Modest Style

Buku Salaam, Love Mengupas Pengalaman Cinta Pria-pria Muslim

,

Editor dari buku inovatif Love, InshAllah telah meluncurkan buku yang serupa dari sisi prianya. Tazin Abdullah membahas Salaam, Love –– buku di mana sekarang para pria yang membuka hati mereka tentang kisah percintaan mereka.

Hati yang terkadang tersembunyi sekarang terbuka di Salaam, Love
Hati yang terkadang tersembunyi sekarang terbuka di Salaam, Love

Sedikit manusia yang bisa mengklaim mengetahui dengan lebih baik tentang bagaimana rasanya menjadi stereotip daripada seorang Muslim. Pria non-muslim juga jarang yang mengatakan mereka mengalami pengawasan ketat yang terhadap perspektif mereka tentang dunia pada umumnya, atau atas keyakinan pribadi dan praktik keyakinan mereka. Dalam menghadapi label dan persepsi umum seputar pria-pria berlatarbelakang Islam, datang sebuah pandangan segar atas kehidupan dan interaksi pribadi para pria Muslim Amerika. Dalam Salaam, Love: American Muslim Men on Love, Sex, and Intimacy, editor Ayesha Mattu dan Nura Maznavi menyediakan pembaca sebuah tampilan irisan kehidupan dari kehidupan cinta 22 pria Muslim Amerika.

Buku ini dibuka dengan sebuah dedikasi kepada “… semua pria yang bertanya: “Di mana kisah kami?” Buku ini mengikuti jejak penerbitan buku dari editor yang sama, Love, InshAllah: The Secret Love Lives of American Muslim Women, di mana para perempuan Muslim berbagi cerita soal pengalaman pribadi mereka seputar romansa. Kali ini, para pria yang membuka hati mereka dan mencurahkan emosi mereka dalam kisah-kisah cinta.

Salaam, Love dibagi menjadi tiga bagian: “Umma: It Takes A Village”, “Sirat: The Journey” dan “Sabr: In Sickness and in Health”. Tema yang menyatukan buku ini adalah pencarian atas cinta dan pengalaman cinta di antara para pria yang mengidentifikasi diri mereka sebagai Muslim.

Book-cover-image-by-Beacon-Press
Gambar sampul dari Beacon Press

Kedalaman serta keluasan pengalaman para Muslim Amerika terlihat jelas pada keberagaman cerita di buku ini. Dalam a Mother’s Curse, Arsalan Ahmed menceritakan perjuangan penerimaan ibunya terhadap istri asingnya. Dalam Just One Kiss, Maher Reham menceritakan hatinya yang mendua antara istrinya dan ketertarikannya terhadap perempuan lain. Di dalamnya, kita membaca gambaran nyata tentang perjuangannya di dalam hati serta usahanya. Dalam The Ride, Ramy Eletreby berbicara tentang pengalamannya mengakui homoseksualitasnya. The Promise adalah tentang Alan Howard yang menceritakan kisah emosional menikahi seseorang setelah sembuh dari kanker, namun kemudian penyakitnya kembali di tahun-tahun berikutnya.

Sifat sangat pribadi dari kisah-kisah ini secara alami berarti bahwa pembaca akan merasa terhubung dengan beberapa penulis lebih dari yang lain. Dengan demikian, beberapa cerita akhirnya meninggalkan kesan yang lebih kekal daripada yang lain, dan sebagian yang lain terasa kurang membekas. Cerita pertama, Soda Bottles and Zebra Skins dari Sam Pierstorff, dengan segera menarik pembaca dengan anekdot lucu dan pengamatannya. Ia membangun drama seperti yang dilakukan kisah-kisah luar biasa, tetapi terlalu cepat mencapai akhir yang membahagiakan, membuat pembaca sedikit tidak puas.

Antologi ini menepati janjinya dalam menampilkan pria Muslim dari berbagai sisi keyakinan. Para editor menekankan bahwa buku mereka bukanlah wacana teologi atau religius, tetapi sebuah ruang bagi pria Muslim Amerika untuk mengekspresikan diri mereka dan bagi pembaca untuk mendapatkan pandangan realistis tentang kehidupan mereka.

Dijadwalkan akan diterbitkan pada 4 Februari 2014, Salaam, Love, ditujukan untuk menggelitik beberapa pihak dan memicu diskusi segar.

Jangan lewatkan wawancara ekslusif kami denga Ayesha Mattu di majalah Aquila Style edisi Februari 2014.

 

Leave a Reply
<Modest Style