tulisnya.

Dia menambahkan: “Saya akan berbicara dengan keras dan jelas melawan ekstremisme dan terorisme, tidak peduli berapa banyak ancaman yang saya terima.”

Mohammed Ansar, pembuat film dan wartawan, mengatakan polisi sekarang secara teratur berpatroli di luar rumahnya.

“Di antara tukang kunci, petugas keamanan, dan wawancara,” kicaunya di halaman Twitter-nya.

“Sungguh hal yang besar ketika iman dan nilai-nilai yang kita anut benar-benar sedang diuji. Ketka hidup Anda dan orang-orang yang Anda cintai, berisiko. Itu sungguh hal yang besar.”

Pengamat Mohammed Shafiq dan Usama Hasan, seorang peneliti senior untuk pemikir anti-ekstremis Quilliam, juga mengatakan mereka telah dikunjungi polisi.

Video ini berjudul “The Woolwich Attack: It’s an Eye for an Eye” (Serangan Woolwich: Mata Diganti Mata) yang merujuk pada tentara Inggris yang tewas ditikam di Woolwich, tenggara London, pada 22 Mei.

Dua tersangka sedang menunggu diadili atas pembunuhan itu bulan depan.

Video ini mengimbau muslim untuk melakukan serangan di tanah Inggris, serta mengidentifikasi 11 warga Inggris yang katanya telah meninggal akibat berjuang untuk Shebab.

Leave a Reply
<Modest Style