Modest Style

Dalai Lama Membahas Perihal Kekerasan Anti-Muslim di Myanmar

,
Foto file: Foto sebaran-media ini memperlihatkan pemimpin spiritual Dalai Lama yang sedang dalam pengasingan, menyambut pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi pada tanggal 15 September 2013, di Praha. Foto AFP / Handout / Forum 2000 / Ondrej Besperat
Foto file: Foto sebaran-media ini memperlihatkan pemimpin spiritual Dalai Lama yang sedang dalam pengasingan, menyambut pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi pada tanggal 15 September 2013, di Praha. Foto AFP / Handout / Forum 2000 / Ondrej Besperat

PRAHA, 17 September 2013, (AFP) – Dalai Lama pada hari Selasa meminta para biksu Buddha untuk bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip Buddhis, dalam sebuah imbauan untuk mengakhiri pertikaian berdarah melawan minoritas umat muslim di negara tersebut.

‘Para biksu Burma, tolong, ketika mereka mengumbar kemarahan kepada saudara-saudari muslim, tolong, ingatlah akan keyakinan Buddha,’ pemimpin umat Buddha menyampaikan kepada reporter pada sebuah konferensi HAM tahunan di ibukota Ceko, Praha.

‘Saya yakin (…) hal itu dapat menghindarkan saudara-saudari muslim menjadi korban,’ tutur pemimpin spiritual Tibet yang sedang dalam pengasingan itu.

Perseteruan sekte di negara bagian sebelah barat Myanmar, Rakhine, tahun lalu mencatat 200 korban meninggal – kebanyakan adalah umat muslim Rohingya yang tak diakui kewarganegaraannya – dan 140.000 lainnya kini tak memiliki tempat tinggal.

Setelah mendapatkan cemooh karena tak menyatakan dengan tegas mengutuk tindak kekerasan tersebut, Aung San Suu Kyi, ikon pro-demokrasi Myanmar yang kini menjadi pemimpin pihak oposisi, mengatakan bahwa konstitusi negara ini harus diubah untuk mengakhiri pertikaian etnis yang selama ini terjadi.

‘Permasalahan etnis tak akan terselesaikan dengan konstitusi yang ada sekarang yang tidak mampu menampung aspirasi kebangsaan etnis beragam,’ Suu Kyi menegaskan kepada reporter pada Konferensi Forum 2000, hari Selasa lalu.

‘Kita harus memberikan rakyat kita rasa aman terlebih dulu, mereka harus merasa bahwa mereka memiliki akses yang sama terhadap keadilan.’

‘Jika seseorang merasa takut akan diserang oleh pihak lain dari komunitas yang berbeda, kita tak akan bisa membuat mereka untuk duduk bersama dan berdialog satu sama lain.’

Sebuah komite parlementer memiliki waktu hingga akhir tahun ini untuk membuat sebuah laporan lengkap dengan rekomendasi perubahan atas konstitusi lama, yang dibuat oleh dewan sebelumnya lebih dari satu dekade silam.

Suu Kyi menyampaikan minggu lalu bahwa ia tak dapat menghentikan kekerasan anti-muslim itu seorang diri dan bahwa solusinya adalah dengan menyiapkan peraturan hukum.

Ikon demokrasi ini menghabiskan 15 tahun sebagai tahanan-rumah di bawah kekuasaan militer Myanmar sebelum akhirnya ia dibebaskan setelah pemilu yang kontroversial tahun 2010.

Dalai Lama, 78 tahun, yang meninggalkan negeri asalnya menuju India tahun 1959 setelah gagal melakukan perlawanan terhadap kekuasaan Cina, juga mengatakan ‘terlalu banyak “kami” dan “mereka”’ di dunia ini, dan bahwa ‘abad ini seharusnya menjadi abad dialog, bukannya perang.’

Dalai Lama dan Suu Kyi yang berusia 68 tahun, keduanya adalah peraih penghargaan Nobel Perdamaian, bertemu-muka secara tertutup hari Minggu di penghujung acara konferensi Praha.

Leave a Reply
<Modest Style