Modest Style

‘Burka Avenger’ dari Pakistan Siap Mendunia

,
Pencipta film kartun Burka Avenger berpose untuk diabadikan dalam acara pra-pertunjukan film kartun Burka Avenger bagi kalangan pers di Rawalpindi tanggal 4 Agustus 2013. Foto AFP / Farooq Naeem
Pencipta film kartun Burka Avenger berpose untuk diabadikan dalam acara pra-pertunjukan film kartun Burka Avenger bagi kalangan pers di Rawalpindi tanggal 4 Agustus 2013. Foto AFP / Farooq Naeem

(AFP) – Film pahlawan-super terbaru dari Pakistan yang melawan penjahat kejam di balik topeng burka hitam yang berkibar dipersiapkan untuk mendunia, demikian disampaikan penciptanya pada AFP, dengan rangkaian jadwal penayangan yang masih direncanakan untuk 60 negara.

Animasi berbahasa Urdu “Burka Avenger”, menyajikan petualangan seorang guru berkepribadian lemah lembut yang menggunakan kekuatan supernya untuk memberantas bandit-bandit lokal yang berusaha menutup sekolah putri di mana ia bekerja, muncul di layar kaca Pakistan bulan lalu.

Tayangan aksi-komedi anak-anak ini mengentak negara di mana kaum militan Taliban telah menghalangi ribuan gadis untuk bersekolah di wilayah baratlaut dan menyerang para aktivis yang berkampanye demi pendidikan kaum perempuan.

Tokoh di balik “Burka Avenger”, bintang film Haroon Rashid, mengatakan bahwa ia terkesima dengan respons masyarakat.

‘Sambutan yang diberikan sungguh fenomenal, di luar ekspektasi kami,’ ujarnya.

‘Kami membuat serial TV animasi untuk Pakistan namun sepertinya seluruh dunia pun ingin tahu banyak tentang Burka Avenger.’

Sebuah perusahaan pendistribusian acara TV di Eropa telah mengontak dengan harapan akan menerjemahkan tayangan tersebut ke dalam 18 bahasa, termasuk bahasa Inggris dan Perancis, dan akan tayang di 60 negara, jelas Rashid.

Topik  tentang pendidikan anak perempuan di wilayah baratlaut Pakistan yang konservatif dan dikuasai-militan, menjadi pokok bahasan dunia Oktober lalu saat seorang anggota pasukan Taliban menembak seorang aktivis remaja Malala Yousafzai.

Malala, yang mengampanyekan hak anak perempuan untuk bersekolah, selamat dari serangan dan bulan lalu menyampaikan sebuah pidato yang sangat menggugah di PBB, New York.

Rashid menjuluki Malala sebagai seorang “pahlawan super di dunia nyata” atas keberaniannya dan mengatakan bahwa serangan atas diri gadis itu terjadi saat mereka mempersiapkan episode awal dari “Burka Avenger”.

‘Kami semua terkesima karena saat itu kami sedang mengerjakan sebuah kisah serupa mengenai seorang gadis kecil melawan para penjahat yang hendak menutup sekolahnya,’ jelasnya.

‘Saya belum pernah mendengar tentang Malala hingga peristiwa itu terjadi – seolah-olah kehidupan nyata meniru kisah tayangan yang sedang kami kembangkan.’

Hampir separuh dari seluruh anak-anak di Pakistan dan hampir tiga perempat para gadis tidak menyelesaikan sekolah dasar, demikian menurut catatan statistik PBB dan pemerintahan yang dipublikasikan akhir tahun lalu.

Jiya, seorang guru dan tokoh protagonis dalam karya animasi tersebut, bertransformasi menjadi pahlawan perempuan berselubung-burka yang jago seni bela diri, bertempur melawan “kebodohan dan tirani” di sebuah desa fiktif bernama Halwapur.

Bersenjatakan hanya dengan buku dan pena, ia menghajar si jahat Baba Bandook dan para kaki-tangannya, termasuk juga Vadero Pajero, seorang politisi korup – hal-hal yang sudah terlalu akrab bagi warga Pakistan dewasa.

Terjadi perdebatan seru dalam publikasi berbahasa Inggris di Pakistan apakah pilihan Jiya untuk bersembunyi di balik penyamarannya adalah sebuah simbol dari pemberdayaan atau upaya membudayakan pakaian untuk menindas perempuan.

Namun Yousaf Ejaz, direktur artistik animasi tersebut, mengatakan bahwa inspirasinya datang dari masa kecilnya.

‘Saya adalah penggemar berat Batman, dan nenek saya, ia mengenakan burka,’ katanya.

‘Kembali ke masa kecil saat beliau sedang tidak di rumah, kami kemudian mengambil burka-nya dan beraksi layaknya Batman, mengenakan burka tersebut: “Aku Batman, lihatlah aku!”’

‘Jadi itu adalah salah satu inspirasi yang muncul saat saya sedang berdiskusi dengan Haroon tentang ide-ide awal dari Burka Avenger.’

 

Leave a Reply
<Modest Style