Modest Style

Club Heal Singapura: Memulihkan Jiwa

,

Sebuah pusat rehabilitasi kejiwaan berbasis relawan memberikan harapan kepada umat Muslim Malaysia yang mengidap gangguan mental. Afia R Fitriati melaporkan.

[Not a valid template]

Ketika sebagian dari kita mungkin merasa tantangan kehidupan sehari-hari saja sudah cukup membuat stres, ada saudara-saudari sesama Muslim di antara kita yang mesti mengatasi masalah kesehatan mental di samping menghadapi cobaan harian dalam kehidupan.

Yohanna Abdullah salah satu contohnya. Ibu dua anak ini pernah menghabiskan hampir 10 bulan dalam perawatan Institut Kesehatan Mental (IMH) Singapura akibat gangguan manik depresif yang dideritanya.

“Berada dalam perawatan selama berbulan-bulan bukanlah lelucon, tetapi itu adalah masa lalu yang ingin saya lupakan,” tulisnya dalam salah satu esai pribadinya selama masa pemulihan. “Pikiran tentang bagaimana agar tetap waras mendominasi pikiran saya sekarang.”

Berusaha untuk tetap sehat secara mental selagi menghadapi stigma sosial, kesepian dan berbagai hambatan lain dalam berinteraksi dengan orang lain merupakan rintangan yang harus diatasi mereka yang menderita penyakit kejiwaan dalam proses penyembuhan. Tentu saja, hal ini jauh dari mudah.

“Saya sangat lelah dengan kondisi dipenjara tanpa bisa sepenuhnya merasakan kebebasan,” kata Yohanna. “Saya merasa kepercayaan terhadap diri sendiri saya telah lenyap, begitu juga kemampuan untuk berfungsi dengan baik dalam masyarakat. Saya tidak tahu apakah obat-obatan saya yang menempatkan saya pada jerat kesedihan, tetapi yang jelas kemampuan saya untuk merasa bahagia sepertinya telah berkurang akhir-akhir ini.”

Untungnya, Yohanna menemukan dukungan melalui Club HEAL, organisasi nirlaba di Singapura yang mengemban misi untuk mendampingi dan memberdayakan para pasien berpenyakit kejiwaan supaya kembali memperoleh kepercayaan diri dalam proses reintegrasi sosial mereka. Klub ini didirikan setelah sekelompok orang yang memiliki kepedulian menyadari minimnya dukungan bagi orang berpenyakit jiwa dan keluarga mereka dalam komunitas Muslim Melayu.

Club HEAL menawarkan jasa rehabilitasi kejiwaan berbasis relawan bagi para pengidap gangguan mental dan keluarga mereka. Layanan ini bervariasi, mulai dari kelas yoga dan sesi grup pendukung (support group) hingga kegiatan berbasis pengetahuan seperti manajemen pengobatan. Para relawan yang membantu menjalankan kegiatan ini disebut “Sobat Penyembuh” (Healing Friend).

“Selagi menjalankan program ini, kami berhadapan dengan kenyataan pahit: banyak dari partisipan kami yang tidak mempunyai teman atau memutuskan hubungan dengan teman-teman saat mengetahui mereka menderita gangguan kesehatan mental,” ujar manajer Club HEAL, Hamidah Bahashwan.

“Kami mulai berpikir, seandainya mereka semua memiliki seorang teman yang bisa mendukung proses penyembuhan mereka. Maka itulah kami menciptakan istilah “Sobat Penyembuh””.

Ternyata, sobat-sobat penyembuh ini tidak hanya memberikan dukungan yang paling dibutuhkan partisipan, namun juga persahabatan yang berharga.

“Dari apa yang saya dengar tentang pasien gangguan mental, yang saya takuti adalah mereka akan menyakiti saya,” aku Rosni Ali (55), ibu rumah tangga yang mengajar yoga, pilates, meditasi dan dance-robic di Club HEAL untuk membantu para partisipan merasa rileks.

“Saat bergabung dengan Club HEAL, saya sadar orang-orang ini tidak seperti yang saya takuti. Mereka tulus dan istimewa. Mereka tidak mengganggu orang, tidak bergosip atau memfitnah dan mengkhianati seperti apa yang umumnya Anda temukan di antara orang lain.”

Sejak didirikan pada 2012, Club HEAL telah membantu sekitar 60 partisipan pengidap masalah kesehatan mental dan keluarga mereka. Perkumpulan ini beroperasi dari dua tempat—satu di wilayah Bukit Batok dan satunya lagi di Masjid Darul Aman—dan sedang berencana untuk segera membuka kantor ketiga.

Amirah Talib telah menjadi Sobat Penyembuh sejak awal berdirinya Club HEAL dan terus melanjutkan keterlibatannya di pusat rehabilitasi tersebut. “Melalui berbagai aktivitas di Club HEAL, saya mendapatkan pengalaman yang membuka wawasan, seru, menyenangkan dan mengharukan,” tuturnya. “Pengalaman menggembirakan yang saya peroleh di Club HEAL sudah pasti mendorong saya untuk terus berpartisipasi di Club HEAL sebagai relawan.”

Setelah 14 tahun berjuang mengatasi manik depresi, Yohanna kini telah muncul menjadi salah satu Sobat Penyembuh Club HEAL.

“Dengan membantu menyembuhkan kita akan disembuhkan” ungkap Yohanna. “Persahabatan kami di Club HEAL semakin erat seiring waktu dan kami lebih dari sekadar teman, kami seperti keluarga yang saling merawat—kadang-kadang bahkan lebih akrab dari keluarga kami sendiri.”

Seperti yang diucapkan dengan indah oleh sesama muslimah lain pengidap gangguan bipolar, “Bukalah hati Anda dan melalui berbagai rintangan, Anda akan menemukan saudara, ibu dan ayah di seluruh alam semesta.”

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs web Club HEAL.

Leave a Reply
<Modest Style